
Suara telephon berbunnyi
"dertt ... derrrttt... derrrrttt,"
Ternyata Broto
"Hallo pangeran, pangeran disuruh pulang tuan raja," kata broto
"Saya gak bisa pulang, masih banyak kerjaan," jawab prada
"Bilang dia kedia kalau dia gak mau pulang akan saya coret dari silsilah keluarga, satu yang penting jangan melihat mayatku, jangan mengazaniku dan mengantarku keliang lahat," teriak raja.
Prada yang mendengar itupun langsung meng iyakan untuk kembali ke keraton, setibanya disana dia menemui di taman belakang, tempat favorid sang raja.
"Plokk"
Tumpukan kertas yang tidak lain adalah photo Prada dan Tania berserakan setelah sang ayah melemparkan ke wajahnya.
"Apa maksud dari semua ini???" tanya sang ayah.
"Ampun beribu ampun ayah handa dalem mencintai dia," jawab prada menundukan wajahnya dengan tangan melipat diatas keningnya.
"Heem.. cinta!!!" senyum sinis sang raja. memecahkan suasana, "kamu tahu dia siapa?? dia hanya rakyat jelatah, tidak patutnya kau mencintainya, kita ini priyayi bukan orang sembarangan," ucap sang raja disertai senyum kecut dan memegang pipa rokok ditangan kanan dan tangan kirinya menyilang ke belakang.
"Apa salahnya??" tanya Prada..
"Kamu bertanya apa salahnya??? ya jelas salah kita priyayi keturunan terhormat, kita terpandang," ucap sang ayah raja Kusuma dengan sombongnya.
Prada hanya diam tidak berani menjawab karena ayahnya telah murka.
"Tingalkan dia," titah sang ayah sembari berlalu meningalkan Prada.
Rasa sesak didada membuatnya tidak bisa berkata - kata.
__ADS_1
Bukan Prada namanya kalau tidak nekat, keesokan harinya dia kembali kesurabaya.
"Tyo carikan aku penghulu," perintah prada.
"Bukanya ayah handa tidak setuju?? dan panjenengan hendak melangar larangannya??" Tyo balik bertanya.
"Sudah cukup turuti perintah saya," bentak Prada
"Baik pangeran," ucap Tyo.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Sesampainya dirumah elitnya Prada mengatakan akan menikahi Tania.
"Dua hari lagi kita menikah," kata prada menghampiri Tania.
"Whaaat???" Tania kaget "Gak segampang itu, belum juga kita beli baju," keluh Tania.
"Sudah diurus tyo semua tingal nanti kita beli baju di butik," jawabnya dengan enteng, "Sekarang kamu siap - siap kita beli baju di butik kenalan saya" perintah Prada.
Lalu dalam perjalanan pulang tania meminta ijin bahwa dia akan pergi ke Inggris.
"Mas aku minta ijin ya habus nikah besok saya mau pergi ke Inggris," pinta Tania.
"Ada apa kesana??"
"Ada undangan jamuan makan dari Ratu Elisabet"
"Waaw calon istriku akan makan satu meja bersama sang ratu??" tanyanya tidak percaya, secara disisilain ayahnya yang tak lain juga raja malah menghinanya.
"Sebenarnya waktu itu ada semacam quiz kalau berhasil jawab diundang makan bersama ratu elisabet, quiz tentang pariwisata, spontan aku ikutan terus ngisi lha kok menang itupun bu shila direktur aku yang meminta, diantara 1000 orang ter pilih 25orang ke ingris," ucapan tania seakan membuat prada tak percaya, bahwasanya wanita yang dicintainya ini begitu cerdas dan beruntung, dia sendiri seirang pangeran saja tidak berani bermimpi menginjakkan kakinya di kerajaan ingris.
"Kamu ikutan kuis itu emang pengen menang atau gimana??" tanya Prada
__ADS_1
"Aku mengagumi, sangat mengagumi ratu elisabeth, beliau seorang ratu tapi mau menerima menantu dari kalangan orang biasa, lihatlah almarhumah laddy diana, kate milddelton, megan markle dia dari kalangan biasa tapi beliau mau menerimanya dengan tangan terbuka, lain halnya diindonesia, keturun priyayi atau priyayinya sendiri tidak akan menyetujui anak mereka berhubungan rakyat jelatah, mereka selalu mentingin bobot bibit dan bebetnya" kata tania agak sebel.
"Deeggg"
Seakan Prada ditampar oleh kata - kata tania, Prada berpikir dan berbicara pada hatinya.
"Seandainya dia tahu latar belakang keluarganya dan dia sebenarnya bagaimana??" ucapnya dalam hati.
"Hey mas kok diam aja sih," bentak tania membuyarkan pikirannya.
"Kamu ada benernya juga sih," jawab prada agak kikuk.
"Aku antipati dengan Priyayi," ucapnya Tania sedikit jengkel.
"Kok gitu??" Tanya Prada.
"Ya lha mereka itu terlalu arogan," ucap Tania.
"Kamu misalnya dapat jodoh Priyayi gimana??" tanya Prada.
"Ya gak mungkin lha, emang Priyayi itu mau sama aku??" kata Tania.
"Ya yang pastinya mau kamu cerdas dan cantik," goda Prada sambil memencet hidung tania.
ππππππππππππππππ
Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa
πlikeπ
π komen π―
π RateβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
__ADS_1
πVote
π Jika suka β€ biar bisa tahu Updatenya