Kekasih Perjalanan Juang

Kekasih Perjalanan Juang
Bab II


__ADS_3

Semua itu (jabatan di OSIS) bukanlah yang ira inginkan saat itu, apalah daya ketika takdir sudah menuntun jalannya seperti itu. Ira bukanlah tipe orang yang suka dipimpin dan juga bukan tipe orang suka memimpin.


Tapi, setelah kejadian tahun itu, Ira mulai berpikir ulang, menjadi seorang pemimpin tidaklah buruk dan juga tidak mudah seperti apa yang ia bayangkan kala itu.


Jangankan bercita-cita menjadi seorang pemimpin, Ira saja sudah dibuat kebingungan saat memimpin dirinya sendiri. Bagaimana tidak, semangkin jabatannya tinggih Ira juga harus semangkin bijak dalam segala hal.


Dari sinilah ira belajar bagaimana cara memimpin banyak orang dan memimpin dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik lagi. Dan Ira dari sinilah ia mulai terobsesi untuk menjadi seorang pemimpin namun bukan untuk orang banyak saat ini, melainkan untuk merubah dirinya sendiri supaya menjadi lebih baik sebelum ia dituntut untuk mimpin banyak orang.


Di sini ira memulai serta melanjutkan semua perjalanannya yang telah iya jalani, di mana Ira dituntut untuk menjadi lebih baik dan bisa menjadi contoh teladan yang baik bagi semua orang.


Akan tetapi ia sempat berfikir mengapa ia belum menemukan kekasih juang di perjalanan hidupnya. Padahal Ira banyak sekali dekat dengan kawan laki-laki daripada kawan perempuannya.


Ira yang telah berubah menjadi seorang perempuan dewasa yang tak kenal akan kata menyerah, ia ingin membuktikan kepada semua orang bahwa dia bukankah apa yang mereka pikirkan tetapi sebaliknya.

__ADS_1


Karena banyak orang beranggapan bahwa Ira adalah perempuan yang tidak memperhatikan dirinya sendiri baik dari segi penampilan. ataupun dari pergaulannya.


Di dalam perjalanannya Ira berjumpa dengan sosok laki-laki yang kiranya bisa ia jadikan penyemangat dalam perjalanan hidupnya.


Walaupun Ira dekat dengan banyak laki-laki, akan tetapi Ira tidak mudah termakan oleh semua ucapan dan gombalan mereka. Karena Ira menganggap omongan mereka adalah lelucon semata atau hanya untuk bahan bercandaan.


Jadi ya Ira menganggap bahwa perkataan mereka hanya ucapan biasa. Sampai Ira sering ditegur oleh kawan lainya karena Ira sering menganggap ucapan teman laki-lakinya itu hanya omongan tanpa bobot.


"Ra, kenapa si omongan kami ini selalu kamu anggap bercanda".


"Hei, Ira tidak semua omongan kawan laki-lakimu itu bercanda. Ada kalanya mereka bicara serius" tegasnya.


"Ya, gimana ya. Kalian setiap bicara denganku saja seperti main-main jadi bagaimana aku bisa membedakan jika kalian memang benar-benar bicara serius atau tidak".

__ADS_1


"Haduh,, perempuan satu ini, susah sekali si jika diajak serius. Iya si kami sering bercanda denganmu. Tapi setidaknya jika ada yang bicara soal hati, tolonglah dimengerti".


"Sebenernya aku mau memahami tapi aku takut jika aku terlalu mengambil hati dan bakal berdampak fatal".


"Ai kamu ini, sudalah lah aku malah emosi kalau bicara samamu".


"Ya, siapa suruh".


Walaupun seperti itu perjalanannya ira terus melanjutkannya demi mendapatkan apa yang ira inginkan. Ira tidak tahu apakah Perjalanan ini akan menuntunnya menemukan sebuah kebahagiaan dan sebuah keadilan yang selama ini ia cari.


Dan apakah kekasih jalan juang nya akan Ira temukan dalam perjalannya atau Ira tidak menemukan kekasih perjalanan juangnya?


Apakah Ira akan menemukan sebuah keadilan yang ia cari !!

__ADS_1


Jika kalian bingung atau hanya ingin tahu keadilan apa yang Ira cari, lanjut aja baca sampai selesai.


__ADS_2