
"kamu harus kuat Rev, kamu yang sabar , kamu pasti bisa menghadapi kenyataan ini". Friska semakin erat memelukku.
Yohan memberiku minyak kayu putih Dan mengoleskannya ke bawah hidungku. beberapa saat aku terbangun.
"ayah ibu.... " aku reflek memeluk Yohan
"kamu harus sabar, kamu harus ikhlas, aku tau kamu orang yang kuat. kamu harus jadi pribadi yang lebih baik lagi demi orang tuamu" ucap Yohan
"terimakasih untuk semuanya, kalian selalu menjadi penyemangat ku , kalian selalu membantuku dalam keadaan sulit. kalian selalu ada untukku" kami bertiga berpelukan
hari ini acara pemakaman orang tuaku selesai, aku tidak ikut ke pemakaman mereka karena sahabatku melarangku degan alasan aku bisa pingsan lagi .
kini aku telah jadi yatim piatu. orang tuaku meninggalkanku . yang aku punya sekarang adalah kedua sahabatku. dengan status Yohan sebagai suamiku.
sudah satu Minggu kepergian kedua orang tua ku. Yohan dan Friska mengajakku pindah kerumahnya. dengan alasan agar aku tak bersedih lagi. tinggal di rumah ini akan selalu mengingatkanku akan orang tuaku yang membuat aku selalu bersedih. selama seminggu pula Yohan dan Friska menemaniku. kami bertiga tidur dalam kasur yang sama . meskipun aku dan Yohan berstatus suami istri tapi aku belum bisa tidur dengan Yohan . tapi Yohan memaklumi itu.
__ADS_1
2 hari kemudian
hari ini aku akan pindah ke rumah Yohan suamiku. sebelumnya aku meminta ijin kepada kedua orang tuaku dengan mendatangi makamnya. setelah itu aku kerumah pak RT dan meminta tolong untuk membantuku menjual rumah orang tuaku. karena aku tak mungkin menempati rumah itu lagi , jika aku menempati rumah itu lagi sama saja dengan aku mengingat masa lalu yang kelam dengan di penuhi kenangan kenangan indah bersama orang tuaku dan pria masalalu.
sesampainya di rumah Yohan aku di antar ke kamarnya Yohan. kamar yang akan aku tempati bersama Yohan.
"revita ini kamarku, maaf kalo sedikit berantakan. kamu tau sendiri denganku yang tak suka bersih bersih kan?" ucapnya
"iya iya aku paham sekali dengan sifatmu itu, aku akan membereskan baju bajuku dan kamarmu ini." aku kemudian mulai membersihkan kamar Yohan
"revita, apa kamu tau hal inilah yang aku impikan selama ini. aku menjadi suamimu. apa kamu tau selama ini aku mencintaimu. tapi aku takut mengatakannya karena aku tak mau merusak persahabatan kita. aku menyayangimu dengan tulus Rev" kata Yohan
sontak aku menjatuhkan pakaian yang sedang ku pegang.
"aku minta maaf selama ini tak menyadarinya. aku mohon maafkan aku" aku memeluk Yohan
__ADS_1
"aku mohon kamu lupakan masa lalu kamu dengan giandra. kamu sekarang jadi istriku. aku mau kamu move on " ucap Yohan
sejenak aku terdiam, aku berfikir memang benar aku selalu membiarkan bayangan indah wajahkan memenuhi pikiranku meskipun aku tau luka yang ku dapatkan.
"aku berjanji padamu akan merubah sikapku , aku akan menjadi istri yang baik untukmu" ucapku
"terimakasih banyak. tapi apa aku boleh minta hakku sebagai suami? kamu yang memelukku seperti ini membuatnya jadi tak bisa menahannya lagi, aku sudah menahannya selama aku di rumahmu karena adanya Friska" ucap Yohan
aku melepas pelukanku, wajahku memerah menahan malu, aku kemudian mengangguk tanda aku mau.
Yohan kemudian mencium pipiku dan memelukku.
"ekheemmm " Friska mendehem
"jadi aku di lupain nih, mentang mentang udah nikah jadi lupa kalo di rumah ini juga ada aku". ucap friska
__ADS_1