Kegabutan Diriku

Kegabutan Diriku
Third


__ADS_3

"Tolong Aku!!"


...


Apa ini? Knp tdk ada yg menolongku? Apa suaraku tdk tedengar oleh mereka?


Ukh... Sesak sekali,,, sangat tersiksa.. Apa aku akan berakhir spt ini... Tidak!


Tolong siapapun tolong aku*!


"Ukh,, sakit..!!"


Badanku serasa hampir tdk bernyawa! badanku dingin seketika! Nafasku mulai pelan dan pandanganku kabur... Aku tdk bisa melakukan Apa pun!


Grep!


Ada seseorang menggendongku? Siapa? Aku mencoba melihat dgn jelas, tp apa daya ku. Aku pingsan setelah keluar dr air.


...


...


"Ukh,, emm,, Aku dimana? Apa yg terjadi?"


"Lysa! Kamu sadar? Syukur deh klu gituu... Gw khawatir bangeet.." Oceh Vita


Jadi, yg ngebantu aku Vita? Tp,, yg ku ingat badan yg menggendongku adalah badan laki laki.. Apa aku hanya berhalusinasi.. ah! luapakan saja!


"Makasih ya Vit, km nolongin aku waktu tenggelam ;) dan aku Minta maaf udh ngerepotin km sampe hrs gendong aku ke UKS.."


"Eh?! Iya sama" Lys... Tp bkn gw yg nganter elu ke UKS..."


"Lah? Siapa dong?"


"Ekhem... Ro-ren!"


"Hem?! Bener Vit? Km ga bohong kan?"


"Iya!"


Roren? Dia yg ngebantu aku ya? Aku blm bilang makasih lagi! Apa aku ucapin saat dikelas saja ya? Mungkin dia sdh pergi ke kelas?... TUNGGU!! Nilai renangku gimanaa dong??!!


"Vit! Nilai Renang ku gimanaa ?!"


"Tenang aja,, khusus km, pak guru kasih km nilai 75.. Soalnya km tenggelam 🙈"


"What?! 75.. Yah,, jelek banget.. Ya udh lah yg penting ga remidi.."


"Betul banget tuh.."


Jam istirahat pun datang, Aku, Vita,Gia,dan Molly pergi ke kantin untuk makan. Tapi aneh, aku merasakan ada yg memperhatikan diriku, tp apa benar ada?


Semakin lama, tubuhku merinding.. Dan tdk nyaman untuk makan, Aku pun mengajak Molly untuk menemaniku ke toilet.


"Molly temenin aku ke toilet sebentar yuk "

__ADS_1


"Ohh, okay. Tunggu ya temen²"


*Tap-tap-tap..


Aku pun ke toilet dgn Molly untuk menceritakan apa yg ku rasakan tadi ke Molly*.


"Moll, Sebenernya aku ga mau ke toilet.. Tapi, aku mau cerita "


"Cerita? Apaan?"


...


"Tadi, waktu makan, kyk ada yg ngeliatin aku.. aku merinding deh... Aku boleh minta tolong gak?"


"Boleh kok. Minta tolong apaan?"


"Saat kita kembali nanti, tolong perhatiin sekitar kantin ya? Aku ga nyaman banget soalnya..."


"Tidak masalah! Aku tolongin kok!"


"Makasih Molly, Km sahabat terbaik!"


Aku dan Molly pun kembali ke kantin bersama. Dan saat dikantin pun, kita saling berbincang.. Dan Molly pun sedang memperhatikan sekitar... entah apa yg dilihatnya, tp pandangan Molly sepertinya tdk melihat siapa pun.. Dan benar saja...


*Selesai Istirahat*


"Molly, km ngeliat seseorang kah?"


"Em.. maaf ya Lys, Aku ngga liat siapa²..."


"Sama² Lys.."


Aku dan Molly pun pergi ke kelas, kami berjalan ber dua karena Vita dan Gia harus pergi ke ruang guru untuk mengambil data siswa kelas kita... Entah beruntung atau ditakdirkan, aku bertemu dengan Roren.


"Eh!Ren! Makasih ya, km udh bantu aku saat aku tenggelam tadi, dan maaf Sdh ngerepotin km.."


"Ngga papa Lys.. seharusnya aku yg minta maaf, gara² aku ceroboh tdk mengawasi mu.. Aku janji kejadian ini tdk akan terulang lagi"


Deg! Apa ini? Knp jantungku berdegup kencang? Tatapannya sungguh mempesona.. Aku yakin aku tdk suka padanya, tp masa aku Cinta padanya? Akh.. tidak mungkin! Tapi, apa dia suka padaku?:(


Sudahlah aku yakin, dia tidak mungkin menyukai perempuan seperti diriku 😶


"Lys, Ren masuk yuk! Kita malah diri didepan pintu nih... nanti tiba tiba dosennya dateng gimana?" Ajak Molly.


"Iya ayo masuk Lys,Moll... " Roren juga ngajak.


"Hem? Lys! Woi! km denger aku ga sih?"


"Eh?! Km manggil aku Moll? Maaf aku ga dengar.."


"Klu gitu aku masuk dulu ya.." Roren pun masuk ke kelas.


...


"Km knp sih dipanggilin ga ngejawab terus? Pake ngeliatin si Roren lagi.. apa jangan² km suka sm Roren ya?"

__ADS_1


"Eh? Nggak ah.. siapa bilang aku suka dia?"


"Masa? Lagian... Roren kan anak paling ganteng di kelas kita. Masa km ga ada rasa sedikit pun buat dia?"


Bener juga yang dikatakan Molly, apa aku tdk punya rasa sedikitpun dengan Roren? Tapi, setiap mendengar namanya saja hatiku sdh berdegup kencang. Apa ini pertandanya? Haruskah ku beri tahu Molly tentang perasaanku ini? Sudahlah, perasaanku blm pasti! Sampai suatu saat aku akan meyakinkan perasaanku.


"Lys, kok km ngga jawab lagi sih?"


"Eh? Maaf ya.. Akhir-akhir ini aku lelah karena tugas, em.. masuk kelas yuk"


"Em? Oke"


Kami pun masuk kelas dan mengikuti pelajaran. Dan sampai pada saatnya untuk pulang, kali ini aku jalan bersama Vita, dia anak yang suka dengar cerita orang. Dan dia juga bisa memberikan solusi juga. Aku pun berusaha mengutarakan perasaanku ke Vita, siapa tau dia bisa meramal 😋.


"Eum... Vit, Aku boleh cerita ya?"


"Cerita apa? Jangan² ngomongin seseorang nih?"


"Iya sih, tapi km janji ga bakal bilang siapa² kan? Ini rahasia, tp aku blm cukup yakin. Aku harap km bisa kasih petunjuk."


" Oke gue janji ga bakal beri tau siapa², tapi gue ga janji bisa kasih petunjuk buat elu. Soalnya tergantung dari masalahnya, kadang gue ga bisa kasih petunjuk."


" Ngga papa kok Vit, lagian aku cuma lagi pengen cerita aja kok."


Sebenernya aku malu beri tau isi hatiku ke Vita. Tapi, hatiku ga tenang klu tdk ada tempat untuk mencurahkannya.


"Vit, ee, kyknya aku suka sama Roren deh.."


"Serius?! Pantesan klu denger namanya, gue perhatiin, elu selalu senyum² sendiri. Sejak kpn kamu suka dia? Apa gara² digoda ya? Atau mungkin, dia yang caper ke elu?"


"Bukan gitu Vit, aku-aku.. Dia itu baik, dia selalu nolongin aku.."


"Masa itu doang?😎"


"Eh?! Em.. sebenernya.. Dia juga ganteng 😅 keren pula!"


"Nah! Sekarang kamu tau kan harus ngapain?"


...


"Kasih dia makanan ya? Atau mungkin ngajak ke Torry Land? Atau mungkin ke bioskop nonton Spongebob The Movie ya? Atau..."


"Lys, km ini sdh umur brp? Sebagai perempuan dewasa, km harus bisa nge- rayu. Buat dia merasa puas, mungkin bisa ngajak dia makan malam romantis di Restoran? Mana ada orang kencan nonton Spongebob The Movie?"


Yang dibilang sama Vita bener sih, berarti aku ini perempuan yang terlalu ke kanak- kanakan ya? Seketika hatiku merasa sedih karena memikirkan apakah aku cocok dengannya.. Tapi, jika aku mengajaknya makan malam, apa dia mau? Tapi, sebagai perempuan aku punya harga diri. Mana mungkin aku langsung menyatakan cinta pada laki", justru seharusnya laki-laki lah yang harus menyatakan cintanya ke perempuan! Hatiku harus kuat!


"Vit, bukannya sebagai perempuan, kan punya..."


"HEI! Kalian Berdua!.."


Siapa mereka? Tampaknya ini buruk! Sial!


...


...

__ADS_1


__ADS_2