Kehidupan S'Tlah Menikah

Kehidupan S'Tlah Menikah
keyakinan Bu nur terhadap Bayu Mukti eps 22


__ADS_3

cia sudah di perbolehkan pulang,


kedua perempuan baru baya tu sudah menyelesaikan semua urusan di rumah sakit


kini merek begegas menuju kekediaman cia dan suaminya


betapa terenyuh nya hati kedua perempuan itu,melihat keadaan cia yg sekarang serba kekurangan atau bahkan bisa di bilang jauh dari kata cukup.tak terasa air mata Mama menetes melihat kediaman ank semata wayang nya sekarang.


cia beristirahat di kamar,sementara Bayu berpamitan kepada kedua perempuan itu,karna dia akan kembali bekerja di pabrik.


" bu,maaf aku harus pergi " ucap Bayu.


nenek mendengar ucapan Bayu yang memanggil menantunya ibu menoleh,


" ibu... jangan panggil menantu ku ibu,sekarang kau sudah jadi bagian dari keluarga kami,kau haru memanggilnya dengan Mama." kata nek Neli


Bayu terdiam sembari melihat ke arah bu nur,seolah meminta persetujuan ny.


Bu nur yang melihat itu mengerti dengan ekspresi wajah Bayu,lalu segera berujar.


" iya nak.. betul yang di bilang nenek,aku Mama cia berarti Mama mu juga,jangan panggil aku ibu lg,panggil aku seperti cia memanggil ku " katanya


Bayu mengangguk kan kepalanya.


" sekarang Bayu pamit pergi ma,nek " pamit Bayu


nenek heran Bayu ingin pergi Kana,sementara cia baru saja pulang.


cia yang melihat itu segera memberi tahu nenek

__ADS_1


" kak Bayu harus ke baprik nek, selama cia di rumah sakit kak Bayu tidak pernah masuk kerja,kak Bayu selalu ada buat cia,dan pagi tadi kak byuyu mendapat telpon jika dia harus bekerja,cia tak ap jika di tinggal kak Bayu,sekarang di sini sudah ada nenek dan Mama yang menemani cia'" ujar cia.


kedua perempuan itu mengerti,dan memberikan izin kepada menantunya it untuk segera berangkat.


......................


malam ini Mama dan nenek memutuskan untuk tidur saja di rumah cia,arna mereka msh ingin melepas rindu dengan cia


di kamar Mama masih memeluk cia,


" sayang... kau bahagia dengan Bayu ...? " tanya Mama


" iya ma,cia bahagia,, kak Bayu begitu menyayangi cia,dia tak pernah marah ataupun membentak cia,cia benar benar bahagia ma mendapat org seperti kak Bayu " jawab Tia


nenek yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka ikut bergabung


" tapi sayang, apa kau bisa menerima keadaan mu yang seperti sekarang,kau tak terbiasa hidup begini " kata nenek


" nek.cia sudah dewasa, cia bisa menerima keadaan cia sekarang,walaupun disini begitu kecil,kasur yang tak empuk seperti di rumah,tapi di sini cia mendapatkan beribu kasih sayang dari keluarga kak Bayu nek." ujar nya


nenek yang mendengar nya perkataan cucu nya ini,tidak menyangka jika cucu kesayangan nya ini sudah begitu dewasa,sanggup meninggalkan kehidupan mewah nya dan hidup seperti sekarang ini." " nenek bangga padamu " katanya


hari sudah begitu larut,mama meminta cia u tuk beristirahat karna melihat kondisi putrinya yang belum stabil,ketika cia tertidur Mama keluar dari kamar cia sembari menahan pilu hati memandang keadaan tempat tinggal anknya sekarang.


setiba di teras


Ama melihat Bayu yang duduk mematung di sana.( sewaktu Mama di dalam tadi Bayu sempat mendengar obrolan ank dan mama itu )


Mama melihat raut wajah itu,seilah mengetahui kegundahan hati Bayu

__ADS_1


" nak bayu,apa yang kau lakukan disini,kenapa kau belum tidur bukan kah besok kau mesti bekerja ke baprik " tanya Mama


Bayu yang terkejut langsung menoleh ke arah suara.


" ma... " ujar nya


" kau belum menjawab pertanyaan Mama,ap yang kau lakukan disini...?" tanya Mama lagi


spontan Bayu kembali berlutut di hadapan sang mertuanya,


" apa yang kau lakukan nak..?" tanya Mama lagi


" ma, maaf kan Bayu,bayu belum bisa memberikan yang terbaik untuk cia" ujar Bayu di balik Isak tangis ny


" sudah lah nak,mana juga bersalah jika saja papa tak kekeh dengan keputusannya semua tak seperti ini " kata mana menenangkan Bayu


mendengar kata papa,bayu menyimpan rasa kuatir di sana,bagaiman pun juga papa tak akan setuju dengan pernikahan mereka.


Mama melihat ekspresi nya,mama mengerti akan hal yang ada di pikiran Bayu


" ma,soal papa... ujar Bayu terputus.


" iya ,Nana tau .... "


tiba tiba terdengar suara Dr dalam,


" sial yuda,urusan ku,kau Bayu tak usah kuatir,biar aku yang urus,yang terpenting sekarang kau jaga dan urus cucu dan calon cicit ku," kata nenek menenangkan ketegangan di antara mereka berdua.


Bayu yang mendengar bisa sedikit bernapas lega,

__ADS_1


perbincangan mereka pun berakhir,


waktu sdh begitu larut,mam dan nenek kembali masuk kekamar,sementara Bayu tertidur di ruang tamu di atssopa yang sudah butut.


__ADS_2