
Pagi yang cerah, matahari bersinar menembus kegelapan, cahaya yang indah menyinari bunga mawar didunia, terbangunlah si bocah yang dianggap tidak tepat dan terendah. Meskipun sebenarnya itu bukanlah julukan yang pas untuk seseorang sepertinya. Semua orang tau akan dirinya, semua siswa bahkan guru, karena dia memiliki tanda yang langka yang bahkan semua orang dari seluruh generasi tidak ada yang memiliki tanda tersebut.
∆••••••••••••••••••••••••••••∆
08.32 Amura duduk didalam kelas sembari menunggu guru datang, hingga beberapa saat kemudian, tepat jam 09.00 Ozel datang untuk mengisi kelas S. Penampilan yang anggun menunjukkan otoritasnya sebagai wakil kepsek yang aktif dalam bidang pertempuran. Jam pelajaran akan dimulai, namun Ozel nampaknya sedang sibuk berkomunikasi dengan seseorang melalaikan sihir pikiran. Hingga dia menghela nafas dan dengan lantang berkata.
“Beberapa dari kelas ini telah aku seleksi, hingga dari setiap kelompok yang sampai dengan potensi tinggi aku panggil dan aku pilih untuk mewakili kelas ini dalam pertarungan seleksi kandidat Raja Iblis” Ozel membuat lingkaran data menggunakan sihir.
Disana nampaknya hanya ada 3 orang yang akan mewakili kelas S, yang masing-masing memiliki kemampuan unik tersendiri. Semua orang dikelas cukup terkejut karena nilai point yang paling tinggi dipegang oleh seseorang yang mereka anggap remeh dan tidak tepat. Hingga ada dari mereka yang protes dan berkata.
“Huh? Kenapa Murid rendahan itu justru menjadi potensi tertinggi untuk mewakili kelas kita, dan kenapa tidak mereka yang merupakan bangsawan saja yang mewakili kelas ini? Bukankah itu lebih baik Sensei” Ujar salah satu murid disana
Zeres membalas disini “Jika kau merasa lebih baik dari dan lebih unggul darinya, kenapa kau tidak mencoba menyingkirkannya? Jawabannya hanya satu. Kau tidak mampu karena kau lemah. Saat bertarung denganku kau bahkan berniat berbuat kecurangan dengan berniat menggunakan sihir suci dari sebuah artefak. Naifnya itu tidak kena, dan kau justru kalah. Gagasan mengenai bangsawan lebih baik dari orang-orang normal adalah tanggapan yang konyol. Meskipun aku berasal dari keluarga kelas 3, pandanganku lebih logis mengenai keadilan.”
Siswa itu hanya terdiam, semua argument yang dikeluarkan oleh Zeres ternyata mampu membuat orang-orang disana terdiam dan tidak ada yang menentang, bagaimana tidak. Pemikiran yang dikeluarkan oleh Zeres benar-benar membuat semua orang yang ada disana merasa kalah dengan pandangannya, tidak hanya masalah pandangan. Namun kedudukannya dan posisi keunggulan Zeres mampu melampaui mereka semua, bahkan dalam hal kekuatan mungkin Zeres cukup sebanding dengan Lavender.
“Argument yang menarik Zeres Alvonceus, tapi perkataanmu bukankan merendahkan bangsawan yang merupakan keturunan Raja Iblis?” Bantah Seorang gadis dengan rmbut emasnya
Zeres menanggapi “Jangan knyol. Emilia Luduweld, Raja iblis tidak pernah berkata dia akan lahir melalui darah bangsawan bukan? Para bangsawan hanya merupakan keturunan dari Raja Iblis, bukan pemantik awal reinkarnasi Raja Iblis, terserah Raja Iblis itu sendiri. Apakah dia akan lahir dari bangsawan atau non bangsawan, itu jauh lebih logis. Lagi pula kenapa Raja Iblis harus lahir dari para bangsawan? Sedangkan bangsawan yang sekarang tidak lebih hanya bisa menggonggong tanpa memberikan bukti dan alasan yang jelas”
Ozel disini mulai emosi, dia benar-benar telah mengeluarkan aura seorang jendral iblis, aura gelap yang sangat intens dan pekat. Bahkan itu membuat seluruh isi sekolahan merasa terguncang, sampai-sampai beberapa murid dan staf sekolah pingsan dan tidak sadarkan diri. Namun saat itu juga Amura menekankan aura besar itu dengan mata ajaibnya, sehingga intimidasi dari Ozel dapat ditekan dan diperkecil. Hingga dengan sihir penyembuhan "Vas" Amura menyembuhkan semua tekanan yang diderita oleh para Staf dan Iblis disana.
Amura berkaya “Perdebatan knyol. Itu hanya akan membuang-buang waktu. Katakan saja Ozel apa yang selanjutnya.” Ozel yang masih agak panik karena Amura menggunakan Mata Ajaibnya berkata.
“Hmhm.. maaf, aku sempat emosi. Jadi tidak ada yang membantah, maka telah ditetapkan” Ujar Ozel, tepat setelah dia berkata demikian, bel tanda pelajaran telah usai berbunyi. Semua murid keluar kecuali 2 orang, yaitu Zeres dan Emilia.
Amura berjalan melewati pintu, dia nampak memperhatikan Emilia dan Zeres yang tidak saling berbicara satu sama lain, itu wajar karena keduanya saling berlawanan satu sama lain, Amura menawari mereka.
__ADS_1
“Bagaimana jika kita berlatih? Bukankah kita perwakilan diantaranya? Kita buktikan kekuatan kita masing-masing kalau kita pantas bersaing dimedan tempur” Zeres membalas perkataan Amura.
“Ide bagus... Aku juga ingin menguji kembali latihanku. Hoi gadis kuning kau berhak ikut atau tidak aku tidak peduli, tapi ini kesempatan bagus untuk membuktikan siapa yang lebih baik” Ucap Zeres, Emilia menanggapi.
“Jika diberikan hak itu lebih baik aku tidak mendapatkan hak itu” Ujar Emilia.
“Dasar gadis menyebalkan, terserah kau saja.” Zeres dan Amura berjalan keluar bersama, mereka kini sampai dihutan Elztaten, dimana ini adalah temoat uang ideal untuk bertarung satu sama lain. Hutan dengan gelombang energi sihir yang tinggi, ini membuat hutan ini tidak ada habisnya.
Dikala pertarungan Amura dan Zeres akan segera dilaksanakan, dari kegelapan hutan muncul seseorang dengan rambut blondenya. Gadis anggun dengan seragam hitam mendekat, tombak ungu dipeganginya, setiap langkah demi langkah menghasilkan salju putih yang dingin, otoritasnya cukup mengerikan, salju dingin itu bahkan memberikan hawa dingin dari setiap tempat yang dilangkahinya.
“Peserta baru datang, kukira kau akan menolak. Ternyata gadis memang sering bertele-tele.” Ucap Zeres.
“Humhp aku datang sendiri atas kemauanku, tidak ada kaitannya dengan opinimu itu.” Balas Emilia.
“Sudahlah. Berarti lengkap, aku akan sendirian. Majulah kemari” Ucap Amura. Emilia terkejut karena seakan-akan dia diremehkan dalam pertarungan ini. Namun sesuatau yang mengerikan akan terjadi.
“Aura iblis? Bagaimana bisa, padahal dia iblis kelas bawah, kenapa tekanan auranya bisa membuatku ketakutan. Ada apa denganku, dia hanya iblis kelas rendah” Ucap Emilia.
“Kelas rendah atau tidaknya, itu tidak berlaku dipertarungan. Jika kau tidak ingin mati dalam medan perang, jangan sesekali menganggap remeh lawanmu.” Api Merah berkobar dipedang Zeres. Api merah yang panas dan sangat mengerikan, sampai-samapi es milik Emili, mencair sangking panasnya api tersebut.
Saat ini pertarungan dimulai, Zeres maju lebih dulu dengan tebasan spiralnya, tebasan api merah spiral yang membakar segala bentuk partikel, bahkan batu disana benar-benar telah menjadi abu setelah terkena api tersebut. Spiral sihir merah berkobar dilangit hutan Elztaten, api Hitam legam melesat menuju Zeres.
Dia tidak sempat menghindar dari serangan tersebut, karena dia tidak memiliki pijakan diudara, sekaligus dia bukan tipe petarung yang baik ketika diudara. Api berhasil menjatuhkannya, dia tersungkur namun mencoba bangkit kembali. Di kala Amura lengah, sebuah tombak es melesat dengan sangat cepat menuju kearahnya. Amura menangkap tombak itu, dia melapisinya dengan kekuatan yang berkali-kali lipat dari sebelumnya.
“Terlalu lamban” Serangan dikembalikan oleh Amura dengan tingkat kekuatan yang jauh melebihi kekuatan Emilia tadinya. Ledakan terjadi, seluruh hutan menjadi membeku bahkan setiap partikel terkecilpun ikut membeku ditempat itu, Emilia berkata.
“Dia? Elemen Es? Bagaimana bisa dimenguasai lebih dari satu elemen, siapa dia sebenarnya. ” Ucap Emilia yang kebingungan dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
“Jangan melamun atau kau mati” Pukulan keras mengenai tubuh Emilia, dia terpental dengan keadaan yang mengenaskan. Bahkan sampai darah keluar dari mulutnya, itu terlalu kejam untuk seorang gadis yang masih berusia 15 tahun.
Disaat Amura mendekati Emilia, Zeres muncul dari belakang Amura, pukulan keras dilayangkan, namun Amura mampu menahannya dengan membentuk siku pertahanan, walaupun dia harus terpental jauh kebelakang. Kondisi dari Zeres juga lumayan parah, dimana dia terus-terusan menggunakan mata ajaibnya untuk meningkatkan kecepatan dan tekanan sihirnya, itu membuat darahnya menjadi mendidih yang berakibat fatal jika diteruskan.
“Jangan terlalu peduli pada dampak kekuatannya, tapi cobalah untuk selalu waspada pada setiap gerakannya, dia benar-benar melampui para guru diacademy.” Ujar Zeres, dimana dia tau kalau kekuatan dari Amura mampu melebihi kekuatan dari para guru diacademy sihir, kekuatannya terlalu diluar akal sehat makhluk hidup.
“Aku tidak menyangka, tidak hanya pada sihir, namun dia juga menguasai teknik pedang, dan fisik yang sangat tidak masuk akal” Disini Emilia masih merasa tidak percaya kalau dia harus dibuat kerepotan oleh satu orang. Bahkan sebelumnya itu adalah orng yang dianggap remeh.
“Jika kalian tidak ingin mati cepat hadapi aku dengan kemampuan kalian yang sebenarnya” Petir-petir menggelegar diatas langit hutan Elztaten, semua yang ada disana benar-benar sangat parah.
Tombak Es dilepaskan kearah Amura, ledakan diatas udara terjadi, dikala kabut es menghalangi pandangan, Zeres dengan sigap muncul dari balik kabut es, tebasan diluncurkan, itu mengenai dada Amura hingga memberikan luka yang parah, Amura turun menghentak bumi. Namun dikala dia menapakan kakinya ditanah, Zeres mengaktifkan sebuah jebakan untuk menjebak Amura dengan api merahnya.
“Menara es, hujan bintang eulazo. Berikan aku kekuatan Raja Tirani. Eago Lara Vias” sebuah lingkaran struktur sihir membentuk menara tinggi, hingga setiap lapisan dari struktur sihir itu menjadi es dan membekukan Amura didalamnya. Api panas tetap berkobar membakar, dan dinding menara es raksasa yang menahannya, yang tidak akan hancur bahkan oleh api sekalipun. Tapi ada sesuatu.
“Ini cukup lumayan, namun sihir yang pinjaman tidak akan mampu mempengaruhi orang yang diasal dari sihir itu. Kau meminjam energi sihir yang sangat besar dari sosok 3000 tahun lalu, yang telah menghancurkan kerajaan manusia, elf dan Vampire, dengan kata lain adalah aku” Dinding Es itu hancur, bahkan api merah milik Zeres dilahap oleh api hitam legam milik Amura.
“Tidak mempan? Tapi bagaimana bisa?” Ucap Emilia dengan syoknya.
“Sudah kuduga ini akan terjadi” Ucap Zeres, namun dia nampak tenang dengan apa yang terjadi. Karena sebelumnya dia sudah tau bagaimana Amura pernah menunda kesombongannya yang digantikan dengan penyesalan dan rasa malu.
“Sudahlah kita sudahi pertarungan ini. Hutan ini hampir gundul dan sudah hancur parah, aku akui kalian pantas menjadi partner, jika dibandingkan dengan aku yang sering bekerja sendirian itu tidak cocok. Jika kalian berhenti ditengah perjuangan, maka aku akan menghancurkan kalian” Ujar Amura. 4 sayap hitam yang memancarkan cahaya biru berkilauan keluar dari punggungnya. Amura pergi meninggalkan mereka berdua untuk kembali kerumahnya.
“Siapa dia sebenarnya.” Tanya Emilia.
“Jika dia adalah memang sosok 3000 tahun lalu, apa kau akan percaya?” Tanya Zeres. Emilia menjawab.
“Entahlah. Aku kurang yakin, namun aku tidak akan mengingkarinya.” Balas Emilia.
__ADS_1