Kembaran Tak Kasat Mata

Kembaran Tak Kasat Mata
Trauma


__ADS_3

_flashback_


"Deva kamu masuk mana tamat ini?" tanya zaki


"masuk SMK negri xx, kamu masuk situ juga yah, aku gamau jauh-jauh dari kamu" pinta Deva


"iyah kesayangannya aku, ntar zaki masuk situ deh" ucap zaki


tibalah masa pendaftaran masuk SMK, Deva mencari dimana keberadaan kekasihnya namun hasilnya nihil ia tak menemukannya.


saat pengumuman siswa-siswi yang berhasil masuk SMK, Deva tak menemukan ada nama zaki


"Jangan-jangan dia gak masuk sini lagi" gumam Deva


3Bulan berlalu


Deva merasa nyaman disekolah nya tak ada kabar dari zaki, meski Deva sudah mencari-cari kemana-mana


Hingga suatu hari


"Deva lu kan mantannya si zaki nih, lu tau gak kalo zaki sekarang masuk SMA plus, nah disana dia dapet cewek aduhay gemoy banget dah cantik lagi lu mah masih bawahan" ucap robi


"enak aja lu bilang mantan" gumam Deva sebenarnya ia panas pasalnya belum ada kata putus diantara mereka tapi yasudah lah, Deva berusaha menutupi wajahnya yang menahan amarah


"oh yah, apa nama fb ceweknya?" tanya Deva


"Laura****" kata robi


"ok deh thanks"Ucap Deva sembari pergi


ntah sebuah kebetulan atau memang sudah ditakdirkan Deva bertemu dengan zaki


" selamat yah atas pacar baru nya, oke juga sama aku mah 1:100 yah jadi wajar kamu ninggalin aku dasar kep***t"deva tak bisa membendung amarahnya ia pun memberikan satu tumbukan ke bagian perut zaki sampai zaki terpental sangat jauh


"ups maaf gak sengaja, anggap aja cap dari aku yah" ucap Deva sambil tersenyum sinis


"kamu yah" tunjuk Laura pacar baru zaki

__ADS_1


"apa mau ngelawan?sini maju!!" tantang Deva


nyali Laura menjadi ciut melihat kemarahan dari Deva


zaki dan Laura pun pergi dari hadapan Deva.


Deva menangis sejadi-jadinya, Devi setia menemani Deva selama masa-masa depresi nya semenjak itu Deva menjadi benci yang namanya jatuh cinta


_flashback off__


"udah lah Deva ga pantes cowok kayak gitu kamu ingat" celetuk Devi


Deva mencengkram dagu Devi


"siapa yang masih mikirin si baj****n itu" sungut Deva


Devi melepas paksa tangan Deva


"gausah pura-pura bodoh Deva, lu cuma gara-gara dia sampe trauma gini" bentak devi


"akan ku tunggu sampai ada yang benar-benar serius:)" ucap Deva


Devi tersenyum dan memeluk kembarannya hawa dingin menyelimuti tubuh Deva sehingga membuat nya bergidik


Keesokan nya


Seluruh anggota OSIS dikumpulkan untuk rapat.salah satunya adalah Deva dan tara(sang ketos) mereka membahas tentang MOS(masa orientasi siswa) yang akan mereka lakukan kepada para murid-murid baru disekolah mereka


Deva mendegus kesal saat ia dipanggil untuk bergabung.


rapat??itu merupakan suatu kegiatan yang sangat membosankan bagi deva


"udah puas main-main nya?" tanya jaka dengan ketus sebab Deva datang terlambat


"siapa yang abis maen?" deva bertanya balik pada jaka


"gua kan nanyak sa-" belum selesai jaka berbicara Deva sudah memotongnya

__ADS_1


"laen kali kalo kagak tau urusan orang tuh mulut direm yah mas, lagian apa jabatan anda disini sehingga anda bisa mengatur saya sesuka hati maaf yah mas saya bukan babu anda!! lagian anda salah orang sedang berhadapan dengan siapa, kalau udah dasarnya jadi cowok cengeng yah cengeng aja ga usah sok mau lawan saya" jaka hanya terdiam mendengar ucapan pedas dari Deva


"sudah-sudah jangan bertengkar mari kita bicara kan baik-baik rencana tentang mos penerima murid baru disekolah kita" ucap tara selaku ketua OSIS


"oh" ucap Deva dingin


tara hanya menggeleng melihat kelakuan sahabatnya yang cuek itu


selama masa rapat Deva sama sekali tidak mendengarkan ucapan dari anggota lain ia malah sibuk membaca komik kesukaannya, hal tersebut membuat tara naik darah


Braakkkk


tara menggebrak meja tempat ia duduk, semua orang menoleh ke arahnya kecuali Deva


"Deva kamu dengar apa yang dibicarakan tadi" bentak tara


"gak" jawab Deva santai


"kamu keterlaluan Deva" ucap tara


"lalu apa? mau saya pergi? baik dengan senang hati nona tara selaku ketua OSIS memang saya sudah muak dengan celotehan kalian yang tidak ada habisnya" Deva beranjak pergi namun tara menarik lengan Deva


"maaf jika aku kasar sahabat ku" ucap tara lirih


"wkwk tak apa itu bagi ku hanya seujung kuku" Deva melepaskan pegangan tara kemudian beranjak pergi


dikelas


Deva sedang sibuk membaca komiknya tiba-tiba Devi menoyor kepalanya


"sia**n" umpat Deva


Devi hanya cengengesan tanpa ada rasa bersalah, Deva memandang malas Devi kemudian melanjutkan aktivitas nya, merasa dicuekin Devi bergegas pergi ke kelas renal untuk apalagi jika bukan ngintip renal


hadeh Devi kamu itu udah gak keliatan masik aja ganjen yah heheheh


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2