Kembar Yatim-piatu

Kembar Yatim-piatu
orang dulu dan sekarang


__ADS_3

Diwarung paman muthu, Abang Sholeh yang sibuk dengan kegiatan laptopnya,, aihhhh susahnya, meter-muter terus mananya jaringan ini. kamu kenapa Sholeh? tanya atok amat. Alfa Alfi pun berada di warung paman muthu, mereka makan es krim bersama atok amat.

__ADS_1


ini nih internetnya ngak ada, paman muthu kayak mananya wifinya, mana tau paman, jaringannya itu, makanya kesini jangan internet saja, makan juga lah, ucap paman muthu. iyaa lah iya nasi goreng satu, okey.

__ADS_1


kayak mana mau kerja kayak gini tak da internet, ucap Abang Sholeh lagi yang profesinya sebagai desainer. orang dulu tak pakai-pakai internet bisa kerja juga, karena orang dulu tak paham internet, jawab Sholeh santai. apa??? kamu pikir orang dulu bodoh-bodoh gitu? orang dulu kerja pakai otak dan tenaga, tidak seperti orang sekarang, apa-apa tinggal pencet, malas tak keluar keringat. aycfdhbbgj Abang Sholeh ngeromet, sambil di manyunkan mulutnya.

__ADS_1


Di tempat lain dirumah Alfa Alfi, kakak air mati yaa kok ngak hidup? tanya Alfi yang lagi memutar kran air di luar mau nyuci kaki. iya makanya jangan buang-buang air. mereka pun masuk dari pintu belakang terus kekamar mandi, ayo ayo kena kamu kena kamu, terdengar suara percikan air dan suara Alfa Alfi main air. alfaaa alfiii jangan maen air, Udah tahu nggak ada air, bukan maen air kak, nembakin sarang laba-laba, apa namanya itu kalau bukan maen air, udah keluar dari situ, ucap kak mawar dengan nada tinggi. Alfa Alfi pun langsung keluar, Alfa Alfi tolong tampung air, mobil drum air sudah datang, mereka mengantri menampung air. pas giliran Alfa Alfi,, setelah selesai airnya penuh, tapi mereka berdua tidak kuat mengangkatnya, dibuangnya airnya sikit, blom kuat juga mereka, dibuangnya lagi airnya, diangkat mereka blom juga kuat mereka, sampai akhirnya setengah ember baru bisa mereka bawa pulang, kak mawar melihat airnya, Ya.. ampyun Alfa Alfi kok sikit kali, tadi kan kak air itu penuh terus kami ngak kuat ngangkatnya, kami buang lah sampai kami kuat mengangkatnya, untung kami pintar kalau ngak,, ngak sampai airnya Sampek sini.jelas si Alfi dengan polosnya. Apa.. pintar itu mumajir tahu. mawar,,, benar lah kata adikmu, mana lah kuat mereka, mereka kan masih kecil, kok ngak kamu saja yang ngangkat? tanya si nenek sambil merajang bawang, tidak bisa nek, panas lah, terbakar nanti kulit mawar. Mawar... Mawar... nenek hanya bisa geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Dulu orang kalau mau ngambil air kesungai, ngangkat jauh sekali jalan kaki, tak mengeluh, malah asyik bisa jumpa teman-teman, bersenda gurau, kalau orang sekarang, semua serba praktis, giling cabai tinggal pencet, air tinggal muter kran, sampai masak pun tinggal ceklek kompor gas, dulu ngidupkan api harus ditiup2 pakek bambu, sampai hitam tuh muka, hahaha mereka semua tertawa. makanya sekarang Kelen beruntung, Zaman nenek dulu mana ada kayak gini.

__ADS_1


__ADS_2