KAWIN GANTUNG DAPAT SUAMI SUPER RESE

KAWIN GANTUNG DAPAT SUAMI SUPER RESE
Chapter 33 # Lebih baik aku yang dikeluarkan daripada kamu


__ADS_3

Keesokan harinya Mumun berangkat kesekolah bersama Alya untuk memenuhi panggilan bu Yanti.


Setelah mengantarkan Mumun ke ruangan bu Yanti Alya segera kembali ke kelasnya untuk mengikuti ujian.


"Kira-kira nyak ngeyel kagak ya kalau dikasih tahu sama bu Yanti" gumam Alya


"Hadeeh!!, mudah-mudahan gak ada sesuatu


yang mengkhawatirkan dan semuanya akan baik-baik saja," ucap Alya


Selesai mengerjakan ujian ia segera berlari menuju ke ruang bu Yanti untuk melihat enyaknya disana.


"Kok tidak ada?, apa sudah pulang ya?" tanyanya dalam hati


"Ngapain ngintip-ngintip di ruang guru, tidak sopan sama sekali!" hardik seorang sembari


menepuk pundak Alya


"Uaaa, si Tante!" teriak Alya


"Pantesan tidak sopan ternyata anak udik ini!, ngapain kamu disini!" bentak Sinta


"Saya sedang mencari ibu saya, tadi dia ada di ruang guru," jawab Alya


"Kaya anak Tk saja, kesekolah bawa ibu-ibu," jawabnya ketus


"Astaghfirullah jadi orang kok ketus banget, " celetuk Alya


"Hey, ngomong apa kamu tadi?, inget aku guru disini jadi jangan macam-macam, atau kamu bisa kena masalah, paham!!" ancam Sinta


Alya hanya diam membisu tak menjawab ucapan Sinta, karena percuma saja ia menjawab pasti selalu salah dimatanya.


"Diih, guru baru aja sok!" gumam Alya

__ADS_1


"Daripada kamu planga-plongo disini mending balik ke kelas!" perintah Sinta


Alya segera pergi meninggalkan ruang guru dan menuju ke kantin.


"Halo babe, tumben sendirian?, dua personil trio kwek-kwek yang lain kemana?" tanya Reyhan


"Lagi nyabu di depan!" jawab Alya


"Astaghfirullah!!, kenapa kamu gak laporin bu Yanti!, kan tidak boleh nyabu di sekolahan, bisa dikeluarkan loh dari sekolah!" ucap Reyhan


"Emangnye nyabu ape sampe dikeluarkan dari sekolah segale?" tanya Alya


"Nyabu, make Shabu-shabu, obat-obatan terlarang!" jawab Reyhan


"Sotoy!, sabu itu sarapan bubur... makannya gaul dong!, jangan ngumpet di ketek daddy kamu terus," ledek Alya


"Isshh, babe kok gitu," jawab Reyhan


"Rey, aunty kamu orangnya gimana sih?" tanya Alya


"Yuhuu..." jawab Alya


"Kenapa?, lo dimarahin lagi, atau diancam?" tanya Reyhan


"Semuanya!" jawab Alya


"Buseet!!!, kasian amat kamu babe, udah sabar aja ya kalau ngadepin dia, maklumlah perawan tua suka ga stabil moodnya, lebih sering marah-marah kalau dirumah juga, pokoknya super sensi...makanya kalau nanti dia ngajar di kelas kamu, iyain aja semua ucapannya, jangan ngebantah kalau mau aman," terang Reyhan


"Ok Jiman, thanks atas informasinya, bye!!" ucap Alya meninggalkan Reyhan di Selasar kelas


"Diih najong?, giliran sudah dapat info gue ditinggalkan!, sue!!" maki Reyhan


Setelah pulang sekolah Alya kembali di panggil oleh bu Yanti.

__ADS_1


"Kenapa belom selesai juga, padahal Nyak udah dipanggil tadi," ucap Alya


"Assalamualaikum bu," sapa Alya


Alya terkejut ketika melihat Mumun masih ada di ruang guru bersama bu Yanti dan juga Pak Tatang kepala sekolahnya.


" Waalaikum salam Al, duduk!" perintah Yanti


"Nah karena kita sudah berkumpul semua sudah saatnya saya menceritakan semua permasalahan yang terjadi hari ini," ucap Tatang


"Memangnye ade ape sih?, jangan bikin tegang gitu apa Tatang," ucap Mumun


"Jadi gini Mun, eh Maaf!!, ibu Mumun maksud saya. Mungkin ini adalah kesalahan saya kenapa dulu saya menerima uang dari Mumun untuk memberikan izin pada Alya untuk menikah saat ia masih berstatus sebagai siswa si sekolah ini. Saya pikir dengan memberikan uang tutup mulut pada guru-guru maka masalah ini akan selesai dan tidak akan berakibat buruk seperti saat ini, karena inti dari setiap kebijakan tentu kembali pada sekolah masing-masing, itulah yang menjadi acuan saya menerima uang dari Mumun. Tapi tidak disangka seorang guru baru yang ternyata adalah mantan pacar dari suaminya Alya itu tidak terima dengan kebijakan itu dan dia telah melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan, tentu saja hal ini bisa berdampak negatif bagi sekolah kita dan juga guru-guru yang mengajar disini. Nama sekolah jadi jelek, guru-guru bisa dimutasi besar-besaran. Jadi intinya saya hanya meminta saran dari bu Yanti dan Mumun bagaimana solusi untuk memecahkan masalah ini, karena besok juga sebenarnya masih akan saya bahas dalam rapat guru tentu saja tanpa guru baru itu." ucap Tatang


"Jadi inilah yang saya khawatirkan pak, makanya saya tidak pernah setuju dan tidak mau menerima uang itu karena takut terjadi hal-hal seperti ini, dan ternyata dugaanku benar, ada orang yang tidak suka dan melaporkan masalah ini ke dinas, kalau seperti ini mau tidak mau, harus ada yang dikorbankan. Entah Alya yang dikeluarkan dari sekolah atau bapak yang harus di mutasi itu untuk menyelamatkan nama baik sekolah dan juga nasib guru-gurunya," jawab Yanti


"Kok jadi saya yang dikorbankan, dimana-mana kalau anak didik yang bermasalah orang pertama yang harus bertanggung jawab dan disalahkan adalah wali kelasnya, bukan kepala sekolahnya," ucap Tatang


"Gak boleh begitu dong Tang, tetep lo yang salah kan lo yang nerime duitnye, kalau bu Yanti kan emang die kagak pernah setuju ame rencane pernikahan ini, bahkan bu Yanti ngancem mau keluarin si Alya pan, kalau sampai nekat nikah ame Oka," bela Mumun


"Udah lo diem aje Mun, ini urusan intern sekolah, " sahut Tatang


"Udeh gini aje, gue mau membicarakan hal ini secara kekeluargaan dulu dengan guru baru ntuh siape namanye?" tanya Mumun


"Sinta nyak," jawab Alya


"Iyeh, gue bakal ajak ngobrol dulu tuh si Sinta saiape tahu masih bisa dibicarakan baik-baik, karena jujur aje gue kagak rela kalau wali kelasnye si Alya Bu Yanti harus dikeluarkan dari sekolah, kasian die kagak tahu ape-ape malah kena getahnye," jawab Mumun


"Its good idea Mumun, I love you...eeehh dalah I love it maksudnya, aduuh!! maaf ya dari tadi keseleo mulu nih lidah..." ucap Tatang


"Tapi tidak masalah kok Bu Mumun kalau saya dikeluarkan daripada Alya yang dikeluarkan, saya justru tidak rela, karena bagaimanapun juga Alya adalah siswa kebanggaan saya, selain pinter Alya juga sangat santun disekolah jadi itulah yang membuat saya selalu peduli padanya, saya tidak mau masa depan Alya hancur gara-gara dikeluarkan dari sekolah ini, kalau saya dikeluarkan dari sekolah ini masih bisa cari sekolah lain untuk mengajar, atau bekerja lagi ditempat lain tapi kalau Alya yang dikeluarkan dari sekolah ini maka tidak ada satupun sekolah di Jakarta yang mau menerima dia, jadi sangat disayangkan kalau Alya harus masuk sekolah paket, karena sekolah seperti itu masih tidak diakui di negeri ini, untuk kerja saja susah apalagi jika Alya mau melanjutkan kuliah, jadi Ibu rela kok demi masa depan kamu Al," ucap Yanti sambil menepuk bahu Alya


Seketika tangis Alya pecah dan ia kemudian memeluk wali kelasnya itu.

__ADS_1


"Ibu gak boleh pergi!!!, biar Alya saja yang dikeluarkan dari sekolah ini!, Alya sayang sama Bu Yanti, hiks..hiks.." ucap Alya sambil memeluk bu Yanti


__ADS_2