Kembaran Tak Kasat Mata

Kembaran Tak Kasat Mata
Kakek tua


__ADS_3

sudah cukup lama Deva berada di kampung halaman bundanya tersebut


Deva merasa nyaman berada disana, selain karena udara yang sejuk dan asri juga karena masyarakat yang baik dan ramah membuat Deva betah berlama-lama disana


Selama bulan puasa Deva melakukan ibadah teraweh bersama teman-teman nya dimasjid semua baik-baik saja hingga tiba pada suatu malam


malam itu


"eh tumben rumah kakek ramai sanak saudara biasanya juga sunyi" ucap Deva kepada raka sepupu Deva


"iyah kak kok rame banget yah nyoba masuk yuk" ajak raka


Deva dan raka memasuki rumah tersebut


"devi kamu tau gak ada apa didalem?" tanya Deva


"yah aku ga tau lah kak kan aku masih disini sama kakak lagian kalo aku tau gak akan aku ngajak kakak masuk" jawab raka ketus


"ih pedean banget sih raka, yang ngomong sama kamu siapa? " tanya Deva


"lah itu barusan tadi apaan?"raka balik nanya.


Deva menepuk jidatnya ia lupa bahwa raka tidak mengetahui tentang Devi


" eh Iyah tadi aku ngomong sama kamu"ucap Deva sambil terkekeh


"tuhkan kakak aja yang suka banget bilang aku kepedean" jawab raka ketus

__ADS_1


"yaelah ka kalo bukan karena kamu gak bisa liat Devi udah aku toyor kepala kamu raka" gumam Deva


mereka berdua pun memutuskan untuk bergabung dengan keluarga mereka


"ketahuilah bahwa ibu kalian ini menggunakan Sus*k sehingga ia seperti ini" ucap seorang kakek


Deva mengamati kakek tersebut ia baru pertama kali melihat kakek ini,yang membuat Deva heran adalah untuk apa dia kesini dan apa tujuannya?


"lalu bagaimana melepaskan nya pak?" tanya om anto


"tidak bisa dilepas jika bukan orang tuanya sendiri yang melepaskan karena ini sus*k yang tau mantranya cuma orang tuanya" ucap kakek tersebut


yah orang tua nenek Deva atau buyut Deva memang lah orang sakti namun mereka sudah meninggal


kemudian satu persatu anggota keluarga deva mencoba untuk diperiksa kesehatannya apakah ada yang terganggu


Deva gemetaran kakek tersebut memang buta namun indra ke enam nya tak bisa diragukan


kakek tersebut mengenggam tangan Deva


tiba-tiba telapak tangan dan kaku Deva berkeringat,kakek tersebut tersenyum melihat Deva.


Deva semakin ketakutan ia bingung mengapa kakek tersebut tersenyum padanya padahal ia jelas-jelas sedang ketakutan


"ini bukan penyakit" ungkap kakek tersebut


"lalu?" tanya keluarga Deva

__ADS_1


"izinkan aku untuk menebak kebiasaan mu" ucap kakek tersebut


"ss si iiii.... sil... ah... kkkan...." ucap Deva gemetar


"apakah kau sangat suka berbicara sendiri terutama didepan kaca?" tanya kakek tersebut


"iiii... yyyah" Deva gemetar


"apakah telapak tangan dan telapak kaki mu sering berkeringat sementara bagian yang lain tidak sama sekali?" tanya kakek tersebut


"benar" jawab deva


"tak perlu takut Deva ini tidak berbahaya ini menggambarkan bahwa kamu itu spesial" ucap kakek tersebut.Deva berhenti ketakutan dan melihat kakek tersebut seolah-olah yang ia kira jahat ternyata baik


"loh kakek tidak jahat?" tanya Deva dengan polosnya


satu keluarga tertawa melihat tingkah Deva yang mengira kakek tersebut orang jahat


"sayang,kakek tersebut kesini untuk mengobati nenek bukan orang jahat masa ia orang jahat dibiarin didalam rumah dijamu malahan" ucap bunda Deva


Deva tertawa menahan malu


"emmm Ngomong-ngomong jadi apa masalah pada diri Deva?" tanya om ses kepada kakek tersebut


semua terdiam


"*iaa....."

__ADS_1


bersambung ❤✨*


__ADS_2