
ingin rasanya aku lari dari masalah ini, lari dan bersembunyi di tempat yang tak mungkin orang menemukanku. tapi aku sadar masalah untuk di hadapi bukan di sembunyikan.
aku keluar dari rumah sebentar untuk menemui kedua sahabatku. hanya membutuhkan waktu 10 menit aku sampai di rumah sahabatku.setibanya aku di depan rumah temanku.
"assalamu'alaikum" aku mengetuk pintu
"wa'alaikumsalam"
"iya, siapa ya?" tanya Friska
"ini aku Revita , Friska"
Friska membukakan pintu, aku langsung memeluknya
"revita, ada apa ?" membalas pelukanku
"orang tuaku Friska, tolong bantu aku?" ucapku dalam tangisan yang sulit di bendung
"ada apa Rev, katakan "
"dimana Yohan , dimana ?? aku ingin dia membantuku, aku mohon bantu aku" aku memegang tangan Friska.
"tenang dulu, tenang dulu Rev, ada apa , katakanlah. tapi sekarang kamu minumlah dulu, aku akan ambilkan minum, ayo masuk " pinta Friska
__ADS_1
aku meminum minuman yang di berikan Friska,
"aku mohon bantu aku, aku membutuhkan kakakmu untuk menikahiku, demi orangtuaku ." kataku dg lirih
"maksudmu?"
"ibuku meninggal karena kecelakaan, dan sekarang ayahku terbaring lemah, ayah memintaku untuk menikah sebelum ia menyusul ibu, aku mohon bantu aku ...."
"aku akan memanggil Yohan dulu, kau tunggulah di sini" Friska berlalu pergi menghampiri Yohan
Yohan keluar dari kamar , ia terkejut melihatku yang sedang menangis dg penampilan acak acakan.
"revita, ada apa?" yohan memelukku
"aku mohon bantu aku..." membalas pelukannya
"aku mohon menikahlah denganku, demi orang tuaku, ibuku sudah meninggal sekarang ayahku sedang terbaring lemah" semakin mengeratkan pelukanku
"apa yang terjadi pada orang tuamu ??" memandangku dengan wajah sedihnya.
aku menceritakan apa yang menimpa keluargaku,
"baiklah aku akan menolongmu " ucap Yohan
__ADS_1
"terimakasih banyak" aku memeluknya dg sangat erat
"heh kalian, main peluk pelukan Mulu. udah ayo kita kerumahmu . aku ingin melihat keadaan orang tuamu." Friska melepas pelukanku dengan Yohan
"iya ayo" kami serempak
sesampainya di rumah, ibuku sudah di mandikan dan akan di sholatkan. aku menemui ibu sebentar.
"ibu, aku akan mewujudkan keinginanmu" kataku
"revita, ayahmu.... " ucap Yohan
"ada apa ?" tanyaku
"ayahmu sudah semakin lemah ayo kita menikah, ini demi orang tuamu. aku tak mau ayamu tak melihatmu menikah , bukankah ini yang mereka mau ? kamu sayang mereka kan ?" ucap Yohan
"ayah.... ayo aku tak ingin membuat ayah kecewa lagi"
aku dan Yohan menghampiri ayah, ternyata disana sudah ada penghulu dan saksi. untuk sementara kami menikah secara siri dulu karena pernikahan ini adalah pernikahan dadakan. besok kami mengurus surat surat dan akan menikah secara resmi .
dengan tarikan satu nafas Yohan mengucapkan janji suci pernikahan dengan lancar dan lantang. aku kini resmi melepas statusku menjadi seorang istri , aku bertekad aku akan menjadi istri yang baik untuk Yohan. aku ingin keluar dan belajar melupakannya. aku sudah menjadi milik Yohan, aku akan membuka lembaran baru dan menata hidup yang lebih baik lagi.
"revita, ayah sudah tak kuat lagi, ayah berpesan jadilah istri yang baik , kamu harus keluar dari zona keterpurukanmu, lupakanlah ia yang telah menyakitimu, ayah tau kamu orang yang kuat"
__ADS_1
itulah kata kata terakhir ayah, air mataku tak dapat terbendung. aku menangis sejadi jadinya.
hingga lam kelamaan aku jatuh pingsan. Yohan mengangkat ku mengantarkan ke kamar dan membaringkan dengan hati hati. Friska yang datang langsung memelukku.