
Tampaknya, mereka adalah preman! Bagaimana ini? Mereka ber 6! Sedangkan kami hanya ber 2! Aku dan Vita pun perlahan mundur ke belakang. Karena ketakutan, tangan Vita mulai gemetaran dan kaku!
"Tenang Vit, aku aja yang urusin mereka"
Keberanianku tdk kunjung muncul, sebab aku berkata demikian supaya Vita tidak khawatir dengan sekumpulan preman tersebut. Nafasku pun mulai ku atur dan berusaha menenangkan diri, walau sedikit menegangkan. Tapi, tunggu! Aku sama Vita salah apa?!
"Permisi pak, memangnya kami salah apa ya?" Aku pun memberanikan diri untuk mencoba berbicara dengan salah satu preman itu.
Selain bermasalah dengan preman, ada satu masalah lebih penting lagi 😣! Aku akan terlambat bekerja! Aku pulang jam 3 sedangkan jam kerjaku mulai setengah 5. Sekarang, waktuku terbuang karena menghadapi preman jalanan! Sungguh hari sangat sial!
"Apa kalian tdk tahu kesalahan kalian?! Dasar baj*ng*n! Kalian sudah memasuki wilayah kami! Tidak siapapun yang boleh memasuki wilayah ini! Apa kalian paham?"
"Kalau begitu, kami akan pergi dari sini.. Selesai kan?" Ujarku tanpa berpikir sedikitpun
"Apa hanya dengan pergi, masalah kalian sdh selesai? Kalian! Hajar mereka ber dua!"
Aku dan Vita mengambil langkah mundur, kami berlari secepatnya. Tapi, mengapa Vita seperti memasang tampang marah? Pokoknya, aku dan Vita harus keluar dari sini!
"Hey! Jangan lari! Awas kalian!Jika tertangkap, aku tdk akan memaafkan kalian! ku biarkan kalian babak belur! Ingat itu!" Ujar preman itu sambil berlari mengejar kami
"Lys, emngnya salah kita apa sih? Masa cuma gara gara masuk ke wilayah mereka, orang harus dihukum? Jalan yg sekarang kita pijak pun ada yang punya, tapi apa pemiliknya marah saat kita melewatinya? Nggak kan? Mereka memang aneh!"
Ya! Yang dikatakan Vita bener. Aku yakin kami tdk bersalah, atas dasar apa pun kami memang tdk salah!
Kami berlari terus menerus, Aku merasa sempoyongan dan merasa tenagaku mulai terkuras! Bagaimana ini?
"Hah-hah-hah.. Vit, aku sdh nggak kuat! kamu lari aja, lagian yg mancing mereka itu aku. Aku yg salah.."
__ADS_1
"Lys, cepet lari! Gw ga peduli elu salah apa nggk, itu masalah nanti!.."
Preman itu semakin mendekat! Melihatnya aku sdh gemetar, dan mambuatku terkejut! Seketika aku lari kembali menjauhi preman itu. Namun..
"Vit, aku ga kuat.. Hoh-hoh.."
"Lys, jgn nyerah lys.. ayo!!"
...
...
"Heh! Kalian mau ke mana lagi hah?! Kalian ber dua, tdk pantas disini! HAJAR!"
Salah satu anggota mereka berjalan dan mengepalkan tangannya, dia angkat tangannya dan mempersiapkan pukulannya. Pukulannya pun menerjang perutku secara tiba-tiba. Aku memuntahkan darah begitu banyak. Vita pun terlihat gemetar dan sangat kaku. Kami tdk bisa berbuat apa apa lagi.
"Hey! Jangan cuma pukul dia,, pukul anak ini juga! Kalian semua lihatlah! Dia gemetaran dan terlihat tidak berdaya... tunggu apa lagi, hajar anak satu ini!"
"Kamu mau apa? Katanya mau coba bunuh kami? Ayo! Coba serang saja!" Ucap Vita selagi melakukan perlawanan
Beberapa preman kaget dengan kekuatan Vita, hanya saja boss mereka merasa geram dan muak dengan kejadian yg terjadi itu. Boss mereka pun memerintah anggotanya untuk mundur dan membiarkan dirinya maju untuk melawan Vita.
"Heh! Anak kecil ga usah ikut campur! Kalau kamu tdk menyerah, aku tdk akan segan segan membunuh kau!"
"Dasar preman tak tau diri! Knp nyuruh gw yg nyerah? Yang seharusnya nyerah itu elu sendiri! Ngerti nggak!"
Boss itu pun benar benar murka, dia menantang Vita untuk melakukan pertarungan kekuasaan wilayah, jika Vita menang, maka wilayah preman tsb akan diberikan pada kami. Jika Vita kalah, nyawa kami lah jadi taruhannya. Ku kira, Vita tdk akan menerimanya, tapi hatinya berpikiran lain.. Vita menerimanya tanpa memikirkannya terlebih dahulu.
__ADS_1
Pertarungan pun terjadi di antara mereka berdua.
Set! Pukulan preman yg meluncur ke arah wajah Vita! Vita menahannya dan mencoba memutar badannya ke belakang tubuh preman itu. Preman itu kesakitan! Vita pun langsung menendang punggung preman itu berkali kali. Preman itu menjerit dan tak berdaya, saat preman itu terjatuh di jalan, sepertinya Vita menyiapkan pukulan mautnya, dia mulai mengepalkan tangannya dengan sangat erat dan mengatur nafasnya. Ku kira Vita akan menghabisi preman itu. Tapi, hati berpikiran lain. Vita sdh tdk tega melakukannya.
"Ampun, maafkan saya! Sekarang wilayah kami sdh menjadi milik kalian!"
"Sudahlah! Tidak ada waktu untuk bicara dgn kalian semua. Gw maafin kalian semua, tp awas klu gw ngeliat kalian kyk gini lagi! Kalian semua akan habis ditanganku! Paham?"
Seluruh anggota preman itu menyetujuinya dan meninggalkan tempat itu. Aku pun mencoba membangunkan diriku sendiri. Tak kusangka, Vita sangat jago dalam hal bela diri.
"Lys, elu ga papa kan? Sini gw papah ke sana."
"Em! Makasih ya.. Btw, sekarang jam brp Vit? Aku telat kerja nih"
"Sekarang udh jam 4.10, kondisi elu kyk gini emngnya mau km paksain masuk kerja Lys? Lu ijin dulu aja, bsk kan masih bisa kerja?"
"Tapi kerjaanku banyak banget, kemarin baru masuk kerja aja sdh lembur sampe jam 11, bisa bisa aku dihina males kerja."
Vita hanya manut saja, dia berkata akan mengantarku bekerja setelah mengobati luka ku.
Selang beberapa saat, aku sdh diantar ke tempat kerjaku. Dan benar saja baru saja duduk ditempat, langsung diberikan beberapa buku jilid lagi. Kata sekretaris, aku harus memeriksa tulisan yang sekiranya tidak baku didalam file ini. Sekitar 2 buku ku selesaikan, aku menerima telepon dari manager. Dia menyuruhku membeli beberapa peralatan makan dan harus kembali dalam waktu 3 jam. Aku pun langsung pergi ke toko rumahan 'Mansion Weak'. Beberapa piring, gelas, dan sendok/garpu ku pilih dan membelinya. Aku pun kembali hanya dengan waktu dua setengah jam.
Saat kembali, ku letakkan peralatan itu di dekat pintu masuk supaya petugas membawakannya ke ruang pertemuan. Namun, seorang karyawan bernama Monica datang dan berkata "Piring model apa ini?! Kamu nggak bisa milih ya?! Ini tuh pertemuan resmi! Apa pendapat mereka nanti tentang peralatan makanan yang kuno dan terbuat dr kayu ini?"
" Tapi, saya hanya melaksanakan tugas saya. Lagian sy rasa, piring seperti ini cocok untuk menikmati hidangan. Akan terasa lebih asri dan nyaman jika para tamu merasakan makanan di atas kayu. Lagian, kayu ini adalah pilihan terbaik dan harganya juga lumayan."
__ADS_1
PLAK!..
Aku-aku-apa aku salah?