Kembalinya Sang Pahlawan Abadi

Kembalinya Sang Pahlawan Abadi
Arti Nama Leonhart - Chapter 12


__ADS_3

Kota Leora, 8 Maret 537


Meski berada di wilayah pinggiran kerajaan, kota Leora yang berada di wilayah Leonhart ini sendiri memiliki kualitas yang baik


Kotanya lebih luas dibandingkan dengan kota-kota lain yang berada di wilayah pinggiran, beberapa bangunan juga terlihat cukup megah dan indah


Terutama sebuah makam yang berada di tengah kota dan patung pahlawan Leonhart yang setinggi 66 kaki itu sangatlah megah, bagaimana setiap detail digambarkan di patung itu membuat orang yang melihatnya hanya bisa mengagumi keindahan patung itu


Patung itu sendiri di pahat oleh seorang seniman yang sangat mengagumi cerita kepahlawanan Leonhart


Walau ia tidak pernah bertemu dengan pahlawan Leonhart namun rasa kagum di hatinya itu sangatlah besar hingga terasa setiap keseriusan di dalam pahatannya


'Ini kedua kalinya aku melihat patung ini, walau patung ini di buat setelah kematianku namun pemahatnya bisa membuat sebagus ini seolah-olah dia telah melihatku secara langsung'


Jiwa Leonhart yang ada di tubuh Alaric merasa kagum dengan hasil pahatan itu, Ia sangat menyukainya karena patung itu menggambarkan setiap keagungan dan kebesaran nama Leonhart


'Jika aku bisa bertemu dengan pemahatnya aku pasti akan memintanya membuatkan patung yang lebih besar agar orang-orang yang berada di luar kota pun dapat melihatnya'


Ia ingin membuat agar patung itu di buat lebih besar hingga semua orang dapat melihatnya agar mereka merasakan seperti sosok Leonhart sedang melindungi mereka


Ia tidak ingin membuat patung sebagai pajangan saja, Ia ingin agar patung itu menjadi simbol kalau Leonhart selalu melindungi mereka


Ia ingin semua penduduk wilayah Leonhart bisa melihat pundak besar Leonhart yang melindungi mereka dan mereka merasa aman karena hal itu


"Tuanku tolong lambaikan tangan anda"


Reina meminta Alaric untuk melambai pada orang-orang yang sedang mengantar kepergian mereka ke medan perang


Saat ini Alaric bersama Reina serta 100 orang prajurit yang ia bawa sedang berangkat ke Medan perang setelah Alaric menyetujui surat dari Marquis Bargos yang meminta untuk melanjutkan perang secepatnya


Para penduduk berada di sisi kiri dan kanan jalan, di antara mereka ada juga yang melihat dari teras rumah mereka, ada yang melihat dari jendela kamar mereka, ada yang melihat dari teras kedai makanan sambil menyantap sarapan mereka


Alaric yang telah kembali dari pikirannya setelah mendengar permintaan Reina yang menyuruhnya untuk melambaikan tangannya kepada para penduduk kota Ia melihat wajah dan ekspresi para penduduk


Pandangan mereka yang penuh harapan dan kepercayaan kepadanya telah sampai di hatinya. Para penduduk mulai merasa hormat dan percaya kepada Alaric setelah kejadian kemarin

__ADS_1


Kejadian kemarin telah menyentuh hati mereka, mereka melihat bagaimana sosok Alaric yang sangat tegas membuat mereka kagum


'Jadi seperti ini kah, wajah orang-orang itu'


Alaric mulai melambaikan tangannya kepada semua penduduk kota yang mengantar mereka, Dengan senyum tipis di wajahnya sepertinya ia cukup menyukai hal ini


Ketika di kehidupannya yang sebelumnya sebagai Sang Pahlawan ia sering pergi berperang dan semua orang juga mengantar kepergiannya namun waktu itu ia tidak pernah memperhatikan mereka


Karena ia tidak pernah bertarung untuk mereka, di masa lalu ia hanya bertarung untuk dirinya sendiri untuk balas dendamnya sendiri


Walau mereka mengagungkan namanya sebagai pahlawan atau penyelamat umat manusia Ia tak merasakan apapun karena ia sama sekali tidak peduli kepada umat manusia


Dan bahkan ketika ia sudah tidak menyimpan dendam lagi, ia tidak pernah bertarung untuk umat manusia ia hanya bertarung untuk orang-orangnya saja


Karena itu inilah pertama kalinya ia melihat ekspresi orang-orang yang mengantarkan mereka pergi ke Medan perang


'Ini juga tidak buruk'


......................


Para prajurit terlihat lemas meski mereka berhasil bertahan namun rasa putus asa di dalam diri mereka semakin dalam


Setelah kehilangan komandan perang mereka yaitu Archduke Javier Leonhart mereka menjadi putus asa dan sekarang setelah Komandan baru mereka datang hal itu tetap tidak bisa mengembalikan semangat mereka


"Bagaimana pun Tuan Alaric masih terlalu muda dan tidak berpengalaman"


"Benar aku tidak yakin apakah Tuan Alaric bisa memimpin perang"


Terdapat beberapa alasan yang pertama karena Alaric masih terlalu muda sehingga mereka tidak terlalu yakin dengan kemampuannya dan yang kedua adalah Alaric hanya datang dengan tambahan 100 orang prajurit saja


"Selain itu Tuan Alaric hanya membawa 100 prajurit tambahan saja"


"Jumlah pasukan musuh saja tiga kali lipat dari pasukan kita setidaknya Tuan Alaric harus membawa 3000 prajurit lagi"


"Walau Kapten Reina telah kembali tetap saja hal ini membuatku gelisah"

__ADS_1


Walau Reina yang telah kembali pulih juga ikut turun ke Medan perang namun hal itu tetap tidak bisa menutupi rasa putus asa mereka


Bagi mereka tambahan 100 orang prajurit sangatlah tidak cukup karena perbedaan jumlah pasukan mereka dengan pasukan musuh


Pasukan musuh 3 kali lebih banyak dari pada mereka walau beberapa dari prajurit musuh adalah rakyat biasa yang bukan seorang prajurit terlatih namun jumlah yang banyak itu tetap saja berbahaya


Dan sekarang Alaric hanya membawa 100 pasukan saja sebagai tambahan dan akhirnya membuat para prajurit lain tidak terlalu yakin


"Bagaimana kalau kita meminta wakil kapten saja yang menjadi komandan perang"


"Hei jaga mulutmu! bagaimana jika ada yang mendengarnya?"


Perkataan prajurit tadi bisa dikatakan sebagai tindakan penghianatan karena mereka lebih memilih untuk mengikuti Orang lain dari pada Tuan mereka sendiri


"Tidak maksudku bukan seperti itu, Secara nama memang Tuan Alaric yang menjadi komandan namun dibelakangnya biarkan wakil kapten yang memberikan perintah dan mengatur strategi"


Para prajurit itu sepertinya sangat percaya dengan kemampuan wakil kapten mereka karena itu mereka bisa yakin kalau lebih baik wakil kapten mereka yang mengatur strategi dari pada Alaric yang mereka rasa tidak berpengalaman


"Hei kalian!, apa yang kalian lakukan cepatlah berkumpul, Tuan Alaric meminta semua prajurit untuk berkumpul"


Dari belakang mereka datang seseorang prajurit laki-laki dengan tubuh yang lumayan berotot dan warna kulit yang kecoklatan, ia memakai armor berwarna putih yang melindungi tubuh hingga kakinya


"Wakil Kapten!"


"Baik Wakil Kapten"


Orang itulah wakil kapten yang mereka bicarakan, namanya Edward meski tidak terlalu berbakat namun ia adalah pekerja keras, ia terus berlatih tanpa menyerah dari waktu muda ia menjadi prajurit Leonhart hingga akhirnya ia menjadi wakil Kapten di umurnya yang ke 32 tahun


Sifat pantang menyerah yang dimiliki Edward membuat semua prajurit memiliki hormat yang tinggi kepadanya


Selain itu Edward jugalah yang menjadi alasan mengapa para prajurit tidak meninggalkan Medan perang walau komandan mereka telah terbunuh


Ketika Javier terbunuh Edward mengambil banyak peranan sehingga mereka berhasil bertahan hingga pasukan Bargos harus mundur untuk menguburkan tubuh dari prajurit mereka yang sudah terbunuh


Setelah melihat bagaimana kemampuan Edward dalam kejadian itu para prajurit semakin hormat kepada Edward hingga mereka yakin kalau Edward akan sangat cocok untuk menjadi komandan perang mereka

__ADS_1


__ADS_2