Kembaran Tak Kasat Mata

Kembaran Tak Kasat Mata
Menyusul bunda


__ADS_3

_Masik flashback masa kelas 6 SD_


sesuai janji ayah kemarin,hari ini Deva seger bersiap-siap hari ini merupakan keberangkatan ia dan ayahnya ke kampung halaman ibunya.Deva meminta izin kepada kepala sekolah nya untuk tidak mengikuti pembelajaran selama beberapa hari karena ada urusan keluarga,begitupun di MDTA Deva juga izin untuk hal yang sama padahal hari ini merupakan ujian kelulusan MDTA namun Deva meminta agar mengganti saja ujiannya dihari lain.

__ADS_1


setelah selesai ia dan ayahnya berangkat menuju kampung bundanya.butuh waktu sekitar 6-7 jam perjalanan kesana.Deva merasakan bokongnya panas karena sedari tadi duduk di atas motor.Akhirnya sampai lah di sebuah rumah sakit,Deva turun dan memandangi sekelilingnya ia heran "ayah kita kan ingin menyusul bunda dirumah kakek kok malah nyasarnya ke rumah sakit sih yah?ayah sakit?" tanya Deva pada ayahnya "bukan Deva tetapi nenek memang dirawat disini"jawab ayah Deva yang kemudian menarik lengan Deva untuk masuk ke dalam.Namun,langkah mereka terhenti " ada apa ayah?kok berhenti ayah laper?"tanya Deva "bukan Dev itu anu ayah gatau kamarnya yang mana ntar kita salah masuk kamar dikira orang gilaa" kata ayah "oh gitu yaudah telfon aja bunda yah suruh nyamperin kita kesini yah" isap Deva ayahnya pun mengangguk dan mengambil handphonenya dari dalam tasnya kemudian menelfon istrinya untuk ke tempat ia dan Deva berada "gimana yah?" tanya Deva kepada ayahnya setelah ayahnya selesai menelfon "nanti om Agus yang akan menjemput kita disini" ucap ayah Deva yang kemudian dibalas anggukan oleh Deva.


"mas udah nunggu lama?" kata om Agus yang sudah sampai "udah gus" kata ayah,kemudian om Agus mengajak Deva dan ayah untuk masuk

__ADS_1


"assalamualaikum pak" ucap ayah kepada kakek begitu juga adek-adek bunda yaitu om ses,om anto,dan om nanang yang sedang berkumpul disitu "Waalaikumsalam eh ren udah sampai rupanya sini istirahat dulu" jawab kakek Deva,ayah Deva pun segera menyalami ayah mertuanya itu kemudian duduk disamping om Anto.Deva pun juga menyalami kakeknya ia sangat rindu oleh kakek nya karena sudah lama tidak berjumpa. Ayah Deva dan oom-oom Deva pun mengobrol membahas soal kerjaan,kakek dan Deva tak ingin mengganggu sehingga kakek mengobrol dengan Deva "Deva kapan ujian?" tanya kakek "Deva ujian kelulusan sekolah 5 hari lagi kek makannya gabisa lama-lama disini nya,ntar kalo udah siap Deva sama ayah ke sini lagi" jawab Deva "Deva belajar baik-baik yah banggakan orang tua,Deva bisakan belajar sendiri tanpa bunda disisi Deva?" tanya kakek "bisa dong kek oh iyah Ngomong-ngomong Deva kok belum liat bunda yah kek dari awal dateng" Deva pun bertanya pada kakeknya dimana bundanya "bunda sedang beli nasi bungkus di ampera sebrang sana buat makan kita,ntar juga balik lagi" kata kakek Deva hanya mengangguk "kakek Deva pengen ke minimarket depan pengen beli sesuatu boleh yah sama kakek" pinta Deva yang sudah sejak awal sampai sudah memperhatikan minimarket tersebut "pakai uang siapa?" tanya kakek Deva,sebenarnya kakek Deva sudah tahu jawabannya tapi ia berpura-pura untuk menjahili cucu nya "kok pakek tanya sih kek yah pakek uang kakek lah" Deva tertawa kecil "hadeh dasar,punya cucu kok gamau ngeluarin modal" ucap kakek "lah kan Deva belum punya uang gimana mau modal atuh kek" Deva pun tertawa


"memang kalau disuruh melawan debat sama kamu Deva kakek akan selalu kalah" ucap kakek "hehee kakek mah bisa aja"Deva dan kakeknya berjalan pergi menuju minimarket didepan rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2