
semua terdiam hening bahkan suara jangkrik pun terdengarš¤£
"ia memiliki kembaran" ucap kakek tersebut
"hah"teriak keluarga Deva semua terkejut pasalnya yang mereka tahu bahwa Deva itu tidak punya kembaran.
" tapi saya tidak punya anak kembar kek."ucap bunda Deva, ia masih tak percaya anaknya punya kembaran
"jadi Devi itu kembaran ku" gumam Deva
_flashback waktu Deva bayi_
"haduh kak.jangan teriak² dong" kata om nanang yang panik kakaknya teriak kesakitan
"bentar lagi juga sampek kok kak dirumah sakitnya" kata om Agus menenangkan
"ih kerumah sakit aja lama banget sih kayak ke mana aja udah sakit ini" ucap bunda Deva lirih
__ADS_1
"bang ses tambah kecepatannya" teriak om anto
mereka pun dengan kecepatan tinggi melaju menuju rumah sakit,yah hubungan keluarga kakak adek antara bunda Deva dengan om² Deva sangat lekat sehingga saat bunda Deva kesulitan maka om² Deva akan panik.
sesampainya di rumah sakit
om anto dan om ses berlari mencari suster agar menolong kakak mereka
bunda Deva segera dibawa ke ruang UGD berhubung air ketuban belum pecah,maka bunda Deva dirawat inap terlebih dahulu sambil menunggu masa kelahiran
bunda Deva diletakkan di kamar rawat inap yang fasilitas nya cukup baik, bunda Deva dibawa ke rumah sakit besar karena keluarga Deva tahu bahwa rumah sakit kecil pasti memiliki fasilitas yang kurang memadai
selama berada diruang rawat tersebut bunda Deva menjadi dekat dengan bu Saskia, hingga tibalah suatu hari dimana keduanya melahirkan, anak keduanya sama-sama perempuan namun, anak dari bunda Deva hidup(dia adalah Deva) sedangkan anak dari bu Saskia meninggal dunia( ia adalah Devi).Arwah Devi yang meninggal kemudian mengikuti Deva hingga kini. Walaupun mereka tidak satu ibu tetapi karena lahirnya sama dan Devi selalu mengikuti Deva maka wajah mereka menjadi kembar.
kembali ke cerita kakek
"jadi selama ini aku punya kembaran gitu maksud kakek*?" tanya Deva
__ADS_1
"benar dan selama ini dia menjagamu jadi jika tanganmu dan kaki mu berkeringat itu sebab dia berada bersama mu sementara jika kau berbicara sendiri itu tandanya ia butuh kawan berbicara dengan mu" jelas kakek tersebut
bunda Deva yang sedari tadi ketakutan pun angkat suara
"kek saya minta tolong lepaskan mereka berdua nanti anak saya kenapa-kenapa" ucap bunda Deva yang khawatir
"tenang rin tenang, mau siapapun dukun yang kau kirim dan kau beri tugas seperti itu mereka tidak akan sanggup, Deva dan Devi tidak bisa dipisahkan, kamu tenang saja Devi membawa peran kebaikan buat anak mu, jaga lah anak mu dia adalah anak istimewa dan jangan sesekali kau menyakiti dirinya sebab kembaran nya tidak akan tinggal diam" jelas kakek tersebut
bunda Deva hanya mengangguk
"dan ingatlah kelak anak ini akan menjadi orang pintar seperti buyutnya ia dapat menyembuhkan orang banyak karena kembaran nya itu" ucap kakek tersebut
Deva yang sedang minum pun tersedak karena ucapan kakek tersebut
"tapi ingat Deva jangan gunakan kepintaran itu untuk membuat orang lain terluka ingat*!! " ucap kakek tersebut Deva pun mengangguk
Deva pun permisi ke kamarnya, disana dibalik bantal ia memikirkan bagaimana mungkin ia selama ini memiliki kembaran?
__ADS_1
Deva tak menyadari bahwa Devi itu nyata kembaran nya, Deva berfikir bahwa Devi itu hanyalah imajinasi nya saja namun ternyata tidak Devi itu nyata.
karena kecapean Deva pun tertidur pulas hingga esok pagi