
, ' Hana, apa yg kau bawa itu,'...
sang ibu kaget ketika melihat putrinya itu datang dengan membawa beberapa barang di tangan nya,..
" peralatan untuk membuat pakaian anak kecil,aku ingin mencoba membuat nya beberapa,.."
' benarkah, kalo begitu bagus lah,....
ibu bantu , dan kurasa ibu bisa mengajari bagaimana cara membuat nya,...'
" oh ,iya,..."
sekilas ibunya memperhatikan kondisi putri nya itu, dan ibunya sempat merasa heran karena wajahnya terlihat begitu pucat,...
' kau baik baik saja, Hana?..'
" iya,... hanya tadi aku sempat merasa kesal karena tidak sengaja bertemu dengan Yuji"
' m, benarkah , tapi kau tidak apa-apa kan ?,. '
" m, aku baik-baik saja?,"
' m, lalu apa yg terjadi?,'
"tidak ada ,....ibu tolong jangan berikan nama pada anak ini,"
' h, apa maksudmu ibu tidak mengerti,..'
" karena aku ingin ayahnya yg brengsek itu yg memberikan nya sebuah nama,"
' Hana,..'
__ADS_1
" dia tidak bisa hidup seenaknya, tanpa mengetahui bahwa dirinya sekarang sudah mempunyai tanggung jawab,..."
' kau jangan gegabah Hana, apa yang sebenarnya sedang kau pikir kan,'
" ku mohon ibu ,aku bisa gila jika setiap detik yg ku pikir kan hanyalah dia,..",..
' hana'
" aku mencoba, sungguh aku berusaha sebisa untuk tidak memperdulikan dia, tapi.."
sang ibu yg melihat putrinya itu nampak begitu putus asa, hanya berusaha untuk menenangkan nya...
nampak nya ibunya mungkin mengerti bahwa, disaat kondisi putri nya yg sedang mengandung itu, ternyata anak perempuan nya itu sangat menginginkan pria yg selalu membuat nya merasa sedih, ada untuk mendampingi dirinya, hingga sang ibu penasaran dan mulai mempertanyakan isi hati putri nya tersebut....
' apa kau mulai mencintai pria itu,Hana?,..'
sontak pertanyaan sang ibu membuatnya terhenyak,. tapi dengan ekspresi yg gugup dia pun menjawab,.
' apa yang dirasakan oleh hati mu, hanya dirimu lah sendiri yg tahu,tapi yg ibu pinta adalah kau bisa menjaga diri mu baik baik
,... karena mulai sekarang hidup mu itu bukanlah milik mu sendiri,..'
" m,""
perempuan itu hanya mengangguk,walau di dalam hati itu selalu merasa gelisah,karena terus tidak bisa memikirkan pria itu.
"( lalu aku harus apa, agar hati ku ini bisa tenang, sementara rasa sesak ini benar'benar menyiksa ku)"
hari itu Hana mencoba berkompromi dengan waktu, dia tidak lagi membuang waktu dengan hanya melamun,atau melakukan hal yg menurut nya sia sia,
sedikit demi sedikit dia mulai belajar bagaimana membuat sesuatu untuk buah hatinya nanti kelak, seperti belajar membuat baju , sepatu dan berbagai macam aksesoris untuk perlengkapan bayi,
__ADS_1
melihat perubahan sikap nya itu,sang ibu bukannya tidak merasa senang hanya saja dia merasa aneh,.
karena sepertinya anak nya itu menyimpan atau sedang merencanakan sesuatu.
' tidur lah,Hana ini sudah malam..
bukan kah nanti bisa dikerjakan lagi , lagi pula masih banyak waktu kan.'
" iya ibu sebentar lagi,aku hanya penasaran baju ini akan seperti apa, jadi nya nanti,.."
' baiklah, tapi jangan terlalu larut yah'
"m "
Hana pun hanya tersenyum, walau sebenarnya setelah ibunya pergi,..
dia menangis tersedu sedu, karena mengingat pria itu,.
"pagi , Bu ,."
' pagi,loh kau mau pergi kemana,.?._'
" oh aku mau mencoba berendam di air danau."
' apa, kau pasti sedang bercanda Pagi pagi begini lagi pula kau,..'
" tidak apa-apa ibu,aku bisa menjaga diri ku sendiri lagi pula aku hanya sebentar kok,..
' h'
'
__ADS_1