Kemelut Kisah Soraya

Kemelut Kisah Soraya
Ibu sakit


__ADS_3

Hari ini kedai bakso tutup, karena bos bilang hari ini kita semua di booking untuk acara di pernikahan, bos bilang agar semua karyawan memakai baju seragam, untuk melayani para tamu undangan nanti,setelah semua siap kami pun pergi ke acara tersebut lebih awal, resepsi yang megah nan indah dihiasi dengan nuansa putih, alangkah bahagia nya untuk kedua mempelai, lalu aku pun berhalusinasi, andai saja kelak tiara mempunyai suami yang ber kecukupun, dia pun pasti akan merasakan menjadi ratu sehari. Waktu nya selesai ber angan angan aku harus fokus untuk bekerja,



Hari mulai menunjukan pukul 11 siang tamu undangan sudah mulai memasuki aula pernikahan, dan bakso kami laris manis,sesaat aku sedang sibuk tiba-tiba ibu bos memanggil ku,



"soraya, soraya "panggil nya sambil melambaikan tangan ya padaku.


Aku pun langsung merespon ibu bos


"ya bu! tunggu sebentar "tutur ku


" cepat kesini dan tinggalkan pekerjaan mu"ucap ibu bos dengan menggunakan bahasa isyarat, karena di gedung aula sangat berisik.


Ada apakah ibu bos memanggil ku, seberapa penting kah itu, sampai aku harus menaruh mangkuk bakso yang aku pegang.?


Lalu aku pun bergegas mendekati ibu bos, ibu bos membawa ku keluar aula, untuk berbicara. Tak ku sangka ibu bos menyampaikan kabar tak enak dari mulutnya.

__ADS_1


"soraya tadi ibu dapat telfon dari yang namanya aris, katanya ibu sakit"ucap nya dengan panik


"apah, yang benar bu, "jawbku dengan perasaan dag dig dug.


Aris adalah tetangga ibu,aku memang memberikan nomor handphone ibu bos, biar bisa menghubungi ku ketika aku bekerja.


" mendingan kamu sekarang ketempat ibu mu soraya " ujar ibu bos


" kasian ibu mu takut kenapa kenapa "tambah nya


" iya bu makasih banyak ya bu, soraya pamit dulu, jawabku sambil berjalan menuju parkiran motor dan air mata ku pun mengalir begitu saja,, takut akan terjadi sesuatu dengan ibu.


"soraya hati hati yah, kamu jangan terburu buru, mending kamu naik ojek dari sini biar cepat sampai "ujarnya



Setelah aku sampai dirumah,dengan kondisi mata ku yang sembab, ternyata anton sudah menunggu ku, tak butuh waktu lama aku pun pergi bersama anton mengendarai sepeda motor.


Kami pun sampai ditempat ibu, disana, ada keluarga aris dan beberapa tetangga, untuk melihat keadaan ibu.

__ADS_1


" Assalamualaikum, dimana ibu ku ris " tanya ku kepada aris, sambil berlinang air mata dan tangan bergetar.



" walaikum salam mbak raya, si mbah ada di kamar mbak"tutur aris


Aku langsung menuju kamar ibu, disitu ada ayahku yang sedang menemani ibu.


"bagaimana keadaan ibu "tanya ku kepada ayah, sambil menghapus air mata ku, aku tak mau ayah dan ibu tau aku menangis.



" ibumu beberapa hari ini tidak mau makan, dia hanya ingin minum saja raya"ujar ayah


Ibu yang hanya terdiam lemas, meraih tangan ku, sepertinya ibu ingin mengucapkan sesuatu padaku,


"bu kita ke rumah sakit yah, biar ibu cepat sembuh "ucap ku sambil mengusap kepala beliau.tapi ibu menggelengkan kepala nya, sambil berbicara lirih ditelingaku.


" ga usah raya toh ibu ini sudah tua sepuh, ga perlu dibawa kesana sini, " tutur ibu kepada ku

__ADS_1


Sebelum aku berencana untuk membawa ibu ke rumah sakit, tetangga dan keluarga aris pun ternyata sudah membujuk ibu, untuk rawat inap tapi ibu tetap tidak mau.


Aku dan anton harus memikirkan segala cara agar ibu mau dibawa ke rumah sakit. Pakai cara halus kah atau kasar kah,karena ini semua demi kebaikan ibu. Karena ibu tipe orang yang suka ngeyel ngeyel dikit.


__ADS_2