
Restaurant MALEO
Disana terlihat seorang gadis berambut panjang berkulit sawo matang khas wajah jawanya terus menyungingkan senyum manis ketika melayani pelangan.
terlihat jelas gurat kelelahan diwajahnya tapi ia tak pantang menyerah karena demi adik - adiknya.
Hari ini tidak seperti hari biasanya dia begitu jengkel melihat Ranum yang selalu membullynya.
"Hay calon dokter" sapanya dengan senyum sinis khasnya.
Nila hanya terdiam dan meliriknya.
"He budeg aku ngomong sama kamu bukan sama taplak mejamu atau serbetmu..." jengkel karena Nila tak menanggapi.
"Terus kamu mau apa ?" ketusnya.
"Oh mulai berani sama aku.. menyedihkan sekali hidupmu.. sekolah cuma mengandalkan beasiswa dan parahnya lagi antara kuliah dengan kerjaan gak singkron heee." ucapanya semakin membuat telinga panas.
"Mending lha aku dapat beasiswa karena kemampuan aku .. dan bisa mandiri gak kayak kamu mengandalkan harta orang tua entah itu halal atau haram .. cih." membalas menghina Ranum, ayah ranum beberapa minggu terakir di pangil oleh KPK atas dugaan penyelewengan dana seorang pengusaha yang dan meminjam nama ayahnya sebagai tameng korupsi agar tak tercium aparatur negara, penyelewengan sebuah bagunan di palembang.
"Kamuuu," geramnya
"mau tampar ayo tampar biar orang tau sekalian keluargamu malu." ledek nila.
Ranum pergi dengan keadaan kesal dan Nila tersenyum karena kemenangannya.
⛅⛅⛅🌤🌤🌤🌤🌥🌥🌥🌥🌦🌦🌦🌦🌧🌧🌨🌨🌨🌨🌨🌨☁️🌤🌤🌤🌤☁️☁️☁️☁️☀️☀️☀️☀️☀️
Candra kembali untuk berlibur keindonesia seketika itu dia mencari keberadaan Nila.
"Nila," teriaknya
"Candra???" langkahnya terhenti melihat keberadaan orang yang selama ini dia cari, " hay kamu kemana aja??"
"Aku berada di luarnegeri ayahku membuangku kesana"
__ADS_1
"Dibuang??? bukannya Paduka Prada orang yang baik .. kenapa dia setega itu sama kamu??" tanyanya heran.
"Kamu belum tahu gara - gara kirab waktu itu aku dihukum dan aku dikurung lalu aku kaburblewat genteng" tawanya pecah teringat kejadian itu.
"ohh berati pas kita tour itu kamu kabur??"
"yuuuppp,"
mereka pun berjalan menyusuri kota jogja banyak yang Candra tak tahu tentang keadaan nila semua dia ceritakan, malam itu membuat mereka semakin dekat, Ccandra seakan tak ingin meninggalkan Nila.
"Nil aku kangen sama kamu.." ucapnya membuat nila terpaku dan mematung.
Nila hanya tersenyum
"Kamu sudah punya kekasih belum nil??"
"Kenapa nanya gitu??"
"Takut ada yang marah kalao aku jalan sama kamu"... "Nil aku saka sama kamu dari dulu"
"Kamu nembak aku???" tanya nila ragu
"Gak Candra kita beda... kamu anak raja dan kamu seorang pangeran... sedangkan aku," menunduk dan menangis dalam hatinya berkecamuk sebenarnya Nila punya rasa yang sama dengan Candra, mengingat statusnya itu gak akanmudah.
"Kamu pikir ibuku orang ningrat?? beliau orang biasa dari keluarga biasa bahkan ibuku dibuang oleh keluarganya." cerita Candra membuat Nila tak percaya.
"Maaf Candra aku gak bisa kita baru ketemu setelah beberapa tahun ... sekarang kamu tiba tiba menyatakan cinta," matanya terus berair sesekali membuang nafaskasar "Kita beda Candra, mungkin jaman Ayahmu dan jamanmu beda" menangis meninggalkan candra.
Candra tak tinggal diam mengejarnya dan memeluknya erat "Aku akan memperjuangkan cintaku kekamu nila walau cinta itu terhalang tembok beton kraton dandinding besi tetap akan aku perjuangkan, karena aku mencintaimu, rasa ini tidak sehari dua hari tapi 3 yahun lamanya,"
"Kamu yakin??" tanya nila
"Kalau kamu butuh bukti aku akan membawamu sekarang menghadap ayahku"
Candra menarik tangan Nila membawanya naik becak menuju kraton.
__ADS_1
pukul 22.00 wib.
Candra membawa Nila memegang tangannya dari gerbang menuju Bangsal Pustaka dimana Sang ayah menghabiskan waktu malamnya hanya untuk membaca.
"Ada apa kamu kesini... dan siapa dia? tanya Prada begitu dingin."
"Dia kekasih saya... saya mencintainya maka saya meminta ijin untuk menjadikannya istri" tatapan mata Candra begitu tegas tanganya terus mengenggam Nila.
Prada menatapnya dengan tatapan menusuk kearah gadis itu.
"Dari keluarga mana kamu dan apa pendidikanmu," tanya Prada
"Sa... saya .. orang biasa tuan raja, saya yatim piatu saya masih kuliah kedokteran," jawab nila gugup
"Kamu gak pantas buat anak saya... kamu tahu dia siapa dan anak siapa??" tanya Prada sedikit menekan.
"Ayaaah," teriak Candra.
"Kamu sudah berani bentak ayahmu??" membelalakan mata dengan memperlihatkan mata merahnya pertanda Prada sangat marah.
"Kenapa??? bukannya Bunda juga orang biasa??" mengeluarkan keberaniannya.
"Kamu anak kurang ajar kamu berani membandingkan gadis ini dengan ibundamu??"
"Plaaak" sebuah tamparan mendarat ke wajah Candra.
"Tampar saya ... tampar sepuas hati anda yang mulia... asal anda tau tidak akan mengoyahkan niat saya untuk melepas Nila,"
candra begitu jengkel karena ayahnya terlalu merndahkan kekasihnya.
Nila yang melihat kejadian itu begitu kaget.. raja yang menurutnya begitu kalem ternyata itu hanya topeng didepan umum.
"Permisi saya harus pergi... saya mohon pamit paduka raja," memberi isyarat menyembah lalu meninggalkan tempat itu.
Prada hanya meliriknya tanpa ada ekspresi, sedangkan Candra masih tersungkur di bekang sang raja yang tak lain adalah ayahnya.
__ADS_1
🐏🐏🐏🐏🐏🐏🐏
semoga syuka ya ... walaupun ceritanya agak belibet