
Kau tahu aku, iya aku. Aku adalah Abila Adira Azkadina seorang gadis remaja yang selalu tampil percaya diri, keras kepala, memiliki suara yang sangat cetar sekali dan manis katanya. Aku sering disapa dengan Ira. Tak hanya itu kadang pun aku dipanggil dengan Abik atau A kubik, ya karena namaku berawalan dengan huruf A semua (Abila Adira Azkadina).
Tak usah dibayangkan bagaimana cerita ini akan berjalan. Semoga kalian suka dengan cerita ini dan bisa mengambil makna dari cerita ini.
Ira memiliki ciri-ciri seperti postur tubuh berisi dan tinggih, berlesung pipi, memiliki kulit dengan warna sawo matang, mata yang lebar, hidung tidak mancung alias pesek sekali, bergingsul, mudah emosian, baik dan tidak bisa diam alias usil.
Ira sering dikatain tidak peka atau terlalu cuek soal perasaan oleh teman-temannya, ya karena iya tidak suka menganggap serius soal perasaan.
Sekarang Ira duduk di bangku Sekolah Menengah Akhir atau SMA.
Ira hidup dari keluarga yang bisa dibilang berkecukupan. Dibilang kekurangan juga tidak dibilang selalu ada pun tidak, ya kalo untuk soal makan cukuplah tidak kekurangan.
__ADS_1
Ayah Ira adalah seorang buruh tani dan bekerja serabutan. Sedangkan Ibu Ira sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu ayah Ira bekerja sebagai buruh tani. Ira memiliki satu adik yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Aku harap kalian bisa menikmati alur cerita ini.
^^^Nikmati saja alurnya dan rileks, jangan tegang. Aku akan mulai menceritakan setelah (Saya yang sedang membaca cerita ini dalam keadaan rileks).^^^
Ira sebelum menjadi orang yang percaya akan dirinya sendiri, ira adalah gadis remaja yang tak punya keberanian dalam hal apapun, dan ira hanya mengandalkan orang-orang terdekatnya dalam menyampaikan apapun itu. Bahkan pernah aku melakukannya hanya dengan secarik kertas yang ditulis saat itu juga bahkan bisa jauh hari sebelum itu.
Atau bahkan ira bisa dibilang tidak suka dengan keramaian. Terserah kalian mau bilang kayak mana.
Ira yang terlalu polos atau aku yang pura-pura bodoh diantara teman-temannya di bangku putih abu-abu itu.
__ADS_1
Sampai-sampai bisa menjadi anggota OSIS ditahun pertama masuk, dari sinilah ira mulai menanamkan sifat percaya diri akan tetapi masih belum merubah akan sifat keras kepala itu.
Tidak tahu kenapa bisa seperti itu, entah apa karena faktor dari lingkungan terdekat atau bahkan akunya yang tidak mau merubahnya.
Ditahun kedua dan ketiga ira masih menjadi anggota OSIS namun agak sombong dikit hahahahah bagaimana tidak tahun kedua ira naik pangkat menjadi wakil sekretaris dan ditahun akhir dimasa putih abu-abu ira menjadi Wakil OSIS ira hebat bukan??
Perubahan yang lumayan bagus kan?
Ira menerapkan satu prinsip di hidupnya, atau yang sempat ia pegang beberapa tahu kemarin.
"Aku adalah calon pemimpin masa depan, jadi jangan sia-siakan waktu mudaku!" ucap Ira.
__ADS_1
...--------Skip--------...
Terimakasih karena telah sudi membaca cerita ini, jangan lupa tinggalkan komen dan berikan semangat buat author biar tetap semangat memberikan kalian cerita-cerita lainnya.