
...🌻 Happy reading 🌻...
Meri menatap ke arah koper besar yang di bawa oleh Carly dan langsung bertanya "kok kamu bawa koper sebesar itu?"
"Aku, kabur dari rumah" jawb Carly lesu.
"Hah! kabur. Kenapa bisa? tanya Meri kaget.
"Ceritanya panjang"
"Yaudah, kita ngobrol di dalam aja, kamu pasti capek kan. Ayo masuk dulu"
Meri lalu membukakan pintu lebar-lebar dan menyuruh Carly masuk ke dalam rumahnya.
"Kamu, duduk di sofa dulu ya. Biar aku buatin teh untuk kamu"
"Eh nggak perlu repot-repot kok kak" cengir Carly.
"Nggak kok,nggak ngerepotin sama sekali,tunggu bentar ya" ucap Meri lalu pergi ke dapur.
"Syukur deh, kak Meri masih ingat sama aku" lirih carly senang.
Tak lama kemudian Meri datang sambil membawa secangkir teh hangat untuk Carly.
"Nih, kamu minum dulu" ucap meri.
"Makasih kak" Carly lalu meminum tehnya.
Setelah selesai meminum teh yang diberikan Meri. Carly menceritakan semuanya.
"Nah, sekarang coba kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi sampai kamu, kabur dari rumah"
"Aku kabur karena tidak ingin menikah. Papa sudah menjodohkanku tanpa sepengetahuan dariku dulu"
"Kok bisa gitu sih, tega sekali Papa kamu. Terus Mama kamu nggak belain kamu gitu?
"Mama lagi nggak ada di rumah. Dia pergi ke Amerika"
"Ternyata begitu. Kasian sekali kamu, kakak turut prihatin ya" ucap Meri memegang pundak Carly.
"Iyah kak makasih udah ngertiin aku"
"Tapi ada ruginya juga sih kamu menolak perjodohan itu"
"Maksud kakak?"
"Aku yakin, lelaki yang akan menikah dengan kamu itu pasti tampan dan kaya raya. Secara kamu kan anaknya Direktur, Robert Rachman. Siapa yang tidak kenal dengan papa kamu, kalau aku jadi kamu aku terima aja perjodohan itu" oceh meri yang kegirangan.
"Haiss,kak Meri masih saja blak-blakan seperti biasanya" cengir Carly dalam hatinya.
"Tapi kan, aku belum pernah melihat wajah orangnya seperti apa, mungkin saja seorang lelaki yang kasar dan arogan. Nanti kalau aku menikah dengannya, mungkin aku selalu di siksa"
"Benar juga sih kata kamu" ucap Meri berubah sikap seketika. "Jadi sekarang kamu mau tinggal di mana?" tanya Meri.
"Aku juga tidak tau mau tinggal di mana sekarang" jawab Carly lesu.
"Hmm, kamu nggak usah khawatir soal itu. Aku bakalan bantu kamu"
"Beneran?, jadi kak meri bakalan ijinin aku tinggal di sini?" tanya Carly semangat.
"Hahahaha. Tinggal di sini? ya nggak lah"
"Hah!"
Seketika Carly kaku mendengar ucapan Meri.
"Kamu kan tau sendiri hidup ku aja, udah pas-pasan gini. Apalagi kalau kasih numpang kamu"
"Iya juga sih" lirih Carly kecewa.
"Tapi, kamu tenang aja. Aku bakalan bantuin kamu cari kontrakan di daerah ini"
"Kontrakan"?
"Iyah, kebetulan aku punya kenalan, nanti aku anterin kamu ke sana"
"Iya-iya tapi, aku mohon untuk hari ini aku numpang tinggal di sini dulu,besok aku akan pindah ke kontrakan,capek banget seharian ini" mohon Carly ke Meri.
"Emmmm yasudan deh nggak papa. Aku ijinin kamu untuk hari ini"
"makasih banyak ya kak" ucap Carly gembira.
"Sudahlah,kakakmu inikan memang baik" imbuh Meri besar mulut.
__________
Setelah di beri izin oleh meri untuk tinggal di rumahnya sehari, Carly lalu mengganti pakaiannya dengan menggunakan celana jeans dan sweater pink sedang berjalan menuju pintu keluar rumah.
"Kamu mau kemana?" tanya Meri yang sedang bersantai di sofa sambil memainkan HP-nya.
"Aku mau keluar bentar" jawab Carly.
"Aku, nitip sesuatu ama kamu boleh nggak?"
"Emm, iya kak boleh. Emang mau nitip apa?" tanya Carly balik
"Aku pesan kari ayam, telur balado,ayam goreng kremes,sama satu lagi jus buah naga"
"Hah!, banyak banget pesanannya. kakak mau buat arisan ya?" tanya Carly.
"Hehe, nggak kok buat di makan sendiri. Udah lama nggak makan banyak, mumpung ada kamu, jadi sekalian aja kakak pesan banyak-banyak. Kamu kan banyak duit" ucap Meri tersenyum Carly
"Hmmmm" dehem Carly malas.
"Yaudah deh aku beliin,aku pergi dulu" ucap Carly lalu langsung pergi.
"Hati-hati di jalan ya...."
Saat berada di depan rumah Carly menghentikan langkahnya dan berkata "kok, aku ngerasa kak Meri, seperti manfaatin aku ya"
"Ah mikir apa sih aku ini,udah di syukur di kasih tinggal di rumahnya untuk hari ini" decik carly menggeleng-gelengkan kepalanya.
Lalu kembali melangkahkan kakinya.
Carly pergi ke sebuah Bank dekat rumah Meri.
"Ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya seorang staf yang ada di bank itu.
"saya mau narik uang dari kartu kredit saya" jawab Carly sambil memberikan kartunya.
"Oh tunggu sebentar, saya cek dulu"
Staf itu lalu mengecek kartu kreditnya Carly.
"Maaf mbak kartu ini sudah kadaluarsa" ucap staf itu.
"Kadaluarsa?, mana mungkin mbak, Minggu kemarin baru di kasih oleh papa saya,coba di cek sekali lagi, barang kali mbaknya keliru" titah Carly.
Lalu staf itu kembali mengeceknya lagi.
"Ini sudah saya cek berkali-kali tapi tetap saja, mungkin ada yang memblokir kartunya"
"Di blokir?, jangan-jangan ini ulah papa" desis Carly.
"Bagaimana mbak,apa ada kartu lain yang bisa saya cek" tawar staf itu.
Carly lalu mengeluarkan kartu lain dari kantong baju nya.
"Ini mbak coba di cek yang ini"
"bentar ya mbak saya cek dulu"
.........
"Oh ini ada uangnya,mau di tarik semua mbak?" tanya staf itu.
"Iyah semuanya aja" jawab Carly.
__ADS_1
Staf itu pun mengeluarkan uang dengan jumlah yang lumayan besar lalu di berikan kepada Carly.
"Ini mbak uangnya"
"Makasih ya mbak"
"Sama-sama".
Carly lalu keluar dari bank itu.
"Sial! Papa sampai memblokir kartu kredit ku,untung saja aku punya tabungan sendiri" ketus Carly kesal.
Lalu ia menarik panjang nafasnya dan pergi pulang ke rumah Meri.
Saat pulang Carly mampir ke sebuah warung makan untuk membeli pesanan Meri tadi.
"Buk saya pesan kari ayam,telur balado, ayam goreng kremes,sama jus buah naga satu ya" ucap Carly sama persis seperti yang di pesan Meri.
"Siap non,makan di sini?"
"Nggak, di bungkus aja"
"Ok siap"
Carly lalu duduk di sebuah bangku menunggu pesanannya itu.
Tiba-tiba dia mendengar suara yang orang yang tidak asing baginya, lalu Carly mencari asal suara itu.
"Hah! itukan anak buahnya papa!" sentak Carly.
Ternyata yang dia lihat adalah dua asisten papanya yang sedang asik makan di warung yang Carly datangi.
"Gawat kalau sampai ketahuan mereka. Aku harus sembunyi" ucap Carly.
Carly lalu menutupi wajahnya dengan sebuah koran yang ada di atas meja,tanpa disadari koran yang dia pegang terbalik.
"Nona, korannya terbalik tu" ucap seorang pelayan warung.
"Oh iya mbak, saya nggak lihat tadi" cengir Carly merasa malu.
Sementara di sisi lain
"Bro, udah makannya. Ayo kita kembali kerja, kalau nggak bisa kena marah ma bos"
"Iyah, ayo"
Cakap asisten-asisten papanya Carly.
Mereka lalu bangkit dari tempat duduknya dan pergi menghampiri pemilik warung.
"Buk berapa semuanya?"
"Semuanya jadi 70.000 pak"
"Ini uangnya"
"Makasih ya,lain kali jangan lupa mampir lagi"
"Siap..."
Setelah selesai membayar makanan, mereka keluar dari warung.
"Huhf! selamat" lirih Carly lega yang melihat kedua asisten papanya itu sudah keluar dari warung.
"Non. ini pesanannya udah siap" ucap pemilik warung sambil memberikan sejumlah bungkus plastik yang berisi pesanannya Carly.
"Berapa buk semuanya?" tanya Carly.
"Non. orang baru ya di kompleks ini?"
"I_iya"
"Pantesan saya baru lihat orang secantik Nona. Mampir ke warung ini" puji sang pemilik warung.
Carly hanya tersenyum kecil mendengar pujian itu.
"Ini uangnya buk, makasih ya atas diskonnya."
"Sama-sama, mampir lagi ya kapan-kapan"
Carly lalu keluar dari warung itu.
Di depan warung terdengar lagi suara dua asisten papanya Carly.
"Ada apa bro?" tanya seorang asisten papanya Carly yang melihat temannya sedang meraba-raba kantong celana dan bajunya.
"Sepertinya kunci mobilnya ketinggalan di dalam, tunggu bentar ya"
"Yaelah, jangan lama-lama ya"
Seorang diantara mereka pun kembali lagi ke dalam warung.
Saat ingin masuk tak sengaja dia berpapasan dengan Carly yang baru keluar dari warung makan itu.
"Loh, Non. Carly!" kaget asisten itu.
Carly melebarkan kedua matanya ikut kaget melihat seorang asisten papanya yang tadi dia hindari.
"Non. ngapain di sini?" tanya asisten itu ke Carly.
Carly tak menjawab apapun dan langsung lari dari hadapan asisten itu.
Sreettttt!
"Eh Nona kenapa lari?"
Asisten itupun mengejar Carly.
"Hey kenapa lari-larian?" tanya teman asisten itu.
"Itu, Non. Carly langsung lari waktu ketemu sama saya"
"Hah! Non. Carly, yaudah ayo buruan di kejar"
Mereka pun lari mengejar Carly.
"Sial mereka malah ngejar aku lagi!" dengus Carly sambil berlari.
Lalu dia menghentikan langkahnya dan melihat sebuah mobil sport mewah di dekatnya.
"Sepertinya itu tempat yang bagus untuk bersembunyi"
Carlypun masuk ke dalam mobil itu.
"Semoga saja mereka tidak melihatku masuk ke sini tadi" ucap Carly mengintip dari jendela mobil.
Tak lama kemudian seorang pria masuk ke dalam mobil itu yang merupakan pemilik dari mobil tersebut dan melihat Carly yang duduk di bangku depan mobilnya sambil plongak-plongok.
"Hey siapa kau, ngapain di mobilku?" tanya pria itu kaget.
"Hah!"
Carly langsung membungkam mulut pria itu dengan tangannya.
"Shhh, jangan berisik nanti ketauan" desis Carly ke pria itu.
Tap! tap! tap!
"Non. Carly cepat banget larinya" dengus si teman asisten yang bertemu dengan Carly tadi.
"Kenapa juga dia lari waktu ketemu saya"
"Mungkin, dia takut ngeliat muka kamu yang mengerikan itu"
"Enak saja, ganteng-ganteng gini dibilang mengerikan".
"Lagian ngapain juga sih kita kejar, mungkin dia lagi main ama temen-temennya"
__ADS_1
"Iyah juga yah. Yaudah kita balik aja yok"
Mereka pun kembali ke warung itu untuk mengambil kunci mobilnya, mereka tidak tau kalau Carly baru saja kabur dari rumah.
"Huhf, akhirnya pergi juga" ujar carly lega.
sementara itu.......
"Ummmm!" bunyi suara pria yang Carly bungkam mulutnya.
"Eh maaf-maaf aku-"
Carly langsung melepaskan tangannya dari mulut pria itu.
"Siapa kau sebenarnya,kenapa sembarangan masuk ke mobilku?'' tanya pria itu.
Ternyata pria yang bersama itu adalah Dava Anggara. Seorang lelaki tampan yang mempunyai alis mata yang indah dengan warna bola mata coklat tua dan rahang yang tegas sehingga membuat Carly terpesona dengan ketampanan pria itu.
"Hey! dengar tidak!" tegur Dava ke Carly yang sedang terpesona dengannya.
"Eh iya-iya,aku kan sudah minta maaf. Aku terpaksa masuk ke mobilmu tadi. Ada orang yang mengejar-ngejarku" ucap Carly yang langsung tersadar.
"Ck, segitu tampan kah aku, sampai-sampai semua wanita di dunia ini harus membuat alasan konyol seperti itu agar mendapat perhatian dariku" decak Dava itu menyentuh dahinya.
"Dia, ngomong apaan sih" desis Carly dalam hatinya.
"Hey kau, kurang waras ya?" tanya Carly datar
"Apa kau bilang!" sentak dava ke Carly yang mengatai dia kurang waras.
"Em a_a_aku tidak bilang apa-apa" ucap Carly terbata-bata.
"Kurang ajar, sekarang cepat turun dari mobil ku" titah Dava.
"Iya-iya, ini juga mau turun kok"
Carly lalu keluar dari mobilnya dava dan menutup pintu mobilnya dengan keras sambil berkata "Dasar sombong"
Dava lalu membawa laju mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga keluar asap begitu banyak sampai membuat Carly batuk-batuk.
"Uhuk-uhuk. Kurang ajar, dia sengaja membawa laju mobilnya agar aku terkena asapnya" ketus Carly
Carly lalu berjalan dengan kesalnya pulang ke rumah Meri.
****
Sementara di sisi lain Meri yang dari tadi mondar-mandir di depan pintu rumahnya menunggu Carly pulang.
"Aduh, Carly pergi ke mana sih lama banget baliknya. Jangan-jangan dia tersesat lagi!" Pikir Meri.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang menuju ke rumah Meri.
"Aku pulang..." ucap Carly yang baru sampai.
"Carly! Kamu dari mana saja lama banget pulangnya, aku sampai khawatir tau kirain kamu tersesat" rocos Meri
"Maaf tadi ada sedikit masalah di jalan,nih pesanannya" ucap Carly sambil memberikan pesanan Meri yang tadi.
"Wah, enak nih kayaknya. Makasih ya kamu baik banget deh" ujar Meri langsung hilang rasa cemasnya.
Meri lalu membuka bungkusan-bungkusan yang di berikan Carly.
"Iyah sama-sama, aku mau tidur dulu"
"Eh tunggu-tunggu!" pekik Meri
"Ada apa lagi?" tanya Carly yang berdiri di depan pintu kamar Meri.
"Jus buah naganya mana, kok nggak ada?"
"Kakak liat aja di salah satu bungkusannya, tadi ada kok aku beli"
"Ini aku udah periksa semua bungkusnya tapi nggak ada" ucap Meri sambil memeriksa bungkusannya.
"Lah terus kemana dong"
Carly lalu teringat saat dia bersembunyi di dalam mobil Dava tadi.
"Apa jangan-jangan....." lirih Carly pelan.
"Kamu yakin Carly ada beli tadi?" tanya Meri.
"Iyah aku memang ada membelinya tadi, mungkin ketinggalan"
"Ketinggalan!,kok bisa ketinggalan sih, padahal aku kan udah nunggu dari tadi buat minum jus buah naga yang begitu segar" oceh Meri.
"Yah mau gimana lagi udah ketinggalan,aku juga buru-buru pulang tadi. Soalnya hari juga udai mulai gelap" ucap Carly berbohong kepada Meri.
"Sekarang gimana dong, jus nya nggak ada. Aku minum apa"
"Yaudah kak Meri makan aja nggak usah minum" ucap Carly datar lalu langsung masuk ke kamar menutup pintu.
"Hey, Carly. Malah main pergi aja, jahat banget sih" ketus meri
Meri terus merocos karena dia tidak mendapatkan jus buah naga kesukaannya itu, sedangkan Carly tidak mempedulikannya hanya tidur pulas di dalam kamarnya Meri.
******
Di tempat lain Dava yang mencium bau aneh dalam mobilnya.
"Kok aku seperti mencium bau sesuatu ya" ucap Dava sambil mencari sumber baunya.
"Hah bungkus plastik siapa ini?".
Dava lalu mendekati bungkus plastik yang berada di bawah bangku mobilnya,dan ternyata isinya adalah jus buah naga.
"Huekkkk!" Dava mual-mual ingin muntah saat membuka bungkus yang berisi jus buah naga itu.
"Sial! siapa yang menaruh bungkus ini di dalam mobil ku!" sentak Dava kesal.
Lalu dia kepikiran dengan Carly yang tadi masuk ke mobilnya.
"Apa, jangan-jangan ini ulah perempuan itu" tebak Dava.
"Huekkkk!" Dava kembali mual-mual.
Karena sudah tidak tahan lagi. Dava lalu menghidupkan kembali mobilnya dan melaju kencang.
______
Sesampainya di rumah seorang satpam membuka gerbang untuk mobil Dava masuk, saat masuk ke dalam kawasan rumahnya, Dava langsung menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil lalu memanggil satpam yang berjaga di depan pintu gerbang.
"Pak!" panggil dava keluar dari mobil.
"Iya, Tuan muda. Ada apa memanggil saya?"
"Tolong parkirkan mobilnya di garasi"
"Baik, Tuan."
"Satu lagi, singkirkan bungkus aneh itu dari mobil" titah Dava yang sudah hoyong-hoyong seperti orang mabuk.
Dia lalu masuk ke dalam rumah.
Satpam itu pun memarkirkan mobilnya Dava ke garasi rumah dan mengambil bungkusan yang ada di dalam mobil.
"Tuan muda. kenapa sih,kok seperti orang mau pingsan. Memangnya ada apa dengan bungkusan ini" heran satpam itu lalu membuka bungkusannya.
"Owalah, ternyata jus buah naga"
"Kasian juga kalau di buang, mending buat saya aja deh. Lumayan kan siang-siang gini minum yang seger-seger." Ucap satpam itu lalu menusuk silang dan meminum jusnya.
"Hfhhhhh..... ah, segar banget rasanya"
ujar satpam itu setelah menghirup jus buah naganya.
Dia malah menghabiskan jus buah naganya sambil bersantai di bangku teras rumah, tidak dengan Dava yang sudah muntah-muntah di dalam kamarnya.
__ADS_1
Bersambung.....