Kembalinya Sang Raja Iblis

Kembalinya Sang Raja Iblis
Princess Sovia Arc 1


__ADS_3

Untuk beberapa saat pertandingan akan ditunda karena kerusakan yang diakibatkan dari keluarga Emilia dan Hestia benar-benar mengacaukan dimensi ruang waktu yang diciptakan untuk pertarungan tersebut. Cukup mengerikan mengetahui fakta kalau Emilia benar-benar sekuat itu, tapi tidak dipungkiri kalau ada yang lebih kuat darinya bahkan jauh diatasnya.


Malam hari tiba, semua orang akan beristirahat setelah melaksanakan pertandingan melelahkan, banyak sekali kejadian yang tidak masuk akal disana, mulai dari kebangkitan Ratu Es, dari Emilia dan berbagai kejanggalan yang sulit dijelaskan. Semua orang kini akan kembali kerumahnya masing-masing dan beristirahat dan akan menunggu esok harinya, untuk kembali menyaksikan pertandingan sengit antara seleksi Raja Iblis, dan mengetahui fakta siapa Raja Iblis diera ini.


-Malam hari yang gelap Amura berada di lorong bawah tanah kota Gelheld, dari sisi yang berlawanan dengannya Lavender datang untuk melaporkan sesuatau. Lavender mendekat kearah Amura, dia berlutut dan berkata.


“Saya belum menemukan informasi apapun Tuan, mohon maaf atas kecerobohan saya, jika boleh saya akan gunakan nyawa ini untuk menebusnya.” Ujar Lavender.


Amura membalas “Aku tidak butuh nyawamu, aku hanya membutuhkan informasi terkait menghilangnya Sovia, padahal dia bersamamu.”


Amura pergi meninggalkan Lavender, perasaan yang bercampur aduk kini benar-benar dirasakan Amura, perasaan sedih dan marah yang tidak dapat dia deskripsi seperti apa dirinya sekarang, yang jelas hanya satu dia sedang merasa muak dengan keadaan yang ada. Air mata menetes mengalir dari mata, perasaan sakit dan khawatir benar-benar menyiksa dirinya, gelisah dan tidak tenang.


Lavender hanya terdiam, dia berdiri lalu pergi. Malam hari yang gelap kini dituruni oleh tangisan langit, hujan membasahi bumi, semua orang tinggal didalam rumah untuk menghangatkan diri dan berlindung dari hujan bersama keluarga mereka. Lavender berdiri didekat lembah air terjuan, sebuah pedang siap untuk memenggal kepalanya, air mata menetes tersamarkan oleh rintikan hujan, suara sedih yang terdengar tertutupi oleh kerasnya suara petir dari langit.


"Ini semua salahku. Aku tidak pantas lagi melayaninya, aku tidak ingin lagi hidup” Gumam Lavender.


Kobaran api menyerang dari belakangnya, seorang laki-laki nampak datang dari balik kabut. Itu adalah Zeres, dia sudah tau mengenai menghilangnya Sovia, isu tersebarnya Sovia telah diketahui oleh sebagian bangsawan. Keluarga Lavender, Sovia dan beberapa bangsawan termasuk Bu Ozel juga telah mengetahui tentang isu hilangnya Sovia si gadis juara andalan Academy.


“Sebagian bangsawan telah tau, termasuk aku. Tapi apakah dengan menghilangnya Sovia, akan menjadi alasan dirimu mati. Apakah Amura mengizinkanmu untuk mati? Apakah Amura akan membunuh satu bawahan setianya hanya karena masalah seperti ini, berpikirlah... Dia adalah Raja Iblis, tidak mungkin ada permasalahan kecuali dia mampu menyelesaikannya” Semua ucapan dari Zeres dilontarkan ke Lavender yang merasa bersalah atas hilangnya Sovia.


“Aku tidak tau” Balas Lavender dengan singkat.

__ADS_1


Zeres mendekat, dia manarik kerah baju Lavender dan berkata sekaligus menegurnya. “Kau pikir dengan mati kau akan berakhir? Jangan bercanda Hestia”


Lavender sejenak terkejut, karena Zeres tau bahwa dirinya adalah Hestia yang tidak lain dan tidak bukan sebagai salah satu bawahan andalan Raja Iblis dimasa lalu. Lavender hanya bisa terdiam, Zeres melepaskannya. Air mata menetes membanjiri wajah cantik Lavender, dia bersandar kepada tubuh Zeres. Siapa sangka seorang bawahan Raja Iblis yang dikenal kuat dan tidak terkalahkan memiliki sisi lemah dan feminim yang jarang diketahui orang-orang.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Disisi lain Amura tengah bersama dengan Ozel, mereka nampak sedang berdiskusi mengenai keadaan yang sekarang sedang ricuh, kehilangan Sovia membuat beberapa orang di Gelheld gempar, karena Sovia sendiri adalah bangsawan kelas atas dan merupakan seorang putri, dimana dia juga merupakan keponakan dari kepala sekolah Heres dan masih memiliki jalur kerabat dengan Ozel.


“Andai aku tidak lengah saat itu, mungkin Sovia tidak akan menghilang” Gumam Amura.


Ozel bertanya “Maksud anda?.”


“Yah sesaat setelah aku melihat pertandingan Emilia, aku merasakan energi sihir yang cukup besar. Aku tidak asing dengan energi sihir itu, awalnya aku biarkan. Namun, aku sadar bahwa hawa keberadaan Sovia yang tidak jauh dariku menghilang bersamaan dengan energi besar itu.” Ujarnya.


Mata Ajaib Lingnon menyala ungu, jejak energi terlihat. Itu mengarah kebagian ruang bawah kastil Raja Iblis, bersamaan dari itu Lavender datang bersama Emilia dan Zeres. Lavender disini berlutut dihadapan Amura, dan lantas ia berkata.


“Tuan aku punya informasi pen—” Tepat sebelum Lavender menyelesaikan perkataannya.


Amura menghentakkan kakinya kebawah kastil, tepat didepan singgasana Raja Iblis, semua orang saat itu jatuh kebawah, sebuah lubang raksasa dengan diameter yang sangat besar membentang, hanya nampak adanya ruangan gelap yang menelan suasana. Disaat itu pula, nampak lampu dibawah kastil mulai menyala satu persatu.


Seorang pria dengan topi kabaret duduk disebuah kursi kecil, rambut biru panjang menjadi karakteristiknya. Dia duduk dengan menyilangkan kaki, mata merah menyala bagaikan bulan darah dipurnama. Tidak hanya dia saja, namun sosok wanita dengan rambut perak juga berdiri dibaliknya, sabit besar bagaikan malaikat maut yang siap mencabut nyawa seseorang bersinar. Pedang Hitam legam juga bersandar disamping kursi itu.

__ADS_1


“Tidak mungkin ibu, ayah. Kenapa kalian ada dikastil Raja Iblis” Ujar Lavender.


“Ara-ara~ Putriku Lavender, hmmm tidak mungkin maksudku. Nona Jendral Iblis, Korps pertama Raja Iblis Hestia.” Ujar wanita dengan sabit itu.


“Siapa sangka kalau putriku adalah bawahan Raja Iblis itu sendiri, yaaa sudahlah. Akupun tidak peduli, kalian ingin menyelamatkan Tuan Putri Sovia bukan? Lewati kami dahulu” Ujar Ayah Emilia.


Disini nampak Bu Guru Ozel—lah yang akan mulai mengisi panggung, pedang dengan panjang dua meter, itu memberikan nyala api ungu yang sangat cerah, tidak sampai disitu Zeres—pun akan ikut serta dalam pertarungan. Katana panjang 1 meter menyala membentang, api merah berkobar membakar udara.


“Kalian pergilah, sejak kemarin aku belum mendapatkan panggungku, maka sekarang saatnya” Ozel bergerak dengan sangat cepat menuju mereka berdua, satu ayunan dilancarkan, api ungu yang luar biasa panas dan mengerikan benar-benar akan menerkam mereka berdua. Sabit merah diputar.


“Teknik darah. Tebasan spiral Hearesl” Disaat dua bentrokan itu terjadi, Amura dan yang lain langsung menerobos. Pedang Hitam legam mencoba menghalangi, Emilia membekukan Pedang Hitam legam, mereka kabur untuk melanjutkan langkahnya. Api merah berkobar membakar udara. Pedang Hitam legam di ayunkan. Tebasan kuat menghempaskan Zeres dan Ozel.


Ozel menancapkan pedangnya kelantai, dia menahan tubuhnya dengan sekuat tenaga. Wajah sombong terlihat dimuka pria dengan kabaret itu. “Mungkin anda sudah mengenal saya, Bu Guru Ozel. Yaa saya adalah Audus wali dari Lavender atau Hestia, meskipun anda sudah kenal dengan saya, setidaknya biarkan saya merasa hebat.” Ujar Audus.


“Lilia kenapa kalian berdua merencanakan penangkapan Putri Sovia? Padahal ini adalah masa-masa kesempatan yang berbahagia menyambut reinkarnasi Raja Iblis...!” Teriak Ozel.


“Tidak ada waktu untuk berbicara.” Api merah memancar membakar setiap partikel yang ada disana. Disusul dengan tebasan hitam legam yang membentang melawan api merah. Suara tebasan pedang antara Zeres dan Pria berkabaret terus dilangsungkan. Setiap detik dengan 100 tebasan.


Sabit Rembulan merah memancarkan aura membunuh, panas Api ungu melawan, satu ayunan dari Sabit Rembulan Merah melukai mata kiri Ozel, bersamaan setelahnya tebasan kuat membakar pinggang kanan dari wanita tersebut.


“Kekuatan dari wakil kepala Academy benar-benar luar biasa, sama seperti yang dirumorkan orang-orang”.Ujar wanita berambut perak.

__ADS_1


“Senang bisa dipuji oleh Lady Blood Rose. Namun itu tidak berguna untuk sekarang, aku akan menghancurkanmu” Ucapan tegas dilontarkan oleh Ozel, pedang panjang ditodongkan kearah Lady Blood Rose. Dengan senyuman kecil yang terukir diwajahnya ia berkata.


“Masih banyak kartu trufku yang belum hadir” Ujar Ozel dengan senyuman khas diwajahnya.


__ADS_2