
Setelah kejadian pagi itu Ira mencari tahu akan kebenarannya, Ira bertanya kepada teman kelasnya dulu yang kebetulan satu universitas dengan Labis.
Walaupun tidak satu jurusan tetapi mereka sering mengadakan kumpul bersama atau ngopi sambil diskusi kecil.
Setelah Ira mengetahui kebenarannya akan hubungan Labis dengan temannya itu Ira seketika tidak percaya dan merasa hancur.
Kebetulan sekali acara buka bersama itu tidak hanya wacana. Dan Ira berharap tidak ada kecanggungan atara ia, Labis dan temannya Aya itu ketika berjumpa.
Akan tetapi.........
Ira merasa dia telah kecewa besar akan temannya itu, dan Ira berharap Aya bisa menjelaskan semua ini, ya walaupun sebenarnya Ira juga tidak berharap lebih. Ira hanya ingin temanya jujur akan hubungan ini.
"Apa mungkin semua ini terjadi karna kesalahanku waktu itu ya, telah mengecewakan dia dan memberitahu dia akan kepulangan ku yang tiba-tiba.
Tapi mengapa semua ini terjadi (sesak) padahal Ira bermaksud memberikan Surprise bahwa dia bisa pulang, tapi nyatanya tidak. Atau mungkin selama ini dia memang sudah ada hubungan dengan temanku ya? Tapikan, setahuku temanku masih punya hubungan dengan pacarnya saat itu.
__ADS_1
Mungkinkah secepat itu dia melupakan kekasihnya. Atau mereka memang nyaman karena sering bersama.
Aaaaaaaaa............. memang bodoh, aku berusaha menjaga hati dan tidak akan membuka hati karena ingin bersama Labis. Namun temanku Aya telah merebutnya ( sesakku dalam hati sambil menahan air mata untuk jatuh ).
Sudahlah sekarang kita coba menutup kenangan masa lalu Ra. Aku yakin kamu bisa, walaupun kamu sedikit terluka, tapi aku yakin kamu bisa." Gaum Ira dalam hati.
Sore sebelum acara buka bersama dengan alumni sekolah, Ira merasa tidak ingin menghadiri acara itu. Tetapi teman masa kecilnya itu Aneska sering disapa Anes mengajaknya untuk tetap menghadiri acara itu.
"Ra hayuk ikut acara sore ini, sudah lama kita tidak berjumpa dengan mereka" ajak Anes.
"Ra!! Sejak kapan kamu kayak gini, sebelumnya kamu adalah wanita yang kuat dan nggak mudah menyerah, apalagi soal cowok kaya gitu. Masih banyak kalik, cowok yang lebih baik dari dia. Sudahlah buktikan kamu itu bukan perempuan yang mudah didapatkan dan mudah patah hati.Ya, walaupun kamu sedikit kecewa dengannya." Jawab Anes meyakinkan.
"Ok sore ini kita datang." Jawab Ira singkat.
Sore harinya
__ADS_1
Ira menjemput Anes dirumahnya.
"Nes hayuk berangkat" Seru Ira.
"Wokay, sebentar" Jawabnya.
Akhirnya merekapun berangkat menuju tempat yang telah disepakati di grub WhatsApp saat itu. Akan tetapi Ira dan Anes tidak langsung datang ketempat itu melainkan dia menunggu teman lainnya di simpang jalan.
Saat Ira dan Anes menunggu dipinggir jalan, mereka berjumpa dengan kawan lamanya sekaligus teman akrab Labis. Disinilah terjadi beberapa percakapan ya selayaknya teman sudah lama tak pernah berjumpa dan sekaligus mengenang masa-masa sekolah saat itu.
Setiba ditempat itu Ira hanya bercanda gurau dengan teman-teman dekatnya saja, dan tak ada percakapan terhadap Labis. Rasa canggung dan kecewa sudah menjadi satu kesatuan sehingga tidak bisa diluruskan lagi.
Mungkin hanya tatapan dari jauh dan sekilas menghalihkan pandangan. Ira tidak berlama-lama disana setelah acara itu selesai Ira dan Anes berpamitan pulang kepada teman-temannya.
Ira hanya terdiam, tak ada percakapan kala itu di atas kendaraan bersama Anes. Anes memecahkan keheningan mamam itu, supaya Ira fokus akan mengendarai sepeda motornya itu. Karena Anes takut nantinya bakal terjadi hal yang tidak diinginkan.
__ADS_1
Akhirnya malam itu terlewatkan begitu saja, walaupun menurut Ira malam itu terasa amat panjang tidak seperti malam lainnya. tetapi Ira berusaha melupakan masalah itu.