Kekasihku Pangeran Gokil

Kekasihku Pangeran Gokil
Candra kabur


__ADS_3

Siang itu Candra melihat sosok yang tak asing baginya... ya... dia adalah gadis penjual balon dialun alun itu, ternyata dia sekolah di tempat yang sama dengannya.


"Hay tunggu," panggilnya dan berlari ngos ngosan.


"Ada apa??" tanya Nila


"Kamu yang jualan balon itu kan??"


"Ya kenapa??"


"Ah tidak apa - apa aku cuma pengen kenal kamu saja boleh??" tanya candra.


"Boleh, nama saya Nila Anak kelas11 IPA 2,"


"Saya Candra Anak 11 IPS 1,"


Akhirnya mereka bertukar nomer, Candra yang diam diam suka dengan nila sering mengajaknya makan di kantin sekolah.


Ada saja yang tak terima denga keakraban mereka namanya Ningrum anak konglomerat kota jogja.


"Whaat aku dikalahin sama anak itu?? anak yang sekolah sini hanya karena beasiswa dan bapak ibunya cuma penjual nasi diangkringan alun alun kota jogja??? gilaaa aku ngak terima ayo kita bully dia," kata Ningrum kepada temanya bernama Ranum.


Ranum adalah anak bawahan bapaknya Ningrum dikantor, kebetulan si Ranum adalah tetangga Nila dan Ranum iri kepada nila karena orang tuanya selalu membanding bandingkan dengan Nila.


"Nila pinter lah, Nila Rajin lah.... Nila ini lah itu lah, " itu yang selalu di ucapkan Ibunya.


"He, Nila gadis kere kamu jauhin Candra kalau tidak kamu akan tau akibatnya," bentak Ningrum.


"Apa hubungannya dengan kalian haa??" tanya nila cuek


"Ya ada lha, dia pangeran ganteng, kaya turunan bangsawan, pinter... sedangkan kamu?? haa hanya anak penjual makanan diangkringan haaa sungguh menyedihkan.... atau kamu berharap jadi cinderela??? jangan ngimpi kamu." Ejek Ranum.


"Dan kamu gak pantes sama pangeran, nyadar diri dong kamu siapa dia siapa , jangan mimpi jadi kate midelton atau megan markle," sahut Ningrum


Nilapun sedih mendengar kata - kata itu lalu dia berlalu pergi menjauh dan menangis sambil berlari, Candra yang mengetahui tidak tingal diam dia mengikuti Nila.

__ADS_1


"Hai nila kenapa kamu menangis??" tanyanya


"Ah tidak apa -apa," jawab Nila.


"Kamu bisa cerita sama aku Nila," pinta Candra.


"Tidak mending kamu pergi saja Candra, Aku gak pantes deket pangeran sepertimu aku orang biasa," Ucap Nila.


"Tidak nila aku tidak ingin jauh dari kamu, kamu gadis baik aku suka sama kamu," kata prada meyakinkan Nila.


"Maksud kamu apa kamu bilang suka ke aku???"tanyanya heran.


"Aku beneran suka sama kamu sejak pertama ketemu kamu," ungkap Candra.


"Gak aku gak bisa Candra kita beda aku gak mau ter jadi apa - apa dikemudian hari," kawatir dengan ancaman Ningrum dan Ranum.


Nila mencoba menjauhi Candra tapi Candra tidak ambil pusing dua terus mendekati nila.


Tidak perduli apa yang akan terjadi dia yakin bahwa CINTA YANG TULUS DAN KEBERANIAN MAMPU MENGALAHKAN SEGALANYA.


Keesokan harinya Keraton akan mengadakan acara memperingati 1muharam tepat malam 1 suro mereka akan melakukan arakn - arakan pusaka.


"Iiih aku paling benci suruh paje sewek mana rapet lagi aahhh," keluh Candra.


"Sabar to mas ini ujian," kata Kirana sambil terkebkeh melihat wajah candra yang tersiksa.


"Mana jalan jalan jauh lagi huuuufffft" keluhnya.


"Monggo tuan gusti pangeran dan putri sudah ditunggu paduka raja sama bunda ratu di depan," kata emban.


"Ya kita segera kesana, maturnuwun sanget ngeh," jawab Kirana.


"Sami-sami gusti ayu kulo nyuwun pamit, "ucapnya meningalkan kamar Candra.


Merekapun pergi dengan bahagia menyusuri jalanan kota untuk mengarak benda pusaka yang sudah turun temurun dan sudah menjadi tradisi di keraton.

__ADS_1


Ditengah perjalanan Candra melihat Nila yang ikut menyak sikan Arak- arakan.


"Nilaaa..." senyumnya mengembang seakan tak percaya melihatnya.


"Ngain sih candra ngelihatin aku pake kiss bye segala, dada dada juga," mukanyapun berubah merona karena malu , lalu memutuskan untuk pergi.


Candra yang tahu Nila pergi diapun ikut mengejarnya tanpa berpikir panjang, yang mengakibatkan ayahnya malu.


Dengan kain yang dililitkan di pingangnya membuat dia susah untuh berlari bahkan berjalanpun susah.


"Ada apa kok semua Warga ramai?? "tanya πŸ‘‘ Prada.


"Ampun raja itu karena ulah Pangeran Candra pergi membubarkan barisanya, beliau kabur," Ucap salah satu pungawa.


"Biarkan nanti saya yang urus dan lanjutkan arak - arakannya," titah sang Raja.


"Nil.... nila tungggu," teriak Candra.


Nila yang terus berlari, tapi teriakan seseirang menghentikan candra,


"Pangeran berhenti, jika anda tidak berhenti Ayahanda akan menghukum pangeran," teriak Tyo.


Seketika Candra terhenti, lalu setibanya di keraton, prada meminta penjelasan pada Candra.


πŸ’„πŸ’„πŸ’„πŸ’„πŸ’„


maaaf klo banyak typo😊😊😊


Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa


πŸ‘‰likeπŸ‘


πŸ‘‰ komen πŸ—―


πŸ‘‰ Rate⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

__ADS_1


πŸ‘‰Vote


πŸ‘‰ Jika suka ❀ biar bisa tahu Updatenya


__ADS_2