
sudah cukup lama Deva berada di kampung halaman bundanya tersebut
Deva merasa nyaman berada disana, selain karena udara yang sejuk dan asri juga karena masyarakat yang baik dan ramah membuat Deva betah berlama-lama disana
Selama bulan puasa Deva melakukan ibadah teraweh bersama teman-teman nya dimasjid semua baik-baik saja hingga tiba pada suatu malam
malam itu
"eh tumben rumah kakek ramai sanak saudara biasanya juga sunyi" ucap Deva kepada raka sepupu Deva
"iyah kak kok rame banget yah nyoba masuk yuk" ajak raka
Deva dan raka memasuki rumah tersebut
"devi kamu tau gak ada apa didalem?" tanya Deva
"yah aku ga tau lah kak kan aku masih disini sama kakak lagian kalo aku tau gak akan aku ngajak kakak masuk" jawab raka ketus
"ih pedean banget sih raka, yang ngomong sama kamu siapa? " tanya Deva
"lah itu barusan tadi apaan?"raka balik nanya.
Deva menepuk jidatnya ia lupa bahwa raka tidak mengetahui tentang Devi
" eh Iyah tadi aku ngomong sama kamu"ucap Deva sambil terkekeh
"tuhkan kakak aja yang suka banget bilang aku kepedean" jawab raka ketus
__ADS_1
"yaelah ka kalo bukan karena kamu gak bisa liat Devi udah aku toyor kepala kamu raka" gumam Deva
mereka berdua pun memutuskan untuk bergabung dengan keluarga mereka
"ketahuilah bahwa ibu kalian ini menggunakan Sus*k sehingga ia seperti ini" ucap seorang kakek
Deva mengamati kakek tersebut ia baru pertama kali melihat kakek ini,yang membuat Deva heran adalah untuk apa dia kesini dan apa tujuannya?
"lalu bagaimana melepaskan nya pak?" tanya om anto
"tidak bisa dilepas jika bukan orang tuanya sendiri yang melepaskan karena ini sus*k yang tau mantranya cuma orang tuanya" ucap kakek tersebut
yah orang tua nenek Deva atau buyut Deva memang lah orang sakti namun mereka sudah meninggal
kemudian satu persatu anggota keluarga deva mencoba untuk diperiksa kesehatannya apakah ada yang terganggu
Deva gemetaran kakek tersebut memang buta namun indra ke enam nya tak bisa diragukan
kakek tersebut mengenggam tangan Deva
tiba-tiba telapak tangan dan kaku Deva berkeringat,kakek tersebut tersenyum melihat Deva.
Deva semakin ketakutan ia bingung mengapa kakek tersebut tersenyum padanya padahal ia jelas-jelas sedang ketakutan
"ini bukan penyakit" ungkap kakek tersebut
"lalu?" tanya keluarga Deva
__ADS_1
"izinkan aku untuk menebak kebiasaan mu" ucap kakek tersebut
"ss si iiii.... sil... ah... kkkan...." ucap Deva gemetar
"apakah kau sangat suka berbicara sendiri terutama didepan kaca?" tanya kakek tersebut
"iiii... yyyah" Deva gemetar
"apakah telapak tangan dan telapak kaki mu sering berkeringat sementara bagian yang lain tidak sama sekali?" tanya kakek tersebut
"benar" jawab deva
"tak perlu takut Deva ini tidak berbahaya ini menggambarkan bahwa kamu itu spesial" ucap kakek tersebut.Deva berhenti ketakutan dan melihat kakek tersebut seolah-olah yang ia kira jahat ternyata baik
"loh kakek tidak jahat?" tanya Deva dengan polosnya
satu keluarga tertawa melihat tingkah Deva yang mengira kakek tersebut orang jahat
"sayang,kakek tersebut kesini untuk mengobati nenek bukan orang jahat masa ia orang jahat dibiarin didalam rumah dijamu malahan" ucap bunda Deva
Deva tertawa menahan malu
"emmm Ngomong-ngomong jadi apa masalah pada diri Deva?" tanya om ses kepada kakek tersebut
semua terdiam
"*iaa....."
__ADS_1
bersambung ❤✨*