Kembalinya Sang Pahlawan Abadi

Kembalinya Sang Pahlawan Abadi
Arti Nama Leonhart - Chapter 10


__ADS_3

Kastil Leonhart, 7 Maret 537


Ruang Tahta kastil Leonhart


Tempat yang megah dengan langit-langit yang sangat tinggi terdapat banyak pilar-pilar dengan pahatan indah yang menopang langit-langit tersebut


Di sisi kiri dan kanan adalah tembok dengan tirai merah terang sangat cocok dengan karpet merah yang berada di tengah ruangan


Dan yang paling megah adalah singgasana yang berada di atas tangga kecil, Singgasana itu dominan berwarna merah sangat sesuai dengan warna karpet yang ada di bawahnya


"Tuan Archduke Leonhart telah tiba!"


Pintu ruang tahta yang besar itu terbuka Lebar dan Alaric masuk dengan Reina yang mengikuti di arah belakang kanannya


Di dalam ruangan terdapat Charles dan beberapa orang prajurit serta seorang asisten yang menemani Charles


Semua orang yang ada di sana mulai menundukkan kepalanya ketika Alaric melewati mereka sementara Alaric hanya berjalan saja hingga ia sampai di singgasana


Ia duduk di singgasana dengan Reina yang berdiri di sampingnya, Dengan matanya yang tajam ia melihat ke arah Charles


"Majulah Charles"


"Baik Tuan"


Charles yang berada di samping ia berjalan ke tengah lalu ia berlutut kepada Alaric, sementara Asistennya hanya menunggu di samping saja


"Kau tau kenapa aku memanggilmu Charles?"


"Tidak, Tuan"


Charles langsung menjawab pertanyaan Alaric begitu saja karena ia benar-benar tidak mengetahui Alasan apa yang membuat ia dipanggil ke ruang Tahta


Biasanya kalau urusan yang berhubungan dengan pekerjaaan ia akan di panggil ke ruang kerja Archduke namun karena ia dipanggil ke ruang tahta maka ada sesuatu yang penting


Ia juga tidak berpikir kalau Alaric mengetahui tindakannya karena ia sudah yakin kalau bukti-bukti tentang semua kejahatannya sudah dilenyapkan


"Dale Majulah"


"Baik Tuanku"


Dale adalah Asisten yang menemani Charles, dan ketika Dale dipanggil Charles langsung merasa terkejut dan gugup


'Tidak.. Tidak mungkin, Tidak mungkin kan?'


Keraguan muncul di dalam pikirannya ia mulai berkeringat dingin dan pikirannya terbang kemana-mana sampai-sampai ia tidak menyadari kalau Dale sudah berlutut di sampingnya


"Berikan itu kepadaku Dale"


"Baik Tuanku"


Dale berdiri dan berjalan naik ke atas tempat singgasana lalu ia mengeluarkan sesuatu dari sihir penyimpanannya itu adalah beberapa lembar kertas dokumen


Charles sangat mengenali kertas-kertas itu ketika ia melihatnya ia mencoba untuk bergerak karena ia tau kalau apa yang akan terjadi


"Diamlah Charles"

__ADS_1


Charles membeku tatapan mata tajam Alaric langsung membuatnya ketakutan hingga berkeringat dingin


"Silahkan kembali Dale"


"Baik Tuanku"


Dale berjalan kembali turun ia sama sekali tidak melihat ke arah Charles sedikitpun sampai ia melewati Charles dan berjalan ke pinggir


"Charles!"


"I-Iya Tuan"


Charles ketakutan ia sampai-sampai menjadi sangat gugup dan suaranya pun bergetar


"Kau tau apa ini?"


"I-Iiii"


Charles bahkan tidak bisa berbicara dengan benar akibat rasa takut yang ia rasakan


"Ini adalah bukti kejahatanmu termasuk bukti-bukti kalau kau yang membantu Keluarga Bargos untuk membuat bukti palsu sehingga mereka bisa menyatakan perang kepada kita"


Pandangan Charles menjadi hitam ia sudah tidak tau lagi apa yang bisa ia lakukan namun dari semua orang yang ada di ruangan itu bukan Charles yang memberikan reaksi paling emosional


"CHAARRRLEESS!!!!"


Reina berteriak mengejutkan semua orang yang ada di ruangan itu dan ketika Charles mendengar suara teriakan Reina ia mengangkat kepalanya dan ia melihat ekspresi marah Reina yang benar-benar menyeramkan


Wajahnya memerah dengan mata merah menyala dan ekspresi seperti setan membuat Charles melompat ketakutan sampai-sampai ia bahkan sampai mengencingi celananya sendiri


Reina mencoba menarik pedangnya karena amarahnya sudah memuncak ia ingin menebas kepala Charles dengan tangannya sendiri namun tangan Alaric menghentikannya


"Tenanglah Reina, Biar aku yang menghukumnya"


Dengan perintah Alaric, Reina mencoba untuk menenangkan dirinya sementara Charles sudah pingsan tak lama setelah ia mengencingi Celananya


"Bawa dia!"


......................


Dua jam berselang dan Sosok Charles saat ini sudah berada di atas tempat pancung yang berada di tengah kota dengan seluruh rakyat kota Leora menyaksikannya


Celananya masih sama sehingga bau Pesing dari celananya masih tercium kuat setidaknya mereka yang berada di dekat tempat pancung dapat menciumnya dengan jelas


Ekspresi wajah Charles yang berada di tempat pancung sudah mati karena ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi namun yang paling menarik perhatian orang adalah kakinya yang berlumuran darah dan tulang kakinya sudah dipastikan remuk sehingga ia tidak mungkin bisa berjalan lagi


Hal ini karena sebelumnya ia telah di seret dari kastil Leonhart hingga ke kota tempat pancung, sementara jarak kota Leora dan kastil Leonhart itu sendiri cukup jauh untuk jalan kaki


Selain itu karena kastil berada di atas bukit tentu banyak jalan tidak mulus yang mereka lalui, Alaric yang berada di atas kereta kuda saja merasa tidak nyaman dan Charles di seret menggunakan kuda dengan keadaan kakinya di ikat sehingga ia hanya bisa pasrah sambil merasakan rasa sakit itu


Dalam perjalanan ia banyak berteriak minta tolong dan memohon maaf namun tidak ada yang menghiraukan teriakannya dan akhirnya ia pun menyerah dan pasrah, Ketika kereta itu pertama kali sampai di kota Leora Charles sudah kehilangan harapan, matanya mati seperti ikan busuk


Ketika sampai pun Charles sudah tidak bisa berdiri lagi bahkan untuk sampai ke tempat pancung ia harus di seret lagi karena kakinya sudah remuk sehingga tidak dapat berdiri


"Dengarkan wahai Rakyat Leonhart, orang yang berada di sini adalah seorang penjahat, Dia melakukan banyak kejahatan yang tidak bisa dimaafkan sampai membuat banyak Rakyat menderita akibat tindakannya"

__ADS_1


Meski Alaric tidak mencoba untuk menaikkan volume suaranya namun semua orang yang berada di sana mendengar suaranya


Terdapat banyak sekali orang yang berkumpul dari orang biasa, pedangan, petualang dan lainnya karena ketika mereka diperintahkan untuk berkumpul di tempat pancung semua orang langsung meninggalkan pekerjaan mereka dan langsung bergegas ke tempat pancung


"Namun alasan mengapa dia dihukum di sini bukanlah karena kejahatannya yang membuat rakyat menderita namun karena ia telah menghianati Leonhart!... Dia telah bersekongkol dengan keluarga Bargos untuk menjatuhkan Leonhart"


Mereka semua yang mendengarnya menjadi sangat terkejut bahkan mereka yang sudah mengetahui keburukan Charles tidak akan menyangka kalau Charles akan sampai menghianati Leonhart


"Benarkah Tuan Charles berkhianat?"


"Bagaimana bisa Tuan Charles yang sangat dipercaya oleh Tuan Javier malah mengkhianatinya?"


Para Rakyat bertanya-tanya bagaimana Charles berubah menjadi penghianat yang berusaha untuk menghancurkan Leonhart


"Dengarkan!"


Ketika Alaric bersuara semua orang langsung terdiam dan berhenti berbisik-bisik


"Penghianatan bukanlah dosa yang dapat dimaafkan karena pengkhianatan Charles ini, seorang ibu kehilangan anaknya, seorang adik kehilangan kakaknya dan seorang anak kehilangan ayahnya yang terbunuh di Medan perang... Karena itu aku sendiri, Alaric Leonhart lah yang akan mengeksekusinya!"


Alaric berbalik dan melihat ke arah seorang prajurit dan prajurit tadi langsung maju untuk menyerahkan pedangnya kepada Alaric


Ketika pedang itu sampai di tangan Alaric prajurit itu kembali ke tempat awalnya sementara Alaric bersiap untuk mengeksekusi Charles


"Tuan"


Suara Reina membuat Alaric berhenti


"Tolong gunakan pedang saya"


Kata Reina sambil berusaha untuk menyerahkan pedangnya kepada Alaric


"Meski bukan saya yang memenggal kepalanya setidaknya saya ingin pedang sayalah yang memenggal kepalanya"


"Baiklah aku mengerti"


Alaric menaruh pedang yang ia pegang dan mengambil pedang dari Reina


Dengan menarik nafasnya beberapa kali Alaric sedang bersiap untuk memenggal kepala Charles


Ketika hembusan nafas panjang Alaric selesai ia langsung mengeksekusi Charles dengan sempurna, kepala Charles sudah jatuh dan darahnya pun mulai bercucuran


"Ingatlah ini Rakyat Leonhart, selama kalian berada di bawah naungan nama dan bendera Leonhart, akulah pelindung kalian dan akan ku pastikan kejadian seperti ini tidak akan terjadi kembali di masa depan....Demi Kejayaan Leonhart!!!!"


"Hidup Leonhart!!"


"Hidup Leonhart!!"


"Hidup Leonhart!!"


"Hidup Leonhart!!"


"Hidup Leonhart!!"


Suara teriakan seluruh Rakyat Leonhart pada hari itu menjadi suara teriakan paling keras yang pernah mereka lakukan

__ADS_1


Setelah kejadian ini sebagian orang mereka mulai mempercayai Alaric terutama mereka yang sudah tertindas akibat kejahatan Charles, mereka benar-benar menganggap Alaric sebagai penyelamat mereka


__ADS_2