
Namaku revita, "revita Widya ayuningsih". Umurku 20 tahun . Aku lahir di keluarga yang kurang mampu, ayahku bernama Hasan dan ibuku Tantri. Ayahku bekerja sebagai petani dan ibuku ibu rumah tangga biasa. Sejak kecil aku di didik keras oleh ayahku, beliau berharap agar aku mampu menghadapi kehidupan yang pedih nantinya, mengingat status keluargaku saat ini.
Saat ini aku sudah bekerja di salah satu supermarket sebagai pelayan toko. Meskipun gajiku tidak besar tapi setidaknya dapat membantu orang tuaku. Aku bersyukur, karena meskipun kami hidup dalam kekurangan tapi kami masih dapat menikmati makanan yang layak meskipun hanya menu sederhana.
ya ... SEDERHANA
"Sederhana"
seperti harapan orang tuaku, harapan yang selalu terngiang ngiang di telingaku.
Aku bangun pagi kemudian seperti biasa aku membantu ibu di dapur.
"revita, ibu mau bicara sayang" kata ibu
"iya ibu , katakanlah" kataku
"apa kamu tidak ingin menikah sayang, tetanggamu yang umurnya di bawahku juga akan menikah Minggu depan, apa kamu tidak iri padanya ?" kata ibu
__ADS_1
"ah ibu, itu dan itu terus yang ibu tanyakan, telingaku sampai panas mendengarnya Bu" jawabku
"tapi sayang, ibu tidak lagi muda sayang, apa kamu mau melihat orang tuamu mati dulu baru menikah?" kata ibi
aku tersentak akan kata kata ibu dan langsung memeluk ibu,
"ibu, apa yang ibu katakan, aku tidak mau kehilangan kalian Bu, aku sayang ayah dan ibu" kataku sambil menitihkan air mata
"terserah kamu sayang, ibu lelah bicara sama kamu" ibu meninggalkanku di dapur.
Selesai membantu ibu, aku kemudian pergi bekerja . Di sepanjang perjalanan aku memikirkan kata kata ibu,
Orang tuaku selalu menginginkan aku untuk menikah mengingat usiaku sudah cukup matang untuk menikah, tapi aku belum bisa mewujudkan keinginginan mereka. aku masih belum bisa melupakannya. Dia yang pernah mengisi hatiku selama dua tahun. kami berpisah karena keadaan.
dia harus pergi mencari hidup yang lebih baik di luar kota untuk mencari uang untuk biaya pernikahan kami. tapi setelah aku memergokinya bersama orang lain di situlah aku memutuskannya.
meskipun aku sudah putus dengannya tapi aku masih belum bisa move on darinya.
__ADS_1
entah kenapa rasa ini tak bisa hilang, kangen dan rindu yang ku rasakan meskipun di selimuti rasa sakit hati yang begitu dalam, tapi rasa cintaku tak bisa hilang kepadanya.
kadang aku berfikir apakah aku bisa bersamanya lagi ??
"Giandra"
itulah namaku, Aku hidup hanya dengan ibuku, ayahku meninggal sejak aku kecil. Aku anak tunggal, jadi ku harus jadi tulang punggung keluarg mengingat usia ibuku yang tak lagi muda.aku bekerja sebagai pelayan restoran di sebuah mall.
Aku memang bukan terlahir dari darah biru tapi aku bersyukur aku bisa hidup bahagia dengan kesederhanaan ku.
"sederhana"
kata itu mengingatkanku akan kamu yang pernah singgah di hatiku. meskipun hanya 2 tahun lamanya. begitu banyak kenangan indah bersamamu membuatku sulit mencari penggantimu. Akankah aku mampu hidup tanpamu ??
hidupku hampa, tanpa rasa, bagai sayur tanpa garam. meskipun hari hari yang ku lalui di selimuti orang yang seru dan menyenangkan tapi tidak dengan hatiku.
masih ada dia di hatiku, rasa yang masih sama, cinta dan sayang yang masih sama,
__ADS_1
akankah kita bersama lagi ???