Kekasih Kontrak Yang Manis

Kekasih Kontrak Yang Manis
Part 5


__ADS_3

🌻 Happy Reading🌻


Haripun berlalu. Seperti biasa, saat pagi tiba terdengar suara kicauan burung-burung dan terangnya cahaya matahari terbit dari timur.


"Hoamm....." Carly menguap membuka matanya perlahan karena cahaya sinar matahari menembus wajahnya.


Kini Carly tidak tinggal lagi dengan Meri. Dia sudah tinggal sendiri di kontrakannya.


Carly lalu turun dari tempat tidurnya untuk pergi ke kamar mandi, setelah mandi Carly memakai pakaian dan menyisir rambutnya yang indah itu.


Setelah selesai bersiap-siap, Carly pergi berangkat ke sekolah. Hari ini adalah hari pertamanya masuk sekolah di kelas dua SMA.


"Hmmm, saatnya berangkat ke sekolah" ucap Carly yang berdiri di depan teras kontrakannya dengan memakai seragam putih abu-abu.


Carly lalu melangkah kakinya untuk berangkat ke sekolah barunya itu.


Karena sekolah dari tempat tinggalnya dekat,


dia pergi dengan berjalan kaki.


.............


Beberapa menit kemudian Carly sampai di sekolah.


"Ternyata ini sekolahnya, besar juga ya" ucap Carly yang berada tepat didepan pintu gerbang sekolah.


Carly melebarkan senyumnya dan beranjak masuk ke dalam sekolah. Saat masuk dia melihat begitu banyak siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut dan area sekolahnya Juga begitu luas.


Senyum manis di wajah Carly seketika berubah menjadi suram saat berada di dalam sekolah.


"Kok, aku jadi gugup gini sih" lirih Carly gelisah.


Carly merasa begitu gugup saat pertama kali dia masuk ke sekolah itu,disana dia tidak mengenali siapapun kecuali bayangannya sendiri.


Carly lalu kembali berjalan untuk mencari keberadaan ruangan guru.


Dia terus berjalan sambil melirik ke seluruh arah di sekolah dan tiba-tiba.....


Brukh!


"Aduh" pekik Carly.


Carly tak sengaja menabrak orang


yang ada di depannya.


Carly lalu melihat ke arah orang itu, wajahnya langsung ketakutan saat melihat seorang pria yang berbadan besar yang tak sengaja dia tabrak tadi dan menatap tajam ke arahnya.


"Sedang apa di sini?" tanya pria itu dingin kepada Carly.


"S_sa_saya lagi nyari ruangan guru" jawab Carly terbata-bata ketakutan.


"Oh,ayo ikut saya" pita pria menyuruh Carly untuk mengikutinya.


Carly lalu berjalan mengikuti pria tersebut.


Tak lama kemudian Carly dan pria itu sampai di sebuah ruangan yang bertulisan di pintunya "Teacher's Room".


"Ini ruangannya, silahkan masuk" ucap pria itu.


"Terimakasih, sudah mengantarkan saya ke sini" ucap Carly sopan.


"Sama-sama" ujar pria itu lalu langsung pergi.


"Haishh, orang yang menyeramkan" desis Carly.


Dia lalu masuk ke ruangan guru tersebut.


"Permisi buk" ucap Carly sembari membuka pintu.


"Ada perlu apa ya?" tanya seorang guru yang ada di ruangan itu.


"Perkenalkan nama saya, Carly. Saya siswa baru di sekolah ini"


"Oh siswa baru,kelas berapa?"


"Kelas XI, Buk."


"Baiklah, kalau begitu. Silahkan duduk dulu di sebelah sana,biar saya lihat dulu biodata kamu"


"Baik buk" ucap Carly sambil memberikan sebuah map.


Carly lalu duduk di sebuah sofa di dalam ruangan guru. Carly l memainkan jarinya sangat gugup.


.........


"Baiklah, Kamu di terima di sekolah ini" ujar guru yang tadi.

__ADS_1


Carly langsung melebarkan kedua matanya terkejut dan tersenyum sambil berkata "Beneran buk, saya di terima. Makasih banyak buk"


"Sama-sama" ujar guru itu.


Kring..... Kring...


Bel masuk sekolah berbunyi, semua siswa bergegas masuk ke kelas masing-masing. Begitu juga dengan, Carly. Dia ikut seorang guru untuk menunjukkan kelasnya.


"Ini kelas kamu sekarang, silahkan masuk" ucap guru itu kepada Carly.


Bu guru pun masuk ke dalam kelas diikuti oleh Carly di belakangnya.


"Selamat pagi, anak-anak" sapa bu guru kepada siswa di dalam kelas.


"Pagi buk....." sahut siswa serentak.


"Baiklah, anak-anak semuanya. Sebelum memulai pelajaran, kita. Hari ini,ibu mau memperkenalkan seorang murid baru di kelas kalian, namanya, Carly. Mulai hari ini dia akan menjadi teman baru kalian di sekolah ini, bersikap baiklah kepadanya"


Semua siswa-siswi yang ada di dalam kelas pun mengarahkan pandangannya ke arah Carly.


Carly hanya tersenyum kaku dan berkata "halo semua"


"Dia cantik juga ya" bisik seorang siswa ke teman nya.


"Iyah, seperti nya posisi, Primadona sekolah bakalan digantiin nih" sindir temannya sambil melirik ke seorang siswi yang duduk di bangku depan.


"Sudah, jangan riburt lagi. Carly, kamu di silahkan duduk di bangku belakang sana"


"Baik buk"


Carly lalu pergi duduk di bangkunya.


Pelajaran pun di mulai,semua siswa mengeluarkan buku pelajaran masing-masing.


___________


Kring.....kring.......


Bel istirahat berbunyi, semua guru keluar dari ruang kelas,dan siswa-siswa pun ikut keluar dari kelas mereka untuk jajan di kantin.


"Hoammm, Akhirnya istirahat" ucap seorang siswa di kelas.


"Hadeh, gue sampe ngantuk ngedengerin pelajaran nya" lanjut ucap temannya.


"Yaudah ke kantin yok,perut gue udah nangis dari tadi"


Sedangkan Carly hanya duduk di bangkunya sambil menopangkan sebelah tangannya di dagu.


"Hufh, bosan banget. Biasanya ada Jessica ama Masya" ketus Carly.


Carly lalu bangun dari bangkunya pergi keluar kelas.


Dia hanya berjalan-jalan mengelilingi sekolah merasa sangat bosan.


"Ck, ngapain sih aku muter-muter di sekolah. Udah kaya orang gila aja" decak Carly kesal.


Dia lalu memutuskan untuk pergi ke kantin membeli jajanan. Saat menuju ke kantin, tiba-tiba dia mendengar suara ribut-ribut dan langsung mencari asal suara itu.


"Dasar sampah, beraninya mengotori sepatu ku yang mahal ini!" maki seorang wanita cantik bernama Teresa yang merupakan seorang siswi di sekolah itu.


"Udah, dikasih pelajaran aja biar dia tau rasa" ucap Dira temannya Teresa.


"Ma_maaf aku tidak sengaja" lirih seorang gadis yang bernama Alice sambil menundukkan kepalanya meminta maaf kepada Teresa.


"Maaf-maaf! lo pikir segampang itu minta maaf hah!, sekarang cepat jilat sepatu gue ini sampe bersih!" titah Teresa kesal.


"Tapi-"


"Tapi apa!, lo nggak denger teresa bilang apa. Cepat jilat sekarang!" maki gebi temen teresa juga.


"Udah cepat jilat tunggu apa lagi"


Alice tidak mengeluarkan sepatah kata apapun dan bersimpuh kepada Teresa.


"Jilat yang bersih" cetus Teresa tersenyum miring ke gadis malang itu.


Saat ingin menjilati sepatu Teresa, tiba-tiba Carly langsung datang dan menghentikannya.


"Hentikan!" pekik Carly.


Mereka langsung menatap ke arah Carly.


"Lo siapa? pergi sana nggak usah ikut campur!" gertak teresa.


"Aku, nggak akan pergi sebelum kalian berhenti membuli dia" ucap Carly tegas sambil menunjuk ke arah Alice.


"Jadi lo nantangin kita, heh anak baru! nggak usah sok jadi pahlawan. Lo belum tau siapa dia" decak Dira sambil menunjuk ke Teresa.

__ADS_1


"Aku, tidak peduli siapa dia, yang jelas perbuatan kalian itu sangat jahat"


"Kurang ajar! beraninya-" pekik Dira sambil melayangkan tangannya ke Carly.


"Cukup!" Ucap teresa tegas.


"Tapi, Teresa dia sudah kurang ajar sama lo" cetus Dira.


Teresa langsung menatap tajam ke Dira, dan Dira langsung terdiam


Teresa lalu mendekati Carly dan berkata "hey! kau, kamu itu anak cuma baru di sekolah ini, jadi jangan macam-macam denganku. Atau tau sendiri akibatnya" ancam Teresa.


"Ayo pergi" titah Teresa kepada Dira dan Gebi lalu pergi.


"Cih, dasar orang-orang jahat" ketus Carly.


Carly lalu mendekati Alice yang sedang bersimpuh di lantai.


"Kamu nggak papa?" tanya Carly sambil mengulurkan tangannya.


"Aku nggak papa, untung aja ada kamu tadi" ucap Alice mengambil uluran tangan Carly lalu berdiri.


"Lain kali, kalau kamu digituin lagi balas aja mereka"


"Aku tidak berani" lirih Alice.


"Kenapa?"


"Keluarga mereka orang-orang terpandang di kota ini, kalau sampai aku macam-macam dengan mereka. Bisa-bisa keluargaku akan dalam bahaya" ucap Alice cemas.


"Ck, dasar orang kaya. Selalu memanfaatkan kekuasaan mereka untuk menindas rakya tlemah" decak Carly kesal.


"Sudahlah, tidak usah di bahas lagi. Biarkan saja mereka"


"Tapi jadi dongkol ngeliatnya"


"Ohya, kenalin namaku Alice" ucap Alice sembari mengulurkan tangannya ke Carly.


"Carly" ujar Carly membalas uluran tangan Alice.


*****


Sementara itu Teresa dan teman-temannya sedang nongkrong di kantin.


"Teresa, lo tadi kenapa sih. Kok lo malah ngelarang gue buat nampar anak baru yang songong itu" ketus Dira


"Udahlah, biarin aja, gue udah ada rencana yang bagus untuk perempuan itu" ucap Teresa.


"Emang rencana apaan?" tanya Gebi.


"Kita lihat saja nanti" ujar Teresa sambil tersenyum licik.


Kring.... Kring......


Bel masuk pun berbunyi dan murid-murid kembali ke kelasnya masing-masing untuk mengikuti pelajaran kembali.


________


Beberapa jam kemudian, pelajaran selesai, semua siswa-siswa bersiap untuk pulang.


Carly memasukkan bukunya ke dalam tas bersiap-siap untuk pulang.


Begitu juga dengan Alice yang sedang terburu-buru saat ingin pulang.


"Carly, aku pulang duluan ya" ucap Alice lalu langsung lari dari kelas.


"Ehm, ya. Kok dia buru-buru banget sih".


Carly lalu juga keluar dari kelas untuk pulang.


Dia pulang sendiri dengan berjalan kaki menuju ke kontrakannya.


Karena terlalu fokus berjalan,dia sampai tidak menyadari ada sebuah mobil yang melaju kencang di belakangnya.


Brummmm...... Brummmm........


Suara mobil itu yang melaju begitu kencang ke arah Carly


Karena jalanan begitu sepi, sehingga tidak ada seorangpun yang memberitahukan kepada Carly kalau ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya.


Brummmmmmmmm!


Carly menoleh ke belakang.


"Aaaaaaaa" teriak Carly.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2