Kembalinya Sang Raja Iblis

Kembalinya Sang Raja Iblis
Ledy Of Cold: Bangkitnya Sang Ratu Dingin


__ADS_3

Seleksi Raja Iblis kembali dimulai arena luas tidak seperti ring gladiator, namun pertarungan dimulai disebuah dimensi lain yang telah disiapkan oleh juri dan para selektor. Emilia berdiri dengan memegang tombak esnya, ia melangkah dan dari setiap langkahnya timbullah hawa dingin yang menusuk kedalam sel-sel tubuh.


Liontin pemberian Amura mulai menyala, itu tanda kalau pertarungan dimulai. Di sisi lain, kekuatan Amura akan terus diserap oleh Liontin tersebut hingga pertandingan berakhir, namun itu tidak masalah, justru itulah keinginan Amura, energi sihir yang besar, terkadang memberikan tekanan tersendiri baginya, sampai-sampai Amura memiliki berbagai senjata yang kekuatan utamanya berasal dari penggunanya.


“Pemanggilan Roh Pahlawan -Ten” lingkaran sihir terbuka, sebuah jaringan sihir kini mulai muncul, jaringan-jaringan sihir itu kini membentuk sesosok wanita muda yang jelita, dengan kabaret hitam dan jubah jendral gelap dengan pedang panjang 190cm, benar-benar memberikan kesan anggun, kuat dan nampak tidak terkalahkan.



Dari ruang monitor Lavender mengamati “Liontin itu? Pantas saja dia bisa memunculkan diriku dari masa lalu, tapi kenapa, dan apa tujuan Yang Mulia Amura dengannya” ujar Lavender.


Kembali ke pertandingan. Suasana masihlah sangat menegangkan karena kedua belah pihak tidak ada yang saling menyerang, hingga ketika suasana sangat sepi. Pergerakan mulai terlihat, petir menyambar, langit di dalam dimensi tersebut menjadi gelap, kekuatan besar antara Sang Gadis Kekacauan Emilia melawan Sang Jendral Korps pertama dari pasukan iblis, namun versi lite.


Wajar itu hanyalah manifestasi dari masa lalu, tidak membawa ingatan lamanya, namun hanya membawa kekuatannya dan bentuk fisiknya, namun segala informasi mengenai kekuatan dan keahlian tetap terbawa dan tercatat oleh sistem. Pertama dashyat masih terus berlanjut, serangan 'Belion' Es Kematian terus dilancarkan oleh Emilia.


Itu semacam tombak es ganas yang dimana sipengguna melemparkan sebuah kekuatan besar ke lawan, dengan membentuk sebuah tombak raksasa daya hancurnya setara dengan ledakan sebuah gunung yang mampu meluluh lantakan satu kota. Tapi ada yang unik disini, meskipun tubuh tiruan Lavender yang lebih dikenal Hestia oleh para iblis kuno, mampu menyaingi kekuatan asli dari Hestia atau Lavender.


“Tidak ada habisnya, jadi seperti ini kekuatan dari salah satu iblis kuno yang mendampingi Raja Iblis, meskipun begitu kesan tekanannya tidak sekuat Amura saat menggunakan auranya.” Serangan demi serangan dilancarkan oleh kedua belah pihak yang terus mencoba mendominasi pertarungan.


“Pedang Iblis Roh Penghancur Revela” Hestia melayang diatas langit, ribuan pedang mengelilinginya dan berputar dengan sangat cepat, hingga pedang itu menyatu dan membentuk satu pedang ajaib.


Sword Of Death Revela, itu pedang ajaib yang cukup melegenda dizamannya, karena pedang itu memancar api biru yang sangat panas, setiap kali tebasan akan memancarkan nyala api yang sangat intens, itu mampu menghambat regenerasi, bahkan jika terkena inti kehidupan seseorang dapat merusaknya dari masa lalu dan merobeknya.


Hestia diam sejenak diudara, hingga sebuah gerakan kejutan dihadiahkan kepada Emilia, dia tidak sempat menghindar, dan hanya mampu menerima serangan tersebut dan menangkisnya. Pedang Revela masih menyala terang, Hestia datang mendekat kearah Emilia, tatapan tajam mengindikasikan bahwa Emilia adalah ancaman.

__ADS_1


“Gerakan kedua Naga Dermia” Dalam persekian detik, Hestia bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal, itu disertai dengan sebuah tebasan yang membentuk seekor naga disetiap kali dia menebaskan pedangnya. Tombak es Emilia mulai rapuh dan sulit untuk dikendalikan.


Diruang Monitor “Dia bodoh, apa aku harus membantunya setelah dia dibantu oleh Tuan Amura?” Gumam Lavender.


“Aku sama sekali tidak dapat melihat gerakannya dengan baik, dia terlalu cepat. Lagi pula kenapa aku bisa mendapatkan lawan seperti dia, dia salah satu monster yang mustahil aku kalahkan” Gumam Emilia, namun seketika dia ingat sesuatu tentang perkataan Amura dan Zeres yang mengatakan 'Kosentrasi dan Jangan Lengah, akui musuhmu dan kembalikan.'



Segala kenangan mengalir dari ingatannya, impiannya yang ingin bersanding sebagai salah satu milik Raja Iblis, dan menjadi Lady Of Magical.


“Aku ingin menyerah? Setelah semua ini. Padahal aku ingin menjadi orang yang berpengaruh, aku tidak ingin kalah dan tersingkirkan, aku tidak ingin kalah meskipun jiwaku harus terbakar, akan ku bekukan segalanya termasuk Dewa itu sendiri, karena akulah Putri Kekacauan.” Lingkaran sihir tercipta diatas langit dimensi tersebut.


Jubah Ratu Es menutupi dirinya, mata biru bersinar memberikan tekanan berat pada dimensi tersebut, eksistensi dari Emilia dianggap ancaman baik oleh pertahanan dimensi ataupun Hestia, disaat lingkaran sihir pertahanan ingin menyerangnya. Emilia meliriknya, lingkaran sihir pertahanan membeku, bahkan api Kematian Revalon membeku.


Liontin miliknya terus menyala terang dan memancar energi kuat yang mengaliri dirinya, tidak salah lagi. Itu adalah kekuatan Amura yang mampu digunakan oleh Emilia dengan maksimal. Sesok tengkorak raksasa dengan setengah tubuh melayang dibelakang Emilia muncul sebagai perusak Lady Of Cold. Itu semacam pelindungan mutlak dimana Emilia mampu mengendalikan tengkorak raksasa itu untuk melindunginya atau menyerang.


Mata Ajaib Iblis Pedang Giesta milik Hestia menyala terang. Iblis api biru muncul menyelubungi Hestia, ia bergerak dengan menyerang Emilia, namun tebasan horizontal dari Hestia dibekukan dengan medan sihir milik Emilia.


“Raja yang berkuasa menaklukkan Dewa, Ratu yang menguasai dunia dengan hawa dinginnya bersama Raja Panas yang membakar segalanya, pinjamkan kekuatanmu padaku. Meriam Pemusnah—.”


Tengkorak raksasa berubah menjadi seorang Wanita dengan gaun bagaikan seorang Dewi, mata perak menyala terang dengan rambut putih seputih salju, kedua tangan diangkatnya kelangit. Hingga sebuah gumpalan energi sihir yang dipadatkan hingga menjadi luapan energi besar dilesatkan kearah Hestia.


“—Cannon Fernieler”

__ADS_1


Ledakan besar benar-benar merusak ruang waktu disana, itu membuat beberapa retakan dimensi yang mampu merusak tempat itu, bahkan retakan yang ditimbulkan sampai diruang Monitor Lavender berada. Itu benar-benar telah dianggap sebagai ketidakcocokan dalam claim para petinggi.


Semua penonton yang melihat melalui layar raksasa tidak dapat tau apa yang terjadi setelah Emilia mengeluarkan kekuatan sebesar itu, segala sistem rekaman yang ada disana hancur dan rusak, karena serangan yang dilancarkan oleh Emilia tadi benar-benar merusak seluruh sistem yang ada disana.


ミ⁠●⁠﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


“Gadis sialan, padahal aku ingin melihat lanjutannya...” Ujar Lavender, disudut pandang Emilia. Ia masih berada didalam dimensi bersama Hestia yang menghilang secara perlahan, dia menjadi partikel berwarna hijau cerah yang kemudian menjadi debu dan menghilang. Tidak ada kata-kata terakhir kecuali sebuah senyuman puas yang terlukis diwajah Hestia.


Gerbang dimensi terbuka disana, beberapa prajurit, staf keamanan dan kepala sekolah datang menjemput Emilia yang sedang duduk dengan letih disana, kepala sekolah datang kepada Emilia, dia berkata.


“Selamat putri Emilia, anda lolos babak seleksi ini.” Ujar kepala sekolah sembari mengulurkan tangannya, Emilia membalas.


“Seharusnya saya yang berterimakasih, karena pertarungan kali ini, saya mengetahui keinginan saya dan tujuan saya sebenarnya” Ujar Emilia, dia memegang tangan kepala sekolah dan berdiri dengan bantuan tombaknya, dia masih merasakan letih yang sangat menganggu. Wajar dia baru saja mengeluarkan kekuatan yang sangat besar bahkan melebihi batasan yang dapat dicapai.


“Menjadi Raja Iblis...?” Tanya kepala sekolah.


Sembari berjalan menuju portal dimensi untuk kembali, Emilia berkat “Mustahil bagi saya untuk saat ini, oh ya pak Heres, ngomong-ngomong Raja Iblis yang telah lama kita tunggu berada disatu tim dengan saya. Ujar Emilia.”


Kepala Sekolah bertanya “Kesimpulan dari mana itu.?”


Emilia membalas “Anda akan melihat sendiri, dia jauh lebih dari saya, anda, atau bahkan seluruh dunia iblis ini. Hati-hati, dimensi ini bisa hancur loh.”


Dengan berjalan tertatih-tatih Emilia masuk kedalam portal untuk kembali ke Gelheld, kepala sekolah hanya menghela nafas mengenai perkataan dari Emilia, namun senyuman terbuka terlukis diwajah Kepala Sekolah Heres, dia seakan-akan telah mengetahui sesuatu yang belum orang-orang ketahui mengenai dirinya dan sistem sekolah Sihir.

__ADS_1


“Tidak usah terlalu terburu-buru Emilia, aku sudah tau. Namun aku tidak peduli, aku tetap akan beranggapan dia palsu dan bukan yang asli” Ujar Heres.


Apakah kegelapan pekat akan menutupi seluruh dunia iblis dengan fakta yang sebenarnya, cahaya yang diberikan oleh Sang Pendiri justru ditutupi dan ditenggelamkan dalam kegelapan palsu yang menyesatkan seluruh keturunannya. Adakah sebuah fakta aneh yang disembunyikan oleh sekolahan Sihir? Atau ada dalang lain dibalik semuanya ini.


__ADS_2