
Petir menyambar, gemuruh terdengar dimana-mana. Hutan Elztaten tidak disangka akan menjadi medan tempur yang mengerikan. Dua kelompok yang saling menunjukkan kemampuannya masing-masing, dimana akan ajang penentuan siapa yang menjadi kandidat terkuat sebagai reinkarnasi Raja Iblis Tiran, meskipun banyak yang memiliki kemampuan tersebut, tapi tidak banyak pula yang gugur. Puncak tertinggi masih dipegang oleh Zeres dan Amura diperingkat kelas 1.
Senyuman khas Tirani terlukis diwajah Amura dengan sempurna, langit berubah menjadi merah akibat sinar dari lingkaran sihir yang ia buat. Bintang hitam legam benar-benar melesat menuju Zeres, dengan sekuat tenaga dia benar-benar harus menahan kekuatan dari Amura yang bahkan bagi Ozel dia sangatlah menarik dari pada Zeres. Meskipun terlihat sombong dalam hal kekuatan, Amura mampu berpikir logis bahkan saat sedang bertarung sekalIpun, antara lain menentukan, berpikir dan bertindak.
“Kenapa kau kewalahan begitu...? Bukankah seharusnya kau sangat ingin mengalahkanku? Pertahananku terbuka lebar, manfaatkan tempat yang luas ini”
Luka semakin parah energi semakin terkuras dan habis. Hingga disaat yang bersamaan, sebuah pukulan meluncur tepat mewajah Zeres. Pohon-pohon berhamburan karena hempasan dari pukulan Amura, Zeres bangkit dari tempat dia tersungkur. Dengan sisa tenaga yang tersedia dia mencoba bangkit namun "Delvec" Rantai hitam neraka pengikat tindakan, berhasil menjerat Zeres. Amura berkomunikasi degan kelompoknya.
“Kalian sudah selesai...?” Tanya Amura.
“Sejak tadi” Jawab Lavender.
“Tidak menarik” Ujar Sovia.
Amura membuat tangannya seperti akan menembak, lingkaran sihir kehancuran menghiasi. Kekuatan besar mulai terkumpul menjadi satu. Hingga sebuah partikel berwarna biru kehitaman mengkilap dan menyilau, cahaya itu dilesatkan ke Kastel milik Zeres, sebagai penyelesaian point utama. Kastil hancur tidak tersisa, kekuatan yang dihasilkan benar-benar sangat tidak masuk akal. Zeres tidak bisa apa, lagi pula rantai "Delvec" bukanlah ikatan rantai normal.
Amura disini nampak cukup muak dengan tingkah laku Zeres, "Gate" dibuka pedang berwarna emas keluar dari baliknya, disaat akan mengeksekusi Zeres. Sebuah pedang diarahkan ke leher Amura, dia melirik kearah kanan, itu adalah Ozel yang mencoba menghentikannya.
“Lancang sekali... Turunkan atau aku yang akan memaksamu” Ujar Amura
“Maafkan aku atas kelancangan ini, hanya saja ini tindakan antisipasi. Hentikan atau kau akan dianggap gagal” Balas Ozel.
Ozel lantas menurunkan pedangnya, disusul dengan Amura yang memotong rantai-rantai yang mengikat Zeres. Ozel berjalan pergi, sebelumnya dia berkata kepada Amura.
“Temui aku diruanganku... Ada yang ingin kubicarakan. ”
Amura hanya diam, dia meninggalkan Zeres sendirian dalam keadaan yang menyedihkan, setelah berlalu masa tidak pernah kalah, datanglah masa kekalahan dimana dia sedang meratapi kalau dia yang menganggap dirinya langit ternyata masih ada langit diatasnya.
“Jika kau hanya terpuruk seperti itu, kau tidak akan bisa maju. Aku hargai dirimu karena berani melawanku, kau memiliki potensi, jangan sia-siakan itu. Tapi ingat jika kau melihat langit, ketahuilah masih ada langit diatasnya lagi” Ujar Amura kepada Zeres.
Dia kini sadar kalau dirinya bukanlah reinkarnasi dari Sang Raja Iblis, meskipun dalam segi kemampuan dan sihir dia ada diatas rata-rata iblis pada umumnya. Namun jelas jika dibandingkan dengan 7 Kaisar dia masih ada dibawahnya.
ミ● _____________________________
Amura kini berjalan seorang diri menuju suatu tempat. Nampaknya dia ada keperluan penting, sampai-sampai dia harus berjalan sendirian tanpa didampingi dua gadis tersebut. Hingga saat dia sampai dilantai 2 Academy, dia berhenti diruangan Ozel. Saat itu Ozel sedang duduk dengan sebatang rokok ada ditangannya, itu sudah menjadi kebiasaan yang normal bagi orang seperti Ozel, meskipun dia seorang wanita merokok normal baginya.
Ozel bertanya “Tadi itu api tingkat tinggi "Greaham. Itu hanyalah teknik api tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh Raja Iblis dan seorang muridnya yang menjadi penyihir digunung selatan, yang sekarang telah menghilang”
Amura menjawab “Lantas...? Apa hipotesismu.”
“Hipotesisku hanya mencangkup dua hal. Kau adalah Reinkarnasi Raja Iblis Tirani, atau kau adalah muridnya yang dikatakan menghilang” Jawab Ozel.
“Bagaimana jika Hipotesis pertama adalah benar?” Amura bertanya kembali.
“Itu tidak—” Disaat belum selesai berkata, Ozel langsung dibuat terkejut oleh, jubah senja milik Amura. Dia tau itu hanyalah jubah milik Raja Iblis Tirani, yang sejatinya tidak dapat dimiliki oleh siapapun atau dapat dipakai oleh siapapun. Karena jubah itu sendiri adalah penahan kekuatan milik Raja Iblis Tirani, agar kekuatan yang dilepaskan mampu dikontrol dengan lebih realistis.
Keringat dingin mengucur diseluruh tubuh Ozel, nafasnya sesak, karena tekanan didalam ruangan sangatlah pekat. Tubuhnya bergemetar tidak terkendali, sampai-sampai dia tertunduk dengan darah yang mengalir mendidih dari matanya. Amura menarik tekanannya dan menyerapnya dalam jubah senja, Ozel berkata.
__ADS_1
“Mohon maaf atas kelancangan saya yang mulia. Saya sangat menyesal melakukan hal lancang yang tidak seharusnya seorang bawahan lakukan kepada Tuannya, dan aku sungguh keturunan yang bodoh, karena berani menentang Leluhurnya” Ucapan tertatih-tatih dengan disertai batuk darah, dengan darah yang terus mengalir dan menetes dari matanya.
“Laosh” Mantra penyembuhan diucapkan Amura, dia menyembuhkan segala luka yang diterima oleh Ozel, baik luka luar, dalam, bahkan ingatan darinya sekalipun, yang sempat kacau akibat tekanan dari Amura yang sangat mengintimidasi.
“Berdirilah” Perintah Amura. Ozel lantas berdiri, dia masih menundukan kepalanya karena masih merasakan rasa takut yang sangat luar biasa. Hingga disaat mereka sedang merasakan keheningan, pintu dibuka , Lavender dengan pamannya datang. Saat mereka melihat Amura, tertekuklah sebelah kakinya nan berlutut menghadap Raja mereka.
“Maaf atas kelancangan kami. Tapi kami ini mengabarkan sesuatu. ” Ujar Lavender.
Amura menjawab “Katakan.”
“Kami baru saja menemukan ruang rahasia dibawah tanah. Itu bukan ruangan biasa, namun tempat penelitian iblis, tapi ada hal yang lain disana. Gelembung-gelembung sihir ditata rapi. Didalamnya tidak hanya iblis, namun elf, bahkan manusia” Ujar Paman dan Lavender.
“3000 tahun lalu, perasaan tidak ada ruangan seperti itu. Lavender tetap selidiki mengenai ruangan bawah tanah itu. Kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, jika perang dunia kedua akan dimulai, sebisa mungkin kita mencegahnya” Jubah senja kembali menghilang, Amura berjalan keluar kembali ke-kelas.
ミ●................................ミ●
Layar monitor menyala memberitahukan informasi, seleksi kandidat Raja Iblis Devheld akan segera dimulai minggu depan, peserta harus menyiapkan diri dengan apa yang akan digunakan dalam perlombaan. Ada yang menarik disini, dimana kali ini pertandingan kali bukan tidak diukur dari peserta bertarung dengan peserta lain, namun akan diukur melalui kemampuan bertarung, baik sihir, pedang, kecerdasan kecepatan bertindak dll. Dimana yang akan menjadi perlawanan adalah bentuk masa lalu dari para pejuang di era mitos.
Mudahnya itu hanya bentuk fisik, pikiran dan sihir mereka. Tidak dengan ingatan asli mereka, karena mustahil dapat memindah seseorang dari masa lalu kemasa depan dengan instan. Setiap peserta akan diukur segi kemampuan dan kekuatannya hingga secara otomatis itu akan membawa lawan dari masa lalu untuk menghadapi peserta yang terpilih.
-
Amura duduk di bangku taman, dia yang mendengar berita menyenangkan itu akan memulai rencananya. Membongkar, menghancurkan dan mengacaukan tatanan dunia iblis yang telah dirubah sejak kematiannya.
“Heeee... Seleksi Raja Iblis yaa, palingan hanya berisi orang-orang knyol yang berangan-angan menjadi diriku. Akan aku ambil kembali posisi itu.”
Perasaan senang dari Amura justru menebarkan aura negatif bagi lingkungan, dimana daerah sekitar juga rusak bergemuruh hingga terjadi sebuah gempa diwilayah Devheld. Amura menstabilkan kekuatan dengan menyalurkan kekuatan itu kedalam jubah senja yang ada didalam "Gate"nya.
“Kenapa kau kewalahan begitu...? Bukankah seharusnya kau sangat ingin mengalahkanku? Pertahananku terbuka lebar, manfaatkan tempat yang luas ini”
Luka semakin parah energi semakin terkuras dan habis. Hingga disaat yang bersamaan, sebauh pukulan meluncur tepat mewajah Zeres. Pohon-pohon berhamburan karena hempasan dari pukulan Amura, Zeres bangkit dari tempat dia tersungkur. Dengan sisa tenaga yang tersedia dia mencoba bangkit namun "Delvec" Rantai hitam neraka pengikat tindakan, berhasil menjerat Zeres. Amura berkomunikasi degan kelompoknya.
“Kalian sudah selesai...?” Tanya Amura.
“Sejak tadi” Jawab Lavender.
“Tidak menarik” Ujar Sovia.
Amura membuat tangannya seperti akan menembak, lingkaran sihir kehancuran menghiasi. Kekuatan besar mulai terkumpul menjadi satu. Hingga sebuah partikel berwarna biru kehitaman mengkilap dan menyilau, cahaya itu dilesatkan ke Kastel milik Zeres, sebagai penyelesaian point utama. Kastil hancur tidak tersisa, kekuatan yang dihasilkan benar-benar sangat tidak masuk akal. Zeres tidak bisa apa, lagi pula rantai "Delvec" bukanlah ikatan rantai normal.
Amura disini nampak cukup muak dengan tingkah laku Zeres, "Gate" dibuka pedang berwarna emas keluar dari baliknya, disaat akan mengeksekusi Zeres. Sebuah pedang diarahkan ke leher Amura, dia melirik kearah kanan, itu adalah Ozel yang mencoba menghentikannya.
“Lancang sekali... Turunkan atau aku yang akan memaksamu” Ujar Amura
“Maafkan aku atas kelancangan ini, hanya saja ini tindakan antisipasi. Hentikan atau kau akan dianggap gagal” Balas Ozel.
Ozel lantas menurunkan pedangnya, disusul dengan Amura yang memotong rantai-rantai yang mengikat Zeres. Ozel berjalan pergi, sebelumnya dia berkata kepada Amura.
__ADS_1
“Temui aku diruanganku... Ada yang ingin kubicarakan. ”
Amura hanya diam, dia meninggalkan Zeres sendirian dalam keadaan yang menyedihkan, setelah berlalu masa tidak pernah kalah, datanglah masa kekalahan dimana dia sedang meratapi kalau dia yang menganggap dirinya langit ternyata masih ada langit diatasnya.
“Jika kau hanya terpuruk seperti itu, kau tidak akan bisa maju. Aku hargai dirimu karena berani melawanku, kau memiliki potensi, jangan sia-siakan itu. Tapi ingat jika kau melihat langit, ketahuilah masih ada langit diatasnya lagi” Ujar Amura kepada Zeres.
Dia kini sadar kalau dirinya bukanlah reinkarnasi dari Sang Raja Iblis, meskipun dalam segi kemampuan dan sihir dia ada diatas rata-rata iblis pada umumnya. Namun jelas jika dibandingkan dengan 7 Kaisar dia masih ada dibawahnya.
ミ● _____________________________
Amura kini berjalan seorang diri menuju suatu tempat. Nampaknya dia ada keperluan penting, sampai-sampai dia harus berjalan sendirian tanpa didampingi dua gadis tersebut. Hingga saat dia sampai dilantai 2 Academy, dia berhenti diruangan Ozel. Saat itu Ozel sedang duduk dengan sebatang rokok ada ditangannya, itu sudah menjadi kebiasaan yang normal bagi orang seperti Ozel, meskipun dia seorang wanita merokok normal baginya.
Ozel bertanya “Tadi itu api tingkat tinggi "Greaham. Itu hanyalah teknik api tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh Raja Iblis dan seorang muridnya yang menjadi penyihir digunung selatan, yang sekarang telah menghilang”
Amura menjawab “Lantas...? Apa hipotesismu.”
“Hipotesisku hanya mencangkup dua hal. Kau adalah Reinkarnasi Raja Iblis Tirani, atau kau adalah muridnya yang dikatakan menghilang” Jawab Ozel.
“Bagaimana jika Hipotesis pertama adalah benar?” Amura bertanya kembali.
“Itu tidak—” Disaat belum selesai berkata, Ozel langsung dibuat terkejut oleh, jubah senja milik Amura. Dia tau itu hanyalah jubah milik Raja Iblis Tirani, yang sejatinya tidak dapat dimiliki oleh siapapun atau dapat dipakai oleh siapapun. Karena jubah itu sendiri adalah penahan kekuatan milik Raja Iblis Tirani, agar kekuatan yang dilepaskan mampu dikontrol dengan lebih realistis.
Keringat dingin mengucur diseluruh tubuh Ozel, nafasnya sesak, karena tekanan didalam ruangan sangatlah pekat. Tubuhnya bergemetar tidak terkendali, sampai-sampai dia tertunduk dengan darah yang mengalir mendidih dari matanya. Amura menarik tekanannya dan menyerapnya dalam jubah senja, Ozel berkata.
“Mohon maaf atas kelancangan saya yang mulia. Saya sangat menyesal melakukan hal lancang yang tidak seharusnya seorang bawahan lakukan kepada Tuannya, dan aku sungguh keturunan yang bodoh, karena berani menentang Leluhurnya” Ucapan tertatih-tatih dengan disertai batuk darah, dengan darah yang terus mengalir dan menetes dari matanya.
“Laosh” Mantra penyembuhan diucapkan Amura, dia menyembuhkan segala luka yang diterima oleh Ozel, baik luka luar, dalam, bahkan ingatan darinya sekalipun, yang sempat kacau akibat tekanan dari Amura yang sangat mengintimidasi.
“Berdirilah” Perintah Amura. Ozel lantas berdiri, dia masih menundukan kepalanya karena masih merasakan rasa takut yang sangat luar biasa. Hingga disaat mereka sedang merasakan keheningan, pintu dibuka , Lavender dengan pamannya datang. Saat mereka melihat Amura, tertekuklah sebelah kakinya nan berlutut menghadap Raja mereka.
“Maaf atas kelancangan kami. Tapi kami ini mengabarkan sesuatu. ” Ujar Lavender.
Amura menjawab “Katakan.”
“Kami baru saja menemukan ruang rahasia dibawah tanah. Itu bukan ruangan biasa, namun tempat penelitian iblis, tapi ada hal yang lain disana. Gelembung-gelembung sihir ditata rapi. Didalamnya tidak hanya iblis, namun elf, bahkan manusia” Ujar Paman dan Lavender.
“3000 tahun lalu, perasaan tidak ada ruangan seperti itu. Lavender tetap selidiki mengenai ruangan bawah tanah itu. Kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, jika perang dunia kedua akan dimulai, sebisa mungkin kita mencegahnya” Jubah senja kembali menghilang, Amura berjalan keluar kembali ke-kelas.
ミ●................................ミ●
Layar monitor menyala memberitahukan informasi, seleksi kandidat Raja Iblis Devheld akan segera dimulai minggu depan, peserta harus menyiapkan diri dengan apa yang akan digunakan dalam perlombaan. Ada yang menarik disini, dimana kali ini pertandingan kali bukan tidak diukur dari peserta bertarung dengan peserta lain, namun akan diukur melalui kemampuan bertarung, baik sihir, pedang, kecerdasan kecepatan bertindak dll. Dimana yang akan menjadi perlawanan adalah bentuk masa lalu dari para pejuang di era mitos.
Mudahnya itu hanya bentuk fisik, pikiran dan sihir mereka. Tidak dengan ingatan asli mereka, karena mustahil dapat memindah seseorang dari masa lalu kemasa depan dengan instan. Setiap peserta akan diukur segi kemampuan dan kekuatannya hingga secara otomatis itu akan membawa lawan dari masa lalu untuk menghadapi peserta yang terpilih.
-
Amura duduk di bangku taman, dia yang mendengar berita menyenangkan itu akan memulai rencananya. Membongkar, menghancurkan dan mengacaukan tatanan dunia iblis yang telah dirubah sejak kematiannya.
__ADS_1
“Heeee... Seleksi Raja Iblis yaa, palingan hanya berisi orang-orang knyol yang berangan-angan menjadi diriku. Akan aku ambil kembali posisi itu.”
Perasaan senang dari Amura justru menebarkan aura negatif bagi lingkungan, dimana daerah sekitar juga rusak bergemuruh hingga terjadi sebuah gempa diwilayah Devheld. Amura menstabilkan kekuatan dengan menyalurkan kekuatan itu kedalam jubah senja yang ada didalam "Gate"nya.