
Medan Perang - 8 Maret 537
"Datanglah La Voisin!"
Sekali lagi dengan sihir pemanggilan Alaric memanggil buku sihir dan tongkat sihir miliknya
Alaric bermaksud untuk membuka perang ini dengan sebuah sihirnya lalu para prajurit tinggal melakukan serangan bantuan
Lingkaran sihir muncul di bawah kaki Alaric lalu lingkaran lain muncul di melingkari tubuh Alaric
"Serang!"
Dari kejauhan teriakan Marquis Bargos terdengar sepertinya ia menjadi gegabah setelah melihat Alaric yang mencoba untuk melakukan sihirnya
"Absolute Zero"
Bersamaan dengan rapalan Alaric semua lingkaran sihir itu membesar hampir menutupi setengah dari prajuritnya
Mereka yang melihatnya hanya bisa diam tak bisa berkata apa-apa
"Dasar penyihir sialan!"
Itulah reaksi yang diberikan oleh Marquis Bargos setelah melihatnya
Alaric menghentakkan tongkatnya ke tanah dan muncul es yang membekukan tanah itu, es itu maju dan melebar ke depan hingga membekukan seluruh pasukan Marquis Bargos
Mereka yang berada paling depan seluruh tubuh mereka membeku sedangkan mereka yang menggunakan kuda hanya membeku sampai leher mereka saja dan yang di belakang hanya membeku sampai lutut kaki mereka saja
"Apa ini?"
"Aku tidak bisa bergerak!"
"Tolong!"
"Lepaskan aku!"
"Tubuhku membeku tolong!"
Sementara para pasukan Bargos dalam kepanikan para prajurit Leonhart terkejut dan dalam kebingungan dengan apa yang mereka lihat
Bahkan Reina dan Edward saja terkejut karena Alaric mengatakan kalau ia akan membuka perang dengan sihirnya namun mereka tidak menyangka kalau sihirnya sangat kuat seperti ini
"Tenanglah!"
__ADS_1
Dengan teguran Alaric para prajurit kembali tenang, wajar saja mereka menjadi kebingungan karena ini baru pertama kalinya mereka melihat sihir sekuat itu
Dan setelah menenangkan prajuritnya Alaric naik kembali ke kudanya
"Tangkap orang pentingnya dan untuk prajuritnya jika mereka melawan bunuh mereka namun jika mereka kabur biarkan saja"
"Baik Tuanku!"
"Baik Tuanku!"
Reina dan Edward sepertinya tidak memiliki niatan untuk mempertanyakan keputusan Alaric lagi, setelah melihat bagaimana kekuatan Alaric mereka lebih memilih untuk percaya kepada Tuan mereka
Sementara itu Alasan Alaric membiarkan mereka yang kabur adalah karena kebanyakan dari mereka yang mencoba kabur adalah para penduduk yang di paksa untuk ikut perang
Dan para penduduk itu cocok untuk menyebarkan kisah yang terjadi di Medan perang, karena mereka tidak memiliki mentalitas yang kuat sehingga cerita mereka akan penuh dengan ketakutan
Itulah yang Alaric incar adalah untuk menyebarkan bagaimana mengerikannya kekuatannya hal ini bertujuan agar semua orang yang berpikir untuk memusuhinya harus berpikir dua kali
"Maju!"
Dengan perintah Alaric semua prajurit maju dan mulai menangkap para pasukan Bargos, mereka yang berada paling depan tentu saja tidak akan bisa kabur karena tubuh mereka membeku
Namun mereka yang berada di belakang masih bisa kabur karena hanya kaki mereka saja yang membeku dan lebih cepat untuk cairnya sehingga ketika prajurit Leonhart mulai semakin dekat dengan mereka sudah lepas dari es itu
Dengan mengikuti perintah Alaric para prajurit hanya memfokuskan untuk menangkan mereka yang membeku saja namun satu hal yang melenceng adalah tidak ada yang mencoba untuk menyerang balik
'Sepertinya mereka menjadi putus asa hingga tidak ada yang menyerang balik dan selain itu mereka yang memiliki keberanian tinggi untuk menyerang balik mungkin sedang membeku saat ini'
Setelah agak lama akhirnya Pasukan Leonhart berhasil menawan banyak pasukan Bargos termasuk Marquis Bargos lalu anaknya Stewart Bargos serta Count Hewiis dan beberapa orang penting yang merupakan pengikut Marquis Bargos
Dengan begini perang berakhir untuk kemenangan Leonhart
......................
Markas Pertahanan Leonhart, 8 Maret 537
Pasukan Leonhart yang sudah memenangkan perang saat ini sedang berfokus untuk penangan prajurit yang terluka serta penyelesaian masalah dengan keluarga Bargos
Untuk menyelesaikan masalah mereka akhirnya Alaric membawa para petinggi pasukan Bargos untuk ia adili
Terdapat enam orang yang sedang berbaris di dalam tenda Alaric dengan tangan mereka yang di pasung menggunakan sebuah alat pasung khusus yang diberi sihir
Alat ini sebenarnya cukup mirip dengan kalung budak yang menjadi perbedaan hanyalah alat pasung ini tidak dibuat menggunakan sihir kutukan seperti Kalung budak
__ADS_1
Selain para petinggi pasukan Bargos di dalam tenda itu juga ada Reina dan Edward yang sedang mengawasi mereka, tentunya alat pasung itu berguna namun perlu pengawasan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan
Dari belakang mereka pintu tenda terbuka dan sosok Alaric masuk lalu melewati mereka semua, ia duduk di kursi yang sudah di siapkan sebelumnya
Tatapan Alaric tajam dan juga dingin membuat mereka menjadi terintimidasi ketika melihatnya bahkan beberapa dari mereka ada yang mulai berkeringat dingin
Alaric menatap ke arah Marquis Bargos
"Kau aku sudah memberikanmu peringatan dan kau tidak mendengarkannya karena itu Matilah!"
Tanpa sebuah rapalan atau alat sihir yang membantunya sebuah lingkaran sihir muncul di samping Alaric dan sihir itu mengeluarkan beberapa es tajam yang langsung menembus tubuh Marquis Bargos
"Aya-handa"
Semua orang terkejut namun ekspresi Stewart Bargos adalah sebuah mendali emas bagi Alaric, bagaimana matanya kosong menatap tubuh ayahnya yang sudah terkapar, emosinya mendidih namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena takut akan kematian juga
Setelah itu Alaric menatap ke arah Count Hewiis
"Count Hewiis, aku sudah bilang kepadamu untuk bersiap bukan?"
"I-Iya Tuan Archduke"
Count Hewiis langsung berkeringat dingin karena ia tau apa yang akan terjadi kepadanya mengingat ialah yang sudah membunuh Archduke Leonhart yang sebelumnya
"Tenanglah Count Hewiis aku tidak akan membunuhmu—"
Mendengar perkataan Alaric semua orang yang ada di sana terkejut termasuk Reina dan Edward yang sangat terkejut mengingat seharusnya Alaric menyimpan amarah kepada Count Hewiis
"—Atau lebih tepatnya bukan aku yang akan membunuhmu tapi Reina karena dialah yang lebih dendam kepadamu dibandingkan aku.... karena itu Bertarunglah dengan Reina jika kau menang maka aku berjanji atas nama Leonhart akan menganggap permasalahan kita selesai"
Count Hewiis yang berpikir dia bisa menghirup udara segar sekarang berada dalam keguncangan seperti badai angin yang datang kepadanya setelah ia merasakan nikmatnya angin sejuk
Tentu saja setelah melihat bagaimana kekuatan Alaric ia bersyukur kalau Alaric tidak akan membunuhnya namun ia tidak memiliki keyakinan untuk menang melawan Reina
Setelah mengatakan itu Alaric menoleh ke arah Reina
"Reina ini adalah hal yang ku janjikan kepadamu, Balas dendam mu. Apakah kau ingin menerimanya dan membalaskan dendam mu atau kau tidak ingin melakukan balas dendam mu? Tentu saja aku yang akan membunuhnya jika kau menolak"
Perkataan terakhir Alaric membuat Count Hewiis merinding ketakutan tentu saja baginya pilihan yang mana saja tetaplah membawa kemungkinan kematian baginya
Namun ia setidaknya lebih baik mencoba untuk melawan Reina karena tidak mungkin baginya untuk melawan monster seperti Alaric yang bisa membunuh seseorang dalam hitungan detik tanpa perasaan apapun
"Baiklah saya menerimanya Tuanku"
__ADS_1