
Aku memang hobi membaca dan menulis, sejak beberapa tahun lalu aku mulai menulis setiap peristiwa dalam keseharian ku, mungkin seperti kebiasaan anak perempuan tapi aku seorang laki-laki sah saja aku melakukannya, menulis adalah mediaku bercerita.
Mungkin dewasa nanti aku akan menekuni menjadi seorang penulis dan yang aku impikan adalah menulis kisah hidupku mungkin saja bisa jadi novel, aku mau memberi inspirasi dan memotivasi setiap orang di luar sana yang sama sepertiku atau jauh lebih tragis dari kisahku.
Akankah kisahku akan menjadi sebuah akhir yang bahagia atau sebaliknya, di setiap malam aku selau berdoa diatas sajadah aku selalu meminta kepada Allah Tuhan dari segala alam, Tuhan yang menghidupkan dan mematikan kita, untuk memberikan akhir kisah yang bahagia.
Impianku ibu bahagia, ibu berumur panjang bisa melihatku sukses bisa melihat cucunya di kemudian hari, aku ingin membangunkan rumah untuk ibu, rumah yang jauh lebih layak dari rumah yang sekarang kami tinggali.
Aku membelikan kasur yang empuk untuk ibu, supaya badanya tidak pegal-pegal lagi setelah melakukan kegiatan seharian, duduk diteras rumah sambil ngobrol melihat cucu-cucunya bermain, bercengkrama hangat denganku dan istriku kelak.
__ADS_1
Aku selalu ingin mendengar kata lembut dari ibu, petuah kehidupan yang diberikan ibu tiada henti-hentinya, dan tak lupa kepada setiap orang yang membantuku di saat susah, aku akan selalu ingat siapa yang sudah berbuat baik untuku dan keluargaku.
Aku belikan ibu mobil, supaya tidak capek lagi kakinya untuk mengayuh sepeda, aku rasa sudah cukup ibu lelah mengayuh roda kehidupan bagaikan roda berputar.
Tidak lupa untuk pamanku, aku ingin membangunkan rumah Tahfiz yang selalu di cita-citakan paman, niat paman hanya satu jangan sampai generasi penerus lupa dengan Al Qur'an, Kitabullah adalah pegangan hidup jangan sampai lepas ataupun melupakannya, pamanku berharap setiap muridnya paling tidak satu di antara meraka ada yang Hafizh Qur'an, semoga saja ada generasi penerus paman, yang handal tentang kitab dan Hafizh Al Qur'an.
Untuk adiku didalam perut ibu, jadilah orang yang kuat kita sama-sama berusaha didunia ini, aku selalu menantikan kelahirannya, aku sudah tidak sabar ingin berjuang bersama-sama, aku bisa berbagi cerita berbagi pendapat.
Ibu tunggu anakmu menjadi orang yang matang dan mapan, semoga ibu kuat dalam segala cobaan ini, ibu bertahan dari sakit yang ibu derita, beberapa tahun yang lalu ibu memang positif Liver, tapi masih stadium awal.
__ADS_1
Kata dokter penyakit ibu bekum ada obatnya, mungkin hanya obat untuk meminimalisir sakitnya ibu, dizaman sekarang belum ada obat yang bisa mengobati sakit liver.
Panjangkanlah umur ibu aku terus berdoa, tetesan air mata telah basah dipipi bukan aku seorang yang cengeng, tapi hanya kepada Allah adalah tempat yang tepat untuk mencurahkan semua isi di dalam hati ini,
Semenjak aku di nasehati paman untuk selalu mendekt kepada Allah, menyempatkan waktu bangun diantara dua malam untuk memanjatkan doa untuk masa depan kekuraga dan juga untuku, kata-kata dari paman selalu tertanaman dalam hatiku.
"Jika dunia mulai menjauh darimu, dekaltah dengan siapa yang menciptakan dunia, bukan hal yang mustahil jika kamu medekat pada Allah, dunia juga akan mendekat padamu, tapi jika kamu menjauh dari Allah kamu akan kehilangan segalanya"
Cukup rasanya aku mengadu kepada Allah, aku bergegas melepas sarung dan melipat nya bersama sajadahku, aku mulai beranjak ke tempat tidurku lagi, aku segera tidur untuk persiapan nanti sholat subuh supaya tidak mengantuk.
__ADS_1