
Aku-aku-apa aku salah?Tamparan Monica meluncur ke wajahku dengan sangat keras. Wajahku memerah merasakan kesakitan dan malu.
"Hey! Kamu ga perlu sok pintar ya! Harga piring ini cocok untuk perempuan rendahan seperti dirimu! Siapa yang mau memakai piring jelek dan tidak bernuansa seperti ini selain dirimu?!"
Seketika se isi kantor mulai nyinyir tentang diriku dan mulai menertawai diriku. Aku malu dan serasa disingkirkan. Aku tidak bisa berbuat apa apa selain berdiri dan terpaku mendengar sindiran mereka. Tapi, petugas tetap membawakan piring-piring tersebut ke ruang pertemuan. Bagaimana ini? Jika manager tahu bahwa pilihanku buruk, mungkin saja gaji ku akan dipotong. Atau juga bisa aku dipecat!
*Di ruang pertemuan
"Pak, ini peralatan makan yang di bawakan oleh karyawan Lysa." Ucap satpam itu
"...,Panggil dia!"
"Baik pak."
*Lobby
"Nak Lysa, dirimu dipanggil pak manager. Harap persiapkan diri."
"Baik pak. Terima kasih infonya"
"Udah kubilang kan? Pilihanmu itu ga bermutu! Denger sendiri kan? Pak manager manggil tuh. Udah pasti mau marah lah!"
Aku pun memikirkan perkataan Monica, aku khawatir yang dikatakan Monica itu benar. Bagaimana jika aku benar benar dipecat? 😫
...
...
Aku pun membuka pintu ruang pertemuan dan memasuki ruangan tersebut. Disitu aku melihat semua peralatan makanan yang ku beli tertata rapi di atas meja berwarna hitam. Dan aku melihat pak manager memberikan serbet serbet di setiap peralatan makan.
"Permisi pak, ada apa memanggil saya? Kata Pak Satpam, anda memanggil saya."
"Ooh, saya cuma mau tanya. Apa benar ini pilihanmu sendiri?"
Akhirnya petanyaan ini pun terlontar dari mulutnya. Aku hanya bisa mengucapakan secara jujur bahwa aku lah yang memilihnya. Tapi, aku takut dengan konsekuensi memilih peralatan yang jelek dan tidak bernuansa ini..
__ADS_1
"Iya pak, saya yang memilihnya. Maaf pak, semua peralatan makanan jelek ini akan saya ganti uangnya. Saya baru tau para tamu tidak suka nuansa tradisional seperti ini. Sekali lagi mohon maaf "
Manager ku terdiam sejenanak. Dia pasti pasrah dengan kata kata ku. Sebenarnya pasti dia ingin memerahiku. Tapi, dia tersenyum dan..
"Hahaha, siapa yang tidak suka? Ini adalah pilihan terbaik! Sebelum kau masuk kerja disini, karyawan karyawan selalu memilih peralatan makan yang sangat mewah, dan kaca. Banyak para tamu kurang menikmati makanannya karena suasana tidak berubah. Semua serba mewah. Aku sengaja membiarkan para karyawan karena aku ingin melihat mereka, supaya mereka menyadari anehnya suasana rapat dengan perlengkapan serba mewah. Dan akhirnya kau datang untuk merubah suasana rapat ini! Kau karyawan terbaik. Aku akan memberikan bonus pada mu di akhir bulan nanti."
"Ah?! Benarkah pak? Terima kasih pak... Jika tidak berkeberatan..., apa saya boleh membantu ?"
"Iya, silahkan.. Kamu bisa menata dekorasi meja dan gorden."
"Baik pak"
Aku tidak menyangka bahwa hinaan para karyawan ternyata berlawanan dengan manager. Dan keuntungan dari hinaan itu pun juga cukup. Ternyata pak manager sangat baik. Siapapun yang menerima kebaikan hatinya, pasti sangat beruntung.
...
...
Beberapa menit kami butuhkan untuk mendekor ruang pertemuan. Sedangkan para tamu akan datang besok. Dan sekarang jam 8. Apa?! Jam 8?! Bagaimana ini? Tugas memeriksa file belum ku selesaikan.
"Permisi pak, jika sdh selesai, apa saya boleh kembali? Masih ada kerjaan yang harus saya selesaikan."
"Baik pak, permisi"
Setelah menutup pintu ruang pertemuan, aku langsung berlari menuju meja kerjaku. Aku ingat dengan perkataan karyawan Rui bahwa aku harus selesai hari ini, karena besok file nya akan direview oleh Kepala kami. Aku pun bergegas menghampiri mejaku. Tapi, sesuatu terjadi. Aku melihat Monica dan karyawan lain tertawa ke arah diriku. Aku hanya membiarkan mereka. Namun,,
"Mejaku! Kenapa ini?! Kenapa bisa ada air menggenang? Bagaimana dengan file jilidnya? Ada dimana filenya?!"
Aku mencari cari file jilid itu karena tidak ada di atas mejaku. Tapi, file itu tidak ada! Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Tatapan Monica membuatku curiga bahwa dia lah pelaku semua ini! Aku tidak boleh berdiam diri. Selagi dia salah, aku harus mengungkapkannya.
"Monica! Apa kau yang menumpahkan air di mejaku?! Kenapa kamu begini?!"
"Heh! Jangan nuduh orang dong! Kan kamu ga punya buktinya! Kalau ngomong jangan ngasal! Tunjukin dulu buktinya!"
Sudah ku duga! Aku tahu, pasti dia tidak ingin mengakuinya. Sudahlah, aku tidak boleh menuduh sembarangan. Biarkan dia melakukan apa yang dia mau. Yang terpenting sekarang adalah mencari file jilidnya. Ke mana aku harus mencari?
__ADS_1
Setengah jam mencari, tiba tiba petugas kantor datang menghampiriku.
"Nak Lysa, apa kau mencari ini?"
File nya! Akhirnya ketemu juga!
"Wah! Iya pak, bapak ketemu dimana? Apa tadi terselip dibangku saya ya? Saya kurang memperhatikannya 😅. Maaf sudah merepotkan bapak. Terima kasih pak"
"Iya nak sama sama. Tapi tadi ini saya ambil dan saya bawa. File ini tidak hilang."
Jadi, yang ngambil itu pak petugas? Tapi mengapa dia? Aku pun mulai melontarkan pertanyaan kepada pak petugas kantor.
"Mengapa bisa berada di bapak?"
"Itu nak, saat kamu ke ruang pertemuan, saya lihat Monica ngomongin tentang nak Lysa di depan pintu masuk. Saya khawatir nak Lysa kenapa kenapa sama pekerjaannya. Jadi saya bawa semua file jilid yang sedang dikerjakan nak Lysa. Dan benar saja, meja nak Lysa tergenang air. Bapak mau minta maaf, bapak tidak bantu nak Lysa, akibatnya..."
"Sdh pak, jangan menyalahkan diri sendiri. Yang salah bukan bapak kok. Sepatutnya saya lah yang meminta maaf karena sudah merepotkan bapak. Dan saya berterima kasih pada bapak karena sudah mau menjaga file penting ini. Kalau begitu, saya duluan pak. Terima kasih, permisi 😊😊"
"Iya nak, sama sama. Selamat bekerja."
Setelah meninggalkan pak petugas, aku pun bergegas melanjutkan pekerjaanku. Sekarang sudah melebihi jam 10. Dan aku baru menyelesaikan 3 setengah file jilid. Sudah 2 jam aku menyelesaikan 4 setengah jilid. Dan sekarang sudah jam 00.30 AM. Hari ini aku benar benar lembur. Seharusnya aku sudah tidur dan berbaring di kasurku yang nyaman dan menunggu sekolah. Tapi hari ini, aku menyelesaikan hari dengan menatap ribuan tulisan. Aku sangat mengantuk.
Dan..
Akhirnya aku menyelesaikan pekerjaanku! Ah! Sekarang jam 2 pas! Masih ada waktu untukku beristirahat. Ku lihat seisi kantor yang sepi dan gelap. Aku perlahan berjalan menelusuri lorong kantor yang pencahayaannya sangat lah redup. Tapi, mengapa bulu kudukku merinding? Aku merasa ada yang mengikuti ku!
Tap-tap-tap
Suara langkah kaki!
"Siapa disana? Apa ada orang?" kataku tanpa membalikkan badanku ke belakang.
Tapi,, ada sesuatu yang memegang bahuku...!!
KYAAAA!!!
__ADS_1
...
...