Kembali Kepadamu

Kembali Kepadamu
kabar duka


__ADS_3

"kalian... selalu saja mengagetkanku." kataku


"lagian ngelamun sih" friska memukul bahuku


"sakit tau... " aku mengelus bahuku


"hhaaa... sudahlah ayo bekerja lagi" Friska sambil menata barang barang di etalase.


Jam sudah menunjukan pukul 3 sore. waktunya aku pulang. aku memang mengambil siff 1 . karena siff 2 biasanya hanya laki laki saja.


mengingat karena siff 2 bisa mencapai jam 10 malam.


Aku keluar toko dan melajukan motorku dengan kecepatan sedang. Entah kenapa perasaanku sedang tidak bersahabat saat ini. Hatiku rasanya tidak tenang membuatku ingin lekas sampai rumah.


ketika sampai rumah aku terkejut mengapa banyak orang di rumahku.


Aku memarkirkan motorku di antara banyaknya motor di halaman rumahku.aku masuk ke dalam rumah.


Betapa terkejutnya aku. aku melihat ayah dan ibuku sedang terbaring lemah di ruang tengah .


"ibu ayah apa yang terjadi pada kalian. " kataku sambil menangis sesenggukan.


"paman , Bibi apa yang terjadi . aku mohon beritahu aku bi. apa yang terjadi pada orang tuaku "


"kamu yang tabah ya, ayah dan ibumu tadi tertabrak motor" kata paman


"bagaimana bisa paman??"

__ADS_1


"kamu yang tenang dulu, ayo kamu minum dulu"


aku minum hingga air dalam gelas habis tak tersisa karena aku memang sedang merasa haus sekali.


Aku meminta penjelasan dari mereka yang ada di rumahku.


flashback on


Ayah dan ibu akan berangkat ke pasar untuk membeli bahan bahan dapur. memang mereka selalu pergi bersama . mereka berjalan kaki karena jalan menuju pasar tidak terlalu jauh.


Setibanya di pasar ibu ingin menyebrang tapi tiba tiba ada motor dengan kecepatan tinggi melaju dan hendak menabrak ibu. dengan sigap ayah mendorong tubuh ibu sehingga ayah yang tertabrak . tapi karena ayah yang terlalu kuat mendorong ibu membuat ibu jatuh dan kepalanya membentur aspal . membuat ibu tak sadarkan diri.


ayah yang masih sadar meskipun lukanya cukup parah tak mau di bawa ke rumah sakit. ayah ingin pulang bersama ibu karena merasa sudah tak kuat lagi dan percuma di bawa ke rumah sakit.


ibu meninggal di tempat. ayah yang masih sedikit sadar meminta pulang bersama ibu yang sudah tak bernyawa.


"ibu kenapa ibu meninggalkanku Bu, apa salahku padamu Bu. apa yang harus ku lakukan tanpa ibu. Ayah aku mohon ayah harus sembuh. ayah harus kuat . kita harus kerumah sakit . ayah harus sembuh . aku tak mau kehilangan ayah" kataku dalam tangis


"ti tidak sa sayang... a ayah tak mau di dibawa ke rru rumah sakit" kata ayah dengan suara lirihnya.


"tapi ayah... "


belum sempat aku selesai bicara, ayah memegang tanganku.


"kamu a anak satu satunya ayah. ma maukah kamu meng mengabulkan permintaan ayah yang terakhir ?"


"jangan berkata begitu ayah . ayah pasti sembuh "

__ADS_1


"ayah mohon sayang"


sejenang aku termenung


"apapun yang ayah mau akan aku turuti asalkan ayah dan ibu bahagia"


"ayah mau kamu menikah sayang"


aku terkejut akan penuturan ayah


"ayah,kalo ayah ingin aku menikah ayah harus sembuh dulu. aku sudah kehilangan ibu . aku tidak ingin kehilangan ayah" aku memeluk ayahku


"ayah mohon ... "


aku berfikir sejenak


"baiklah aku akan menikah, demi ayah dan ibu."


"di sisa sisa nafas ayah yang terakhir ini, menikahlah ." ayah mulai lemas tak berdaya


"ayah ,ayah harus kuat, katanya ayah ingin melihat aku menikah"


"ayah tak punya banyak waktu"


"aku akan menikah sebentar lagi ayah,aku janji tapi ayah harus kuat"


"iya ayah akan kuat untuk kamu dan ibu"

__ADS_1


__ADS_2