
...🌻Happy reading🌻...
Jam menunjukkan pukul 21.30. Carly dan Meri sudah tidur terlelap di kamar.
Grhgh......Grhgh......
Bunyi suara dengkuran Meri yang begitu keras membuat Carly tidak bisa tidur.
"Kak Meri, berisik banget sih. Aku jadi nggak bisa tidur!" ketus Carly.
Dia terus bergerak ke sana-sini lalu bangun dari tempat tidur merasa sangat terganggu dengan suara dengkuran Meri yang sangat berisik itu.
"Jadi haus nih"
Carly lalu turun dari tempat tidur dengan memakai piyama pergi ke dapur.
Carly membuka kulkas dan mengambil sebuah teko air yang ada di dalam kulkas lalu menuangkan air ke dalam gelas dan meminumnya.
Setelah minum Carly kembali ke kamar dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya dan menindih kepalanya dengan sebuah bantal agar tidak kedengaran suara dengkuran Meri yang tidur di sampingnya.
__________
Pagi pun tiba, burung-burung berkicau di depan jendela kamar rumah meri menyambut hari baru yang cerah.
"Hoamm. Tidurku nyenyak sekali" lirih Meri yang baru bangun sambil menguap dan meregangkan otot tangannya.
"Bagaimana dengan mu, Carly. Apa tidurmu nyenyak semalam?" tanya Meri yang melihat Carly masih tidur dengan selimutnya.
"Entahlah, kurasa tidak"
"Iyasih aku ngerti,kamu kan tidak terbiasa tidur di kamar yang sempit dan kotor seperti ini" ucap Meri.
"Terserah lah,aku mau mandi dulu" decit Carly lalu bangun dari tempat tidur dan keluar dari kamar.
"Cih. Baru bangun udah ngambek aja" desis Meri.
*******
Setelah selesai mandi Carly memakai pakaiannya dan menyisir rambutnya lalu membereskan barang-barangnya memasukkan kembali ke dalam koper.
Selesai beres-beres dia pergi ke dapur menghampiri Meri yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
"Kakak, buatin sarapan apa?" tanya Carly yang melihat Meri begitu sibuk di dapur.
"Tentu saja sarapan yang biasa kamu makan. Apa lagi kalau bukan sandwich"
"Wah, kayaknya enak tuh" tutur Carly
"Jelas dong, lihat siapa yang masak"
Mereka lalu duduk untuk sarapan pagi, Carly mengambil sepotong sandwich yang ada di atas meja makan.
"Kok sandwich nya agak beda ya ama yang biasa aku makan" heran Carly yang melihat kondisi sandwichnya seperti gosong.
"Mungkin, karena baru pertama kali aku buat. Biasanya sih aku sarapan pagi nya di tempat kerja" ucap Meri.
Perasaan Carly rada-rada nggak enak saat ingin memakan sandwich nya.
"Tunggu apa lagi,ayo di makan, masak di liatin terus sandwichnya. Entar dia baper loh" celetuk Meri.
"I_iya ini juga mau di makan kok"
Carly lalu membuka mulutnya dan memakan sandwich buatannya Meri. Dia mengunyahnya perlahan-lahan.
"Bagaimana rasanya?" tanya Meri.
Mata Carly langsung melotot setelah memakan sandwichnya.
"Rasanya......" Carly tidak berani bilang ke Meri kalau rasa sandwichnya sangat aneh.
"Enak! rasanya enak banget" ucap moly sambil tertawa kecil.
"Enak kan. Apa aku bilang, gini-gini kalau soal masak aku jago banget tau. Yaudah habisin aja semuanya, aku nggak terlalu suka makan sandwich"
"Tidak!" pekik Carly.
"Hah?"
"Emm.... maksudku satu aja udah cukup kok" cengir Carly mengubah suasana.
"Ohh, yasudah aku bawa saja ke kantor. Mungkin teman-teman di kantor pada mau"
"Iya bawa saja,kalau begitu aku mau siap-siap dulu ya" ucap Carly langsung bangun dari bangku dan pergi.
"O_ok. Dia kenapa sih!" decit Meri
Carly lalu mengambil kopernya di kamar.
"Huhf. Untung saja, kak Meri. Tidak memaksaku untuk menghabiskan sandwich itu, rasanya mau muntah setelah memakan satu gigitan saja." Keluh Carly.
Tak lama kemudian Carly keluar.
"Kak, aku udah siap nih ayo berangkat" ucap Carly membawa koper nya.
"Yaudah, ayok"
__ADS_1
Mereka lalu keluar dari lorong rumahnya meri.
"Kontrakan nya jauh nggak kak dari sini?" tanya Carly.
"Lumayanlah sekitar 4,5km" ujar Meri.
"Jauh banget,kenapa nggak naik taksi aja"
"Ngapain capek-capek naik taksi kalau bisa jalan kaki. Kita nggak boleh buang-buang uang untuk hal kecil seperti itu" ucap Meri.
"Sebenarnya apa sih yang ada di pikirannya kak meri" decak Carly heran dalam hatinya.
________
Akhirnya mereka pun sampai di tujuan.
"Nah, kita udah sampai" ucap Meri menghentikan langkahnya.
"Ini kontrakan nya?" tanya Carly seraya melihat sebuah rumah di depannya.
"Tentu saja bukan"
"Lah! terus kenapa kakak bilang tadi udah sampai"
"Maksudnya tu sampai di rumah pemilik kontrakan nya"
"Yaelah, kak. Kita udah berjalan sejauh ini tapi belum juga sampai di kontrakannya. Kakiku, mau patah rasanya." Rengek Carly.
"Sabar lah,kan butuh proses juga, nggak mungkin kan kita langsung pergi ke kontrakannya tanpa kasih tau pemiliknya dulu. Ibaratnya seperti kita makan tanpa mulut" imbuh Meri.
"Mana bisa makan tanpa mulut"
"Itukan umpamanya. Sudahlah ,ayo jalan lagi" pinta meri.
"Cih!" Ketus Carly.
Mereka kembali berjalan menuju rumah pemilik kontrakan.
Tok tok tok .
Meri mengetuk pintu rumah.
"Permisi,ada orang di dalam?"
Tok tok tok.
"Permisi"
"Mungkin nggak ada orangnya kali di rumah" ucap Carly.
"Mungkin anterin anaknya sekolah" tebak Carly.
"Itu mustahil. Pemilik kontrakan ini udah tua, dan tinggal sendirian di sini" bisik meri ke Carly.
"Ohhh"
Tok tok tok
Meri mengetuk pintu berkali-kali.
Dan akhirnya sang pemilik rumah membukakan pintu.
Krak!
"Ada perlu apa ya?" tanya seorang nenek-nenek yang keluar dari rumah tak lain adalah pemilik rumah tersebut.
"Pagi nek. Nenek masih ingat sama saya kan?"
"Kamu pasti kari kan?"ujar nenek itu
"Meri nek, bukan kari"
"Iyah-iyah itu maksud saya" celetuk nenek itu.
"Dasar nenek-nenek" desis Meri.
"Jadi, ada perlu apa datang ke sini?" tanya nenek itu.
"Jadi gini nek, sepupu saya mau ngontrak di kontrakan nenek. Masih ada yang kosong kan"
"Oh, tenang saja masih banyak yang kosong"
"Kenalin, ini sepupu saya nek" ucap Meri menunjuk ke arah Carly.
"Nama saya Carly" ucap Carly sedikit menunduk bersikap sopan.
" Jadi ini sepupu kamu. Jangan panggil saya nenek lah, saya belum tua kok, panggil saja tante" ucap nenek itu tersenyum kepada carly.
"Hah?" Kaget Carly.
"Phft" Meri menahan ketawa.
"Meri!, kamu bawa pelanggan baru saya ke kontrakannya ya. Saya mau ke salon dulu. Carly, kalau kamu butuh apa-apa jangan sungkan-sungkan untuk bilang sama tante ya" ucap nenek itu.
"I_iya tan...te"
__ADS_1
"Yaudah, nek kita pergi dulu" ucap Meri.
Mereka lalu menuju ke kontrakannya.
"Haisshh,ada ya nenek-nenek kek gitu" gumam Carly
"Hahaha. Biasa kali, banyak kok jaman sekarang yang kek gitu"
Mereka pun sampai di kontrakannya.
"Nah ini kontrakannya, gimana menurut kamu?" tanya Meri.
"Emm, bagus kok" jawab Carly.
"Syukurlah kalau begitu. Semoga kamu betah tinggal di sini, kalau ada perlu apa-apa langsung kabari aku saja" pita Meri.
"Iyah, kak."
"Hmm, kalau begitu aku pergi dulu ya. Sampai jumpa" ucap meri lalu pergi.
Carly lalu masuk ke dalam kontrakannya.
"Sekarang di sini lah aku akan tinggal" lirih Carly.
Dia lalu menuju ke kamar mengeluarkan baju-bajunya yang di dalam koper.
Carly membersihkan seluruh ruangan yang terlihat kotor karena sudah lama tidak di tinggali. Carly menyapu, ngepel lantai dan merapikan barang-barang. Carly merasa sangat lelah karena melakukan pekerjaan yang belum pernah ia lakukan.
Setelah selesai bersih-bersih, Carly merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Hadeh, capek banget" decik Carly.
"Kira-kira kak Meri, gimana ya di tempat kerjanya. Pasti seru waktu ngeliat ekspresi teman-temannya setelah memakan sandwich buatannya" kelakar Carly.
*****
Sementara itu di tempat lain
"Udah jam makan siang nih, keluar cari makan yok" tawar seorang pria bernama Leon kepada Meri dan temannya.
"Eh, tunggu-tunggu. Hari ini kalian nggak perlu cari makan di luar, karena aku udah masakin sandwich yang sangat enak" cecar meri ke teman-teman kantornya.
"Wah, tumben Meri baik sama kita. Sampe di buatin makanan lagi, biasanya dia paling pelit diantara kita semua" sindir Leon.
"Kau bilang apa?"
"Nggak kok. Aku, nggak bilang apa-apa" cengir Leon.
Mereka lalu mengambil sandwich yang ada di bawa Meri dan memakannya.
"Gimna rasanya?" tanya meri semangat.
Seketika mereka langsung cengar-cengir setelah memakan sandwich dari Meri.
"Sandwich nya enak kan. Kira-kira kalau di kasih ke bos, gajiku bakalan naik nggak ya?" Kelakar Meri
"Hmmm aku ke toilet dulu ya"
"Aku juga mau ke toilet"
"Loh-loh, kok pada lari sih ditanyain" ucap Meri heran melihat teman-temannya yang pada lari ke mau ke toilet.
Lalu Meri melihat ke arah Leon,hanya dia yang ada di ruangan bersama Meri.
"Leon, gimana rasanya enak kan?"
"Emmm rasanya....."
" kalau aku jujur kamu jangan marah ya" ucap Leon.
"Iya, Aku nggak marah kok, cepat bilang gimana rasa sandwich buatanku" desak Meri.
"Mending kamu cobain aja sendiri,aku mau ke toilet dulu udah nggak tahan lagi" cetus leon lalu lari.
"Lah, malah main pergi. Dasar aneh!"
Meri pun merasa heran dengan sikap teman-temannya itu dan mencoba satu sandwich buatannya itu.
"Mereka kenapa sih habis makan sandwich ku jadi pada aneh semua mending aku coba aja deh satu"
Meri lalu memasukkan ke dalam mulut dan memakannya.
Setelah menggigit satu gigitan dia langsung memuntahkannya.
"Huekkk. Kok, rasanya asin banget sih, pantesan aja mereka pada cengar-cengir habis makan sandwichnya"
"Berarti. Carly, bohongin aku dong bilang sandwich nya enak. Awas aja kamu, Carly. Kalau ketemu bakalan ku cabik-cabik kamu sampe benyek" murka Meri merasa sangat kesal dengan Carly.
****
Sementara di sisi lain di saat yang sama.
"Kok, aku ngerasa ada yang mau bunuh aku ya" decit Carly sambil memegang bulu kuduknya.
Bersambung......
__ADS_1