Kehidupan S'Tlah Menikah

Kehidupan S'Tlah Menikah
pak yuda mendengar cerita tentang cia eps23


__ADS_3

sudah hampir 5 hari Bu nur,dan nek Neli melewati bersama,menemani ank nya melewati hari menjalani kehamilan nya yang pertama di usia ny yang masih sangat muda,hari ini nek Neli dan Bu nur akan pulang,setelah berpamitan kepada Bayu dan kedua kakak sepupunya serta cia mereka pun bergegas menuju ke ibu kota.


perjalan yang sangat melelahkan,


setiba di rumah,saat sedang bersantai di ruang tv,bu nur menghampiri mertuanya,


" ma,, kenapa belum tidur...?? "


nek Neli menoleh ke arah bu nur


" sebentar lagi nak " ujarnya


ia mengalihkan pandangan nya dari siaran acara televisi yang sedari tadi di liat nya,serta menoleh ke arah bu nur,nek Neli melihat ad raut wajah bingung di sana.


" apa yang kau pikirkan nur ...?? tanya nya lagi


Bu nur menghela napas panjang.


" ma... aku bingung.. entah bagaimana cara ku mberitahukan mas yuda tentang cia ma...?? " katanya


ad nada yang sedih bercampur gusar di kata kata nya.


nek Neli pun menghela napas.


" rupanya itu yang membuat mu segundah ini " ujar ny


Bu nur mengangguk kan kepalanya.


" sudah tak usah kau pikirkan dulu hal itu, hari sudaharut malam,mari kita istirahat dahulu,esom baru kita akan mencari cara nya."


dengan merasa tidak begitu puas dengan jawaban sang mertua,bu nur pun bergegas meninggalkan mertuanya.nek Neli pun beranjak dari sana,dan segera menuju ke kamar tidurnya.


tepat jam 10 pagi ketika semua nya sedang bersantai,pak yuda pun tiba di rumah,


pak yuda yang belum mengetahui jika ibu dan istrinya sdh bertemu dengan anaknya,melihat aneh ke arah bu nur,yg pagi itu begitu ceria menyambut kepulangan nya,tak seperti biasanya..


" papa...." Bu nur menghampiri pak yuda dengan wajah yang tersenyum bahagia


" tumben Mama hari ini begitu ceria tak seperti biasanya.??" tanya pak yuda,yang masih berusaha menjawab pertanyaan nya sendiri.


Bu nur Hany tersenyum,,


" kau melupakan ibu mu ini...??" kata nek nur..


pak yuda menoleh..


" tentu tidak ma... bagaimana aku bisa melupakan kedua orang yang terpenting dalam hidup ku ini " ujarnya sembari meraih punggung tangan buk Neli dan mendaratkan ciuman hangat ny di sana.

__ADS_1


mereka pun masuk kedalam rumah...


pak yuda yang sdh segar sehabis mandi dan sdh berganti pakaian,menuruni tangga,dan menghampiri kedua bidadari.


" wa... papa sudah segar ni..." timpal Bu nur,sembari memberikan segelas teh hangat buat pak yuda.


pak yuda melemparkan senyum khasnya kepada istri tercintanya..


sebelumnya,nek Neli yang memutuskan akan membicarakan soal cia kepada ayah nya ini.


" yuda.. kemari " kata nek Neli


pak yuda pun beranjak dari kursinya dan menghampiri sang ibu.


" iya ma..."


" aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu"


" apa itu ma..?? " tanya pak yuda dengan wajah yang keheranan.


nek Neli mengambil napas panjang sebelum memulai pembicaraannya..


" aku ingin mengatakan tentang Cia." ujar nek Neli singkat..


Bu nur yang mulai berubah raut wajah ny karna ras cemas yang sedang melandany.


" Cia..,ma.. ada apa dengan cia..??" tanya pak yuda yang tak kalah khawatirnya.


pak yuda memandang ibunya dengan seribu tanda tanya yang menghampiri benak nya sekarang.


" maksud Mama...?? ada apa dengan anak ku ma...?? " tanya pak yuda bertubi.


nek Neli pun tak ingin membuang waktu.


" sekarang aku ingin bertanya dulu padamu.jika kau mendengar tentang cucu ku,apa kau berjanji tak akan marah...?" tanya nya lagi


pak yuda yang masih kebingungan dengan ini semua hanya terdiam.


" yuda..Mama tau ini berat buat mu,tapi semua sudah terjadi "


pak yuda yang sudah tak sabar mendengar apa yang akan di bicarakan ibunya ini segera angkat bicara.


" ma.ada apa ini...?? " desak nya tak sabar.


" baik lah..


nek Neli terdiam sesaat dan kembali melanjutkan.

__ADS_1


" yud,cia sudah menikah...??"


pak yuda yang mendengarnya terkejut bukan kepalang,mendengar ini semua seluruh darah nya terasa berhenti,dia pun masih terdiam dengan perasaan ny yang kacau.


" cia sdh mempunyai kehidupan baru,bahkn cia sekarang sedang mengandung cucu mu" katanya melanjutkan..


pak yuda semakin kacau mendengarnya,


" semua sudah terjadi,mau tak mau kau harus menerima cia dan suaminya " kata nek Neli.


Bu nur yang sedari tadi terdiam,tiba tiba pecah sudah tangis ny. pak yuda yang masih terdiam,dengan bulir air bening di sudut matanya,


" biar bagaimana pun kau tK bisa menghapus kenyataan yang sudah ad " ujar nek Neli melanjutkan.


pak yuda yang sedari tadi terdiam mengangkat kepalanya.


" apa yang Mama katakan..?" tanya nya


dari nada suaranya terdengar sekali jika pak yuda memendam penyesalan di sana.


" iy.. mau tak mau kau harus menerima anak dan menantu mu.."


" kami sudH menemui ci dan suaminya kmren,keadaan cia begitu menyedihkan kan,dengan hidup di rumah yang sempit,dengan kehamilan ny yang lemah,ia menanggung sendiri ya tanpa memberi tau kan kepada kita keadaanya sekarang " nek Neli terdiam sesaat,kemudian dengan segera melanjutkan.


" Mama tau kau pasti kecewa, marah,dengan tindakan anak mu,tapi apa msh pantas kau ingin menghukum nya..? Dengan keadaan nya yang seperti ini,ini sudah lebih dari cukup hukuman untuk dirinya. " ujarnya lagi.


pak yuda masih bungkam.bu nur menghampiri nya.


" pa.. maafkan Mama,karna kemaren tak memberitahu papa jika kami sudah mengetahui di mana cia sekarang" ujarnya sembari meraih tangan suaminya,dengan air mata yang masih setia di pipinya.


" Mama mohon maafkan cia pa,dia sudah sangat menderita,dia begitu kurus,dengan keadaanya sekarang," ujarnya melanjutkan.


" sekarang pikirkan oleh mu,apa masih pantas kau menghukum anak mu yang Mama rasa sudah lebih dari cukup menerima hukuman dari mu,selama beberapa bulan ini. " kata Bu neli melanjutkan.


pak yuda yang sedari tadi diam bungkam seribu bahasa,berdiri dari duduknya,sbati berujar.


" ma,berikan aku waktu untuk mencerna semua ini..?"


tak bisa di pungkiri nalutiny sebagai seorang ayah pasti terenyuh mendengar tentang anak semata wayang ny ini,tai di sisi lain kemarahan juga masih melanda hatinya.


ia bergegas pergi meninggalkan kedua wanita paru baya itu.


" pa... papa... " panggil Bu nur.


pak yuda berlalu tanpa memperdulikan panggilan istrinya.


Bu nur ingin .menyusul pak yuda,tapi tangannya sudah di pegang oleh nek Neli.

__ADS_1


" berikan yuda waktu dan sendiri untuk memikirkan hal yang terbaik untuk cia " ktanya


Bu nur mengikuti saja perkataan mertuanya,sembari memeluk nya,dengan perasaan hati yang entah mau di utarakan bagaimana saat ini.


__ADS_2