
"KYAAA!! Jangan sentuh aku! Pergi!"
...
...
...
"Tenang nak! Ini saya, pak satpam. Nak, Lysa tidak perlu takut."
"Oh, ternyata bapak ya? Hah, maaf pak saya kira ada suatu makhluk yang menyentuh saya 😅. Bapak jaga kantor 24 jam ya? Knp masih disini?"
"Oh, gini nak. Sebebernya tadi bapak sudah siap siap pulang. Tapi karena staff bilang masih ada yang lembur, jadi saya sengaja mutar mutar di lorong supaya bisa lihat keadaan sekitar. Ehh,, ternyata oh ternyata nak Lysa yg lembur."
"Heheh, maaf ya pak. Karena saya, bapak ga jadi pulang. "
" Ngga papa nak. Ngomong ngomong, kerjaan nak Lysa sudah selesai? Kalo sudah, mari pulang bersama. Saya antar sampai pintu depan."
"Baik pak, terima kasih"
Aku dan pak satpam sudah sampai dipintu depan, kami saling berpamitan untuk pulang. Pada akhirnya, aku sampai rumah jam 2.36 AM.
"Huh... masih sempat tidur, aku harus cepat."
Aku pun tertidur. Karena lelah, aku tidur sangat lelap. Tubuh tak berdaya ku mulai pulih. 2 jam berlalu, sekarang sudah jam setengah 5, Alarm ku pun berdering. Aku terbangun.
*Kriiiing... Kriiiing...
"Uh? Huh, ternyata alarm.. sekarang pasti sudah jam setengah 5. Mandi dulu deh."
Aku pun pergi ke kamar mandi untuk mempersiapkan diriku. Mandi, mengenakan pakaian, menyisir rambutku, menghabiskan sarapan, dan seterusnya. Tepat jam setengah 6, aku berangkat ke kampusku. Kampusku berjarak sekitar 6 km. Butuh 12 menit jika aku menaiki taxi. Aku pun bergegas menaiki taxi dan berangkat.
Kehadiranku di kampus sekitar jam 6. Aku pun berjalan menuju kelasku yang berada di lantai 3.
*Dzzt... dzzt...
"HP ku bunyi? Siapa yg nelfon ya?"
Aku buru buru mengambil dan memeriksa HP ku. Ternyata temanku, Gia yang menelfon. Segera ku angkat panggilan darinya.
"Halo, Lys.. Eh, hari ini aku ga masuk nih.. Tolong nanti ijinkan ke Pak Hen, yaa.. Aku lagi ada acara keluarga. Dari tadi aku telpon Molly tapi ga dia angkat"
Pak Hen adalah wali kelas kami sekaligus pak guru yang mengajarkan sosialisasi terhadap semua murid.
"Oke, nanti aku sampaikan. Bye~"
"Uhm!"
Setelah menelpon Gia, aku lanjut berjalan menuju kelasku. Aku pun bertemu Vita saat jalan ke kelas.
"Boo! Hai Lys!"
"Eh?! Iya halo Vit..."
"Kenapa? kok keliatannya km lemes banget?"
"Yaa.. gara gara kejadian kemarin lah.. ditambah lagi tadi aku lembur kerja sampe jam 2"
"Pantes.. Ya sudah nanti waktu istirahat gw beliin susu mau gak? Sama roti juga?"
"Boleh Vit, makasih ya..."
__ADS_1
Kami berjalan menuju kelas bersama. Dan..
Deg! Deg! Itu kan Roren? My God! Bagaimana ini?? Haph... Huh... Tenang, jgn tunjukin ekspresi mencurigakan.
Tapi, Vita menoleh ke arahku..
"Elu demam ya Lys? Kok merah banget sih wajah mu?"
Aku menghiraukan omongan Vita, aku tdk mendengarkannya. Aku juga baru sadar Vita sedang berbicara padaku. Habisnya, aku terlalu salah tingkah!
"Woi, Lys! Elu denger nggak?"
"Eh?! Emm, maaf Vit. Aku ga denger.."
"Masa gw ngomong disebelah elu, elu nya ga denger sih? Wah, jangan jangan lagi salah fokus nih!"
"Eeem,, nggak aku ga liat apa apa kok.."
...
...
Vita pun melihat sekeliling. Dan akhirnya Vita menemukannya 😐
"Tuh kan, apa gw bilang. Pasti lu lagi liatin dia kan? Hahaha, jujur deh 😂! Iya kan? Bener kan?"
"Apa apaan sih Vit, emngnya 'dia' itu siapa?"
"Mau pura pura ga tau apa gw teriakin namanya? Hayo loh!"
"Ehh! Jangan Vit, jgn gitu dong. Emang kenapa sih, aku cuma liat dia aja kok.."
"Ih, sudah ah.. Ke kelas aja yuk!"
"Baik, karena materi kita kali ini adalah praktek. Maka saya akan membagikan kelompok dengan cara diundi. Bagi yang mendapatkan nomor yang sama, harap berkumpul sesuai nomor yang didapat. Paham?"
"Iya pak!" Jawab seluruh murid
Sesuai absen dipanggil untuk mengambil nomor undian. Molly pun dipanggil, dan absen setelah Molly adalah diriku. Aku maju dan mengambil nomor undian. '2'! Kira kira Siapa yang dapat 2 ya?
"Baik, semua sdh mendapatkan nomor! Silahkan berkumpul dengan kelompoknya masing masing!"
Kelas kami rusuh sebentar karena mencari kelompok.
"Hey! Kamu kelompok berapa? Aku 3"
"Hey, aku 3! Kita satu kelompok! YAY!"
"Km kelompok brp?"
"Kamu satu kelompok sama aku!"
"Hey! Mana kelompokku?"
*Sedikit cuplikan percakapan antara author dan tokoh:
Author 😜: Lys, gimana kelasmu?
Lysa: Rame thor! Yap! Seperti yang readers baca, tulisan tebal itu aku kutip dari kerusuhan kelasku. Sekiann 😪
"Vit, kamu kelompok berapa?"
__ADS_1
"2. Wah! Kamu juga 2 ya?! Kyaaa,, satu kelompok denganmu deh, Lys... "
"Hahah, ayo kita cari tempat duduk."
Seiring berjalannya waktu pencarian kelompok, makin lama kelas semakin ramai karena bercerita satu sama lain. Kelompokku masih ber dua saja, hanya aku dan Vita. Belum ada yang mampir ke kelompok kami. Namun,,
"Hey! Kalian kelompok 2?"
"Iya, kamu kelompok 2?"
"Kalau bukan, untuk apa aku menanyakan pertanyaan seperti itu.."
Dia pun langsung duduk ditempat kami. O iya, namanya adalah Juen. Banyak murid kelas kami yang jatuh cinta padanya. Selain pintar, dia juga tampan, jago olahraga pula.
"Lys, boleh juga nih cowok. Mau yang mana? Renzo apa Juen?"
"Apaan sih Vit! Aku masih memilih Renzo. Dia baik sekali denganku"
"Okay, aku paham..."
Setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Di kelompokku terdiri dari 2 cewek dan 3 cowok. Sangat disayangkan, Renzo bukan lah kelompok kami. Sepertinya dia berkelompok dengan Ratu kelas kami namanya 'Wana'
"Renzo, agak geser sedikit donk! Biar ku foto. Kalian berdua cocok sekali!" Ucap salah satu anggota kelompok Renzo
"Apa yang kalian maksudkan? 😅 Kami berdua sangat berbeda..." Ujar Wana
"Renzo, apa kau tidak ingin mendapatkan pacar seperti Wana? Selain cantik, badannya juga bagus! Apa kau tidak tertarik?"
*Renzo tersenyum
Uh.. Entah mengapa, aku merasa ada yang hilang dari hidupku. Tapi tidak masalah, lagi pula Renzo pasti menyukai Wana. Mana mungkin pria hebat seperti Renzo bisa menyukai diriku ini? Asalkan dia senang aku pun akan senang. Namun, aku merasa aku terpojokkan. Perasaanku sedih, aku tak bisa mengendalikan diriku..
"Lys, kamu kenapa? Ehm... Aku tahu kok Lys, jangan sedih ya?"
"Ehm? Iya, aku ga sedih lagi kok 😄"
(😢)
"Baik, semuanya, praktek pertama adalah tentang penghijauan. Setiap kelompok, cari disekitar sekolah tumbuhan obat yang tersedia di sekolah kita. Masing masing kelompok tidak boleh sama"
Beberapa kelompok sudah mendapatkan tumbuhan yang mereka dapatkan. Tinggal kelompokku dan kelompok Renzo yang belum menemukannya. Tapi, sepertinya aku menemukan tumbuhan di bawah pinggir kali itu.
"Vit, ada tuh tumbuhannya. Aku ambilin ya. Tunggu bentar."
"Oke..."
Tapi, Vita dipanggil Juen untuk mencari disekitar belakang sekolah.
"Lys, aku ke sana ngga papa kan?"
"Oh, iya ga papa.."
"Ok, bentar ya.."
Ih, kayaknya licin deh disekitar kali ini. Bagaimana aku turun? Sudahlah, aku berhati hati saja.
Ukh,, Susah sekali digapai.
...
...
__ADS_1
...
OOPS! Sepertinya aku tergelincir! Akh! Aku akan terjatuh ke kali...