
...🌻 Happy Reading 🌻...
Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 dan waktunya makan siang.
Tok tok tok
Bunyi ketukan pintu kamar Carly.
"Permisi, Non. Carly makan siangnya udah siap,ayo turun makan dulu" ucap Rani ke sambil mengetuk pintu kamarnya Carly.
"Nanti aja,Bik. Aku lagi nggak laper" pekik Carly dari dalam kamar ke rani.
"Nanti, makanannya keburu dingin. Non. Ayo makan dulu"
"Emmm, aku lagi belajar,Bik. Nanti aja makannya"
"Belajar?, tumben sekali, Non. Carly belajar saat libur sekolah" heran Rani yang berada di depan pintu kamar Carly.
"Yasudah, Non. kalau begitu lanjutin aja belajarnya, bibi nggak akan ganggu, semangat ya belajar nya" ucap Rani ke Carly.
"Iya,Bik."
Rani lalu pergi dari depan kamarnya Carly kembali ke dapur.
"Apa bi Rani sudah pergi ya" lirih Carly lalu dia melangkahkan kakinya pelan-pelan menuju ke arah pintu kamar dan sedikit membuka pintunya.
"Ternyata bi Rani sudah pergi."
Carly kembali menutup pintu lalu mengambil baju-bajunya dan memasukkannya ke dalam koper.
"Ini saat yang tepat untuk aku pergi" ucap Carly.
Carly berjalan ke arah jendela kamarnya,dia membuka dengan pelan-pelan jendela tersebut, karena kamarnya berada di lantai atas,dia mengikat sebuah tali di jendelanya lalu melempar kopernya keluar jendela untuk kabur dari rumah.
Brukh!
Karena tidak ada orang di daerah luar kamar Carly, jadi suara jatuh koper tidak terdengar.
Carly melihat ke luar jendela,dia ketakutan setengah mati melihat ke bawah karena kamarnya berada sangat tinggi dari bawah luar jendela.
"Semoga aja nggak jatuh" lirih Carly lalu turun dari kamarnya dengan tali yang diikat di jendelanya.
Carly menutup matanya gemetaran saat turun.
Tap!
Bunyi sepatu Carly. Kini dia berhasil turun ke bawah di luar rumahnya.
"Fyuh... akhirnya aku berhasil juga turun ke bawah dengan selamat" imbuh Carly lega.
"Sepertinya aman"
Carly lalu mengambil kopernya dan mengendap-endap menuju ke belakang rumahnya,dia tidak keluar lewat pintu gerbang takut ketauan.
Di belakang rumah Carly terdapat sebuah pagar yang tinggi carly terpaksa harus memanjat pagar itu.
Bruhk!
Carly melompat dari atas pagar itu.
"Akhirnya bisa keluar juga dari rumah itu" dengus Carly.
Begitu banyak cara dia lakukan agar bisa kabur dari rumah karena tidak ingin menikah.
Carly menghentikan sebuah taksi yang menuju ke arahnya.
Lalu naik ke dalam taksi tersebut.
"Jalan, Pak." Titah Carly ke sopir taksi.
"Jalan kemana, Nona?" Tanya sopir taksi.
"Kealamat ini" ucap Carly sambil menunjukkan kertas yang dia temukan tadi di rumah.
"Oh ke sini, baik Non." ulUcap sopir taksi lalu menghidupkan mobilnya.
__ADS_1
****
Sementara di sisi lain Robert yang baru pulang dari kantor lalu duduk di meja makan untuk makan siang.
"Dimana, Carly?" tanya Robert ke Rani.
"Non. Carly lagi belajar di kamarnya, Tuan." Jawab Rani dengan sopan kepada majikannya itu.
"Belajar? inikan hari libur,apa dia sudah makan siang?"
"Belum, Tuan. Tadi waktu saya ajak makan katanya nanti saja makannya"
"Dasar anak itu sudah mau menikah masih saja tidak makan teratur. Yasudah, sekarang panggil dia ke sini" titah robert ke pembantunya itu.
"Ba_baik, Tuan."
Rani lalu pergi ke lantai atas memanggil Carly.
Tok tok tok
"Non. Carly, Tuan besar sudah pulang, Non. Dia meminta Nona turun untuk makan siang bersama. Ayo, Non. makan siang dulu" ucap Rani yang sedang berdiri di depan pintu kamar Carly.
Tapi tak ada jawaban dari carly.
"Non....."
Lagi-lagi Carly tidak menyahut.
"Non. saya masuk ya" ucap Rani lalu membuka pintu kamar Carly.
Saat masuk dia tidak melihat Carly di kamar.
"Non. Carly, pergi kemana ya,kok nggak ada di kamarnya"
Rani lalu melihat jendela kamar yang terbuka,dia merasa sedikit aneh lalu mendekati jendela itu.
Rani langsung melototkan kedua matanya saat melihat sebuah tali yang terikat di batasan jendela.
"Hah! jangan-jangan, Non.Carly kabur!" pekik rani.
Dia langsung bergegas lari keluar dari kamar Carly dan menuju ke bawah.
"Gawat kenapa?,kamu ini kenapa?" tanya robert tegas yang melihat pembantunya cengengesan itu.
"Non_non. Carly tuan"
"Kenapa dengan Carly?"
"Non. Carly kabur dari rumah"
"Apa! kabur!"
"Iya, Tuan. Sepertinya dia kabur lewat jendela kamarnya"
"Benar-benar anak itu" ketus Robert kesal.
"Sekarang bagaimana ini, Tuan. Kalau sampai Nyonya tau bisa bahaya" ucap Rani cemas.
Tapi seketika ekspresi wajah Robert berubah,dia malah ketawa-ketawa sendiri.
"Tuan. tuan kenapa, kok malah ketawa?" tanya rani kepada Robert yang merasa bingung melihat majikannya itu.
"Aku hanya kagum kepada anakku itu"
"Tuan ni gimana sih, anaknya kabur dari rumah malah kagum bukannya di cariin"
"Untuk apa mencarinya, bukankah dia sendiri yang ingin pergi dari rumah ini" ucap Robert sambil memakan sepotong daging yang ada di piringnya.
Robert sama sekali tidak merasa cemas kepada Carly.
"Lalu bagaimana waktu nyonya pulang dan melihat, Nona. Carly tidak ada di rumah, Nyonya pasti akan sangat sedih"
"Yah, mau gimana lagi. Tidak usah pikirkan tentang hal itu, sekarang bereskan makanannya saya mau mandi dulu"
Robert lalu menuju ke kamarnya,dan Rani memangil pembantu-pembantu yang lain untuk membereskan makanan di meja.
__ADS_1
"Ada apa sih dengan, Tuan besar. Sikapnya aneh sekali" ucap Rani merasa heran dengan sangat majikannya itu.
_________
Beberapa jam kemudian Carly sampai di tempat tujuannya.
"Nona. Bangun, Nona. Kita sudah sampai" ucap sopir taksi membangunkan Carly yang ketiduran dalam mobil.
Carly lalu terbangun dan membuka matanya perlahan.
"Hoamm...... sudah sampai ya pak?" tanya Carly sambil menguap.
"Iya, Non. Kita sudah sampai di alamat yang Nona kasih tadi"
Carly lalu keluar sambil membawa kopernya.
"Inih pak ongkosnya, makasih ya" ucap Carly memberikan uang kepada sopir taksi.
"Iyah, Nona. Sama-sama"
Lalu sopir taksi pun menghidupkan kembali mobilnya dan pergi.
"Hmm semoga saja alamatnya benar" ucap Carly.
Carly berjalan sambil menatap ke seluruh rumah yang ada di kompleks itu.
"Nah, itu dia rumahnya" pekik Carly melihat sebuah rumah yang sederhana dengan taman kecil di depan rumah.
Carly bolak-balik melihat ke arah rumah dan selembar kertas yang di tangannya.
"Benar, nggak salah lagi ini pasti rumahnya"
Carly lalu berjalan ke rumah itu.
Tok tok tok
"Permisi" ucap Carly sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah tersebut.
Tok tok tok
Carly terus mengetuk pintu rumahnya tapi si penghuni rumah tidak membukakan pintunya.
"Apa nggak ada orang ya di rumah"
Tok tok tok
"Permisi,ada orang tidak di rumah ini"
Carly terus mengetuk hingga akhirnya ada juga jawaban dari dalam rumah.
"Iya sebentar" sahut orang dalam rumah.
"Akhirnya di sahut juga" lirih Carly.
Sang pemilik rumah membuka pintu dan Langsung bertanya "cari siapa ya?"
"Kak Meri!" pekik carly saat melihat seorang wanita yang membukakannya pintu rumahnya yang tak lain wanita itu adalah Meri sepupu jauhnya Carly.
"Carly!." Pekik meri sembari melebarkan kedua matanya saat melihat Carly.
"Kakak masih ingat aku?"
"I_ini beneran, Carly kan?" tanya Meri terbata-bata karena kaget melihat Carly.
"Iyah kak ini aku. Carly sepupu kakak" ucap Carly.
"Carly! kakak kangen banget sama kamu" pekik meri langsung memeluk erat Carly.
"Aku juga kangen banget sama kakak" ucap Carly membalas pelukan Meri.
Mereka terus berpelukan bagaikan kakak beradik yang sudah lama berpisah.
"Benar-benar nggak nyangka Kamu bakalan datang ke sini,gimana kabar kamu sekarang?" tanya Meri.
"Kabar ku baik, kabar kakak gimana?" tanya Carly balik.
__ADS_1
"Aku juga baik".
Bersambung.....