Kelsya

Kelsya
BAGIAN 17


__ADS_3

"Haii gaiss" sapa Kelvin,


"Haii lama banget sih nunggu Lo" kata Dila,


"Amelllll" teriak kia langsung memeluk Amel,


Anaknya sedang bersama suaminya,


"Kiaaa, apa kabar?" Tanya Amel,


"Alhamdulillah baik, Lo gimana?" Tanya kia,


"Alhamdulillah baik hihihi" jawab Amel,


"Jangan bilang Amel calon loh?" Tanya kia,


"Hmm emang Amel" jawab Kelvin,


"Wahh, selamat datang amelll" ucap ke KIA ke Amel,


"Aaa thanks kiaa terharu gue" jawab Amel,


"Ya udah yuk, masuk kia, Mel" ajak Dila,


Lalu mereka masuk kedalam masjid tersebut, dimana posisinya Revan, rehan, Kelvin mendampingi Dafa yang sudah duduk di tengah tengah masjid dan di kelilingi orang orang, sedangkan Dila, Amel, kia menemui Ridha yang berada sedikit jauh dari sana namun masih dalam masjid.


"Ridhaaaa ciee sebentar lagi akan jadi istri orangg" ucap kia ke Ridha,


"Makasih kiaa, mana katanya calon Kelvin datang ngga kalian ajak jahat banget kalian" omel Ridha,


"Inii calonnya" kata Dila dan aisyah, sambil menggeser kan badan mereka kesamping,


"Amellllllll" teriak Ridha seneng,


Dia seneng banget kalo calonnya Amel, karna yang mereka tau Amel itu anak baik baik di sekolah.


"Bersyukur banget calon Kelvin Lo gue kira Renatha" Kata ridha,


"Hehehe iya da" jawab Amel sambil tersenyum,


....


Acara sudah di mulai, dan sesi akad pun telah tiba.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dafa dirgantara bin Ibrahim Saffron dengan ridha Anjani Geraldine binti Malik Geraldine dengan mahar emas dua puluh gram, dan seperangkat alat salat dibayar tunai!" ucap seorang laki laki, yaitu ayah Ridha,


"Saya terima nikah dan kawinnya ridha Anjani Geraldine  binti Malik Geraldine dengan mahar tersebut dibayar tunai!" ucap Dafa dengan sedikit gugup,


"Gimana parah saksi?" Tanya seseorang yang berada di dekat ayahnya Ridha,


"SAHHHHH" jawab semua orang yang berada di dalam masjid itu,


"Aaaaaa ridhaaaa akhirnyaaaaa halal jugaaaa" teriakk dilaa,


"Samawaaa ridhaaa" ucap kiaa,


"Turut bahagia yahhh ridhaaaa" ucap Amel,


Ridha hanya tersenyum dan tidak menyangka bahwa dia sudah menikah dengan Dafa,

__ADS_1


Lalu ridha menemui Dafa, dan sesi dimana Ridha di pakaikan Dafa suatu cincin yang sangat cantik, setelah Ridha memakai nya, Ridha juga memakaikan Dafa satu cincin, namun sesi foto pun telah tiba.


"Crekk" bunyi suara kamera


Telah selesai acara Ridha dan dafa



Betapa cantiknya Ridha memakai gaun yang sangat sederhana namun masih sedikit kelihatan mewahh


Samawaa yaaa ridhaaaa dan dafa dari author


Belum selesai gaisss cerita tentang Ridha and Dafa.


"Ehh lokk, kia, Amel, dan yang lain nanti pulangnya" pintah Ridha,


"Loh kenapa?" Tanya dila,


"Antarin kita kebandara" pintah Ridha memasang muka memohon,


"Mau kemana Lo da?" Tanya kia,


"Bulan madu dongggg" jawab dafa,


"Ke labuan bajo hehehe" jawab ridha terkekeh kecil,


"Gilakkkkk labuan bajoo, its my dream" kata Dila kaget,


"Enak yaa nikahannya ngga ribet sederhana banget, tapi bulan madunya ke labuan bajo" sindir rehan,


"Yaaa kita kan nikah buat ibadah, bukan buat pamer sana sini" jawab ridha,


"Ngga gitu lok, kan bener" jawab ridha lembut,


"Pernikahan gue berlangsung Minggu depan, Lo ngga datang?" Tanya kelvin,


"Gimana ya Vin " jawab ridha,


"Oh yaudah gpp" kata Kelvin lalu memalingkan muka,


"Datang kok Vin, Sabtu kita pulang" jawab ridha,


"Kok cepet banget?" Tanya Revan,


"Nanti kalo Lo sama dila udah nikah kita bulan madu bareng ya, Aisyah sama rehan babymoon" ejek Dafa,


"Bisa aja luu, gue belom mau nambah anak" jawab Aisyah,


" Otw buat, siapa tau nanti udah jadikan? Hahahahha" kata Rehan ke Dafa,


Lalu mereka segera pulang kerumah masing masing terlebih dahulu, nanti mereka kerumah Ridha, mereka pulang hanya untuk berganti baju aja,


.......


Setelah mereka sudah sampai dirumah Ridha semuanyaa, tak lama mereka menunggu mereka langsung menghantarkan Ridha dan dafa ke bandara,


....


Telah sampai di bandara...

__ADS_1


"Hati - hati ya daaa" kata Dila lalu memeluk Ridha,


"Semoga debaynya cepat jadi, biar Kayla ada temannya" sambung aisyah lalu bergantian memeluk Ridha,


"semoga selamat sampai tujuan ridhaaa" sambung Amel,


"Sini pelukkk dulu Amell, kamu udah jadi bagian dari kita" kata ridha, lalu Amel memeluk Ridha,


"Alay banget sih" kata Revan,


"Apaansi Lo" jawab Dila,


"Udahh, masa iya udah mau nikah masih aja mau bertengkar hal kecil" kata Kelvin,


"Tapi mereka lucu Vin" jawab Amel lalu tersenyum,


"Yaudah kita masuk yaa dahhh" kata Dafa pamit,


Lalu ridha dan dafa masuk kedalam dan  yang lain pulang,


"Siapa nama anak kamu kia?" Tanya Amel,


"Kayla putri Anggraini"


"Ohhh, cantik yaaa namanya"


...****************...


Hari ini adalah hari yang begitu indah, hari yang bahagia bagi kedua mempelai yaitu Kelvin dan amel.


Kini seorang gadis terduduk di kamarnya dengan gaun pengantin yang menjuntai hingga lantai. Gaun kesekian yang akhirnya dipilih oleh amelia setelah mencoba banyak gaun saat fitting pakaian.


Ceklek!


Suara pintu yang terbuka mengalihkan pandangan amelia, gadis itu menoleh ke arah pintu dan menemukan ibunya yang baru saja datang tengah berdiri di sana.


"Ibuuuu" Kata amel


"Iya kenapa?," Tanya ibunya amel


Ibu amel mendekat ke arah putrinya. Wanita paruh baya yang tak kalah cantik itu melihat pantulan diri putrinya di cermin, sangat cantik.


"Ibu, aku tuh masih enggak percaya kalau aku bakal nikah," ucap Amel.


"Ibu kenapa nangis?" tanya Amel begitu menyadari ada bulir air mata di sudut ibunya menggelengkan kepalanya kecil dan menghapus jejak air mata di wajahnya.


"Enggak, Sayang. Ibu cuma enggak nyangka aja, putri ibu sekarang udah mau jadi istri orang saja. Padahal berasa kalau kemarin kamu masih kecil, masih ibu gendong ke mana-mana."


"Ih, ibu kok ngomongnya gitu. Kan nanti setelah nikah aku masih tinggal sama ibu kan? Kita bisa ketemuan setiap hari kok," ucap Amel menenangkan.


Bukannya menenangkan, justru ibunya mematung di tempat, ia mengelus pundak putrinya lembut.


"Enggak, mel. Kelvin mau kalian tinggal di dirumah dia. Untuk sementara waktu sebelum kalian punya rumah sendiri" jawab ibunya Amel lembut.


"Sudah siap"


Kelvin menganggukkan kepalanya kecil sebagai jawaban, diikuti tarikan napas panjang untuk mengurangi kegugupannya. Bohong jika pria itu berkata bahwa ia tak gugup, bagaimana pun ini pertama kalinya ia menikah, dan mungkin akan menjadi yang terakhir.


Walaupun hasil perjodohan, Kelvin tetap ingin berpegang pada prinsipnya, yang menikah sekali seumur hidup.

__ADS_1


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Kelvin Kusuma Wijaya dengan Amelia Anggraini binti agung Nugraha dengan mahar emas lima belas gram, uang tunai lima ratus juta dan seperangkat alat salat dibayar tunai!" ucap penghulu tersebut.


__ADS_2