
...🌻 Happy Reading🌻...
Saat liburan akhir tahun tiba,Carlista dan teman-temannya pergi liburan, mereka sangat bersenang-senang dengan liburan akhir tahun mereka itu, setiap hari hanyalah sebuah senyum dan tawa riang yang tersirat di wajah mereka.
Hingga setelah liburan selesai, mereka pun pulang dari liburan untuk kembali melanjutkan sekolah mereka yang sekarang sudah naik kelas XI SMA.
"Wah, liburannya seru banget ya,jadi nggak pengen pulang ke rumah" ucap Masya teman sekelas Carly.
"Iya, nggak kerasa liburan akhir tahun udah usai dan sekarang kita sudah naik ke kelas 2" lanjut ucap Jessica teman sekelas Carly juga.
Mereka terus merocos sepanjang jalan di dalam mobil,tapi tidak dengan Carly,dia hanya duduk melamun di bangku depan mobil.
"Hey, Carly!" Kejut Jessica yang duduk di samping carly sambil menyetir mobil.
Seketika Carly langsung terkejut dan langsung bertanya kepada temannya itu.
"I--iya,ada apa?" tanya Carly yang baru tersadar dari lamunannya.
"Lo, kenapa si car. Kita asik ngobrol tapi lo malah bengong aja dari tadi" ucap Jessica.
"Iyah nih si Carly,lo lagi mikirin apaan sih?" tanya Masya yang duduk di bangku belakang.
"Emm.... gue..." Carly kebingungan menjawab pertanyaan teman-temannya itu.
"Gue apasih?'
"Itu sebenarnya gue... ngerasa aneh sama papa" ucap Carly.
"Aneh kenapa?" tanya Jessica.
"Nggak biasanya dia izinin gue liburan gini, pasti langsung ngelarang" jawab Carly.
"Iyah juga sih, biasanya kan papa lo nggak pernah izinin pergi liburan sama kita" ucap Masya
"Kok perasaan gw jadi nggak enak gini ya" ucap Carly sambil menyentuh dadanya.
"Udah, nggak usah di pikirin. Mungkin papa lo udah sadar kalau dia nggak boleh terus-terusan mengurung anaknya di rumah,makanya dia ijinin lo pergi liburan barengan sama kita" ucap Jessica meyakinkan Carly.
"Mungkin juga kali ya"
Jessica terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata menuju ke rumah carly.
________
Mereka pun sampai di rumah Carly.
"Yaudah, gue duluan ya,capek banget nih" ucap Carly ke teman-temannya.
"Ok, sampai ketemu besok di sekolah ya" ujar Jessica.
Carlypun keluar dari mobil jessica dan menuju ke rumahnya.
"Byyy" ucap Masya yang duduk di dalam mobil sambil melambaikan tangannya.
"Iyh,byy"
Jessica kembali menyalakan mobilnya dan pergi dari depan rumah Carly.
Carly lalu membuka pintu gerbang dan masuk ke rumahnya sambil membawa koper besar di tangannya.
"Morning semua....." pekik Carly saat masuk ke dalam rumah.
"Eh, Non. Carly udah pulang.Gimana liburannya Non?" tanya bibi Rani sang asisten rumah tangganya Carly.
"Bi rani?,seru dong bik, liburannya seru banget. Apalagi bareng temen-temen" jawab Carly girang.
Bi Rani hanya tersenyum melihat majikannya yang sedang gembira itu.
"Hmm, papa sama mama dimana bi?" tanya Carly sambil melirik-lirik ke seluruh arah.
"Nyonya pergi ke Amerika non"
__ADS_1
"Amerika?,mama pergi ke amerika?,kok nggak-ngajak aku sih" ketus Carly.
"Mungkin nyonya tidak ingin mengganggu waktu liburnya Nona"
"Hmmm, terus papa pergi juga?"
"Tidak ? Non. Tuan, ada di ruangan kerjanya"
"yaudadeh aku mau ketemu sama papa dulu. Bibi tolong bawain koperku ke atas ya" pita Carly sambil memberikan kopernya ke rani.
"Baik non"
Carly langsung menaiki tangga menuju ke ruangan kerja papanya.
Sesampainya di sana Carly mengetuk pintu.
Tok tok tok.
"Masuk" ucap papa Carly yang sedang sibuk dengan laptopnya.
Carly lalu membuka pintu dan masuk sambil berkata "pagi pa.."
"Ternyata kamu Carly,papa kira siapa" ucap seorang pria paruh baya yang berumur sekitaran 40 ke atas sedang duduk di bangku kerjanya sambil memainkan laptopnya yang tak lain pria itu adalah, Robert Rachma. Papanya Carly.
"Iyah pa,ini aku" ucap Carly sambil tersenyum ke papanya.
"Bagaimana dengan liburanmu?" tanya Robert
"Liburannya seru banget,aku seneng banget bisa liburan akhir tahun ama temen-temen" jawab Carly begitu gembira.
"Syukurlah kalau begitu, papa ikut senang mendengarnya"
"Ngomong-ngomong, papa kenapa nggak ikut mama pergi ke amerika?"
"Papa tidak bisa menemani mama kamu ke amerika. Pekerjaan papa banyak sekali di sini"
"Ohh, gitu"
"Hal penting apa pa?" tanya Carly penasaran.
"Nanti kamu juga tau sendiri" jawab
Robert sambil menyeduh kopinya.
"Sekarang aja pa,aku udah penasaran nih" desak carly ke papanya.
"Tidak sekarang,mending kamu pergi mandi sana,papa udah nggak tahan sama bau keringat kamu tuh" ketus Robert membuang pandangannya dari Carly.
"Ihhh, papa mah gitu,ke anaknya malah di katain bau" manyun Carly merasa kesal dengan papanya itu.
"Yasudah, cepat mandi sana"
"Hmm ,yaudah deh aku pergi mandi dulu" Carly lalu berjalan menuju pintu untuk keluar.
Carly langsung menuju ke kamarnya dan mengeluarkan baju-bajunya yang di dalam koper,carly mengeluarkan sebuah album foto dirinya dan teman-temannya.
"Tahun ini sungguh sangat menyenangkan" lirih Carly sambil tersenyum melihat album foto itu.
Carly lalu menyimpan album foto itu di dalam twalet dan mengambil handuknya untuk mandi.
_______
"Ah.. rasanya seger banget habis mandi" ucap Carly sambil melap rambutnya.
Selesai menyisir rambut Carly kembali ke ruangan papanya.
Carly masuk ke ruang itu dan papanya melihat ke arah nya lalu bertanya "kamu udah selesai mandi?"
"Udah pa, sekarang aku udah wangi kan?
"Hmm..... biasa saja"
__ADS_1
"Ihh papa!" pekik Carly kesal.
Robert hanya tersenyum melihat tingkah laku anaknya itu.
"memangnya, ada hal penting apa yang ingin papa bicarakan denganku?" tanya Carly ke papanya sambil meminum susu yang di bawahnya tadi dari dapur.
"Minggu depan kamu akan menikah" jawab Robert datar.
"Phftt.....!" Carly memuntahkan air susu yang sedang di minumnya karena kaget dengan jawaban papanya.
"Me_me_menikah pa?"
"Iya"
"Hmm nggak, nggak mungkin. Aku yakin papa pasti cuman bercanda" cengir carly merasa sedang di prank oleh papanya.
"Papa tidak bercanda,papa bicara serius" ucap Robert dengan wajah serius.
"Tapi kenapa pa? kenapa aku harus menikah secepat ini,aku baru naik kelas 2 SMA"
"Apa masalahnya,kamu akan tetap sekolah setelah menikah"
"Tidak! tidak! tidak!, aku tidak akan menikah" bantah Carly dengan nada tinggi.
"Kamu, mau membantah dengan papamu sendiri? kamu mau jadi anak durhaka?"
"Tapi pa-"
"Tidak ada tapi-tapi, bokoknya kamu tetap akan menikah!" tegas Robert langsung memotong ucapan Carly.
"Ohhh jadi ini, kenapa papa biarin aku liburan bareng temen-temen aku. alAgar papa bisa seenaknya mengatur pernikahanku tanpa persetujuan dari ku. Papa keterlaluan ya" oceh Carly merasa kecewa dengan papanya.
"Terserah, apa kata kamu. Minggu depan apapun yang terjadi kamu akan tetap menikah, titik." ucap robert tanpa mempedulikan ocehan anaknya itu.
Carly mengerutkan kening dan menggertakkan giginya merasa sangat kesal dengan papanya.
Drrrtt.... Drrrtt....
Tiba-tiba suara ponsel Robert berbunyi
robert lalu mengubah pandangan matanya dari carly ke arah ponselnya yang sedang berbunyi itu.
Calling Bram
"Ya, halo"
"Halo pak, ada masalah di kantor"
"Baiklah, saya segera ke sana"
Robert langsung menutup ponselnya.
"Papa ada urusan di kantor,kamu baik-baik di rumah,dan ingat waktumu tinggal seminggu lagi" ujar Robert kepada Carly lalu menggambil jas nya dan keluar dari ruangan itu.
Kini di ruangan itu hanya ada Carly seorang.
"Huft....., kenapa sih ini harus terjadi,kenapa aku harus menikah secepat ini. Terlebih lagi aku belum pernah melihat seperti apa wajah calon suamiku itu" ketus Carly.
"Aku, harus memikirkan sebuah cara agar pernikahan itu tidak terjadi"
Carly terus mondar-mandir di ruang kerja papanya memikirkan sebuah cara agar dia bisa bebas dari perjodohan itu.
"Aha!,aku ada ide" pekik Carly.
Lalu ia keluar dari ruangan kerja papanya dan berlari menuju ke kamarnya,sesampai di kamar Carly mengeledah seluruh ruang kamarnya dan akhirnya carly menemukan sesuatu.
"Nah, ini dia" ucap Carly sambil memegang selembar amplop kecil yang baru saja ditemukannya.
Carly lalu membuka amplop itu dan isinya adalah selembar kertas yang berisi sebuah alamat.
"Ternyata belum hilang" ucap Carly sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
Bersambung...