
Kastil Leonhart, 7 Maret 537
"Moon Sword 24th Move: Eclipse"
Mata Reina terbuka lebar, perasaan kagum dan terkejut memenuhi dirinya setelah melihat bagaimana Alaric melakukan teknik berpedang itu
Ia terkejut karena ia sendiri tidak pernah melihat Alaric berlatih pedang namun tekniknya itu sangatlah luar biasa dan selain itu Alaric juga seorang penyihir karena itu ia tak menyangka kalau Alaric juga lihai dalam menggunakan pedang
Dan Ia kagum dengan teknik berpedang itu. Ia sudah melihat banyak teknik ilmu pedang namun belum ada yang seindah itu, Ini adalah pertama kalinya ia melihat teknik pedang yang seperti itu
Teknik pedang itu sangat indah dan menarik mata siapapun yang melihatnya seolah bulan yang bersinar di malam yang gelap tanpa bintang-bintang
'Potongannya sangat cepat dan tenang membuat goresan yang halus dan tajam, dummy itu bahkan tidak bergerak selama beberapa saat seolah-olah tidak menyadari kalau bagian tersebut telah terpotong'
Serangan dari Moon Sword itu sangatlah cepat dan tenang seolah membutakan mata orang yang melihatnya jika mereka tidak fokus mereka tidak akan mengerti apa yang sudah terjadi
"Bagaimana anda bisa menjadi semahir ini dalam ilmu pedang?"
Reina tidak mengerti bagaimana Alaric yang ia kenal bisa menggunakan pedang semahir itu karena ia hanya melihat Alaric belajar sihir saja
Tentu saja Reina tidak akan mengerti bagaimana caranya Alaric yang ia kenal menjadi semahir itu dalam ilmu pedang karena Alaric yang ada didepannya bukanlah Alaric yang ia kenal melainkan Jiwa Leonhart yang masuk ke tubuh Alaric
Karena itu pemahaman Leonhart yang sudah banyak tentang berbagai macam hal yang ia dapat dari pengalamannya di kehidupannya yang sebelumnya pasti akan mengejutkan orang-orang
"Tentu saja karena latihan dan belajar"
"Tapi--"
"Lupakan tentangku.... Jadi bagaimana, apakah kau tertarik untuk mempelajari 24th Move Moon Sword?"
Alasan Alaric menunjukkannya adalah karena ia ingin Reina mempelajari teknik ini, Ia merasa karena Reina adalah orang yang paling cocok untuk mewarisi teknik tersebut selain karena ia adalah pendekar pedang yang jenius tapi ia juga seorang wanita
"Teknik pedang Moon Sword sendiri lebih cocok untuk seorang wanita karena memang orang yang menciptakannya adalah seorang wanita"
Terdapat perbedaan yang besar antara tubuh perempuan dan tubuh laki-laki karena itu beberapa teknik cocok untuk perempuan dan beberapa cocok untuk laki-laki seperti Moon Sword yang memang dirancang oleh seorang perempuan
__ADS_1
'Kakak'
"Tentu saja saya ingin mempelajarinya Tuan, teknik berpedang itu adalah teknik terbaik yang pernah saya lihat namun bukankah kita sedang dalam perang?"
Seperti yang Reina katakan saat ini Leonhart sedang dalam perang karena itu ia pasti tidak akan bisa menguasai Ilmu pedang Moon Sword dalam waktu yang singkat
Sehingga nantinya bisa saja hal itu malah berakibat buruk karena Reina tidak mengasah kemampuannya namun malah mencoba untuk mempelajari ilmu yang baru
"Tentu saja kau tidak akan mempelajari seluruh 24 gerakannya sampai perang berlanjut tapi tenang saja karena aku yang akan memenangkan perangnya"
Reina mengerti apa yang dimaksud Alaric ia juga merasa kalau Alaric bisa melakukannya setelah ia melihat bagaimana kemampuan Alaric yang ia tunjukkan tadi dan sebelumnya juga Alaric menunjukkan sihir yang luar biasa
Ketika Reina setuju untuk mengikuti Alaric ia sendiri tau kalau saat itu ia tak akan sanggup ikut berperang dengan tubuhnya yang saat itu sedang terluka namun ketika ia memberitahukan hal itu kepada Alaric, Alaric langsung menyembuhkan tubuh Reina kembali seperti tidak pernah terluka
Dari situ Reina mengetahui bagaimana kemampuan sihir Alaric sekarang, dengan kemampuan Alaric ini sudah pasti mereka dapat memenangkan perang namun tetap saja ia merasa ada yang salah jika ia menyerahkan semua bebannya pada Alaric
Reina ingin bicara namun ia berhenti setelah terdengar suara ketokan pintu ruangan latihan tempat mereka berada
"Masuklah"
Dengan izin Alaric pintu itu terbuka dan sosok Sebastian dengan pakaian pelayannya yang seperti biasa, Sebastian masuk dan mendekat ke arah Alaric dan Reina
"Tuan, saya ingin memberitahukan kalau Tuan Charles sudah datang dan menunggu di ruang tahta"
Alaric selalu waspada karena ia tau kalau di tempatnya saat ini memiliki penghianat yang membuat keadaan semakin buruk
"Bagus, aku ayo pergi Reina"
"Baik Tuan"
Dengan begitu mereka berdua mulai berjalan meninggalkan ruangan latihan, dengan Reina yang berada di sisi kanannya Alaric berjalan melewati lorong
Di lorong tepat di depan sebuah ruang kamar, terdapat seorang prajurit laki-laki dengan tubuh yang besar sedang berdiri di depan pintu ruang kamar itu
Tak lama pintu ruangan kamar itu berhenti dan keluar dari pintu itu seseorang dengan pakaian yang kusut dan wajah letih yang di riasi dengan mata yang seperti ikan mati dengan lingkaran hitam di sekitar matanya seperti panda
__ADS_1
Kedua tangannya saling memegang satu sama lain dan ekspresi wajahnya juga mati seperti bunga layu. Di lihat dari pakaiannya pakaian itu cukup bagus namun sangat kusut dan agak kotor sepertinya ia sudah tidak berganti selama beberapa hari atau mungkin sudah lebih seminggu
Alaric dan Reina berhenti dan ketika menyadari keberadaan Alaric dan Reina ekspresi orang itu langsung berubah seperti ketakutan, ia juga menundukkan wajahnya dan berjalan menjauh dengan cepat
"Tunggu Tuan muda"
Orang itu adalah Albert Leonhart adik dari Alaric Leonhart, Bagi Leonhart yang baru bangun di tubuh Alaric inilah pertama kalinya ia bertemu langsung dengan Albert karena sedari awal Leonhart terbangun di tubuh Alaric Albert sudah mengurung diri di kamarnya
Orang-orang yang Alaric tanyai kenapa Alasan Albert mengurung diri mereka semua menjawab karena Albert merasa sedih dan bersalah terhadap kematian Ayahnya
Albert saat ini baru berumur 15 tahun ia berbeda 3 tahun dengan kakaknya Alaric yang berumur 18 tahun. Setiap bangsawan ketika berumur 12 tahun biasanya mereka akan pergi ke akademi untuk belajar
Dan Albert yang baru saja selesai di akademi ia cukup percaya diri dengan kepintarannya karena itu banyak keputusan Javier Leonhart yang di pengaruhi Albert, seperti melakukan perang dengan Marquis Bargos karena Albert mengatakan kalau kekuatan Leonhart cukup untuk melawan Bargos
Di saat peperangan terjadi Albert juga ikut ke Medan perang dan melihat secara langsung bagaimana Ayahnya terbunuh membuatnya merasa sangat bersalah.
'Begitulah yang semua orang katakan'
"Maaf Tuan"
Kata kesatria yang tadi berada di depan pintu kamar Albert, ia meminta maaf akibat sifat Albert yang tidak sopan kepada penguasa Leonhart
"Tidak apa-apa"
Kata Alaric dengan mengangkat tangannya setinggi dada dan menunjukkan telapak tangannya sebagai Isyarat kalau ia tidak mempermasalahkan hal itu
Setelah mengetahui Alaric tidak mempermasalahkannya Kesatria itu berbalik dan mulai berjalan mengikuti Albert
"Tunggu Tuan Muda"..
"Hmm.."
Alaric menyempitkan matanya sedikit
"Ada apa Tuan?"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Reina Alaric langsung membenarkan pandangannya dan bersikap seperti biasa
"Tidak, Tidak ada apa-apa"