
Setelah aku mendengar cerita dari mbok inah,hatiku tak lagi bertanya tanya,di usianya yang renta dan tak terpaut jauh dengan ibu,membuat ingatan nya,cukup hanya menceritakan sampai,(ibu mencari nenek dan saudara saudara nya)setelah itu mbok inah tidak mengingat nya.
ke empat adiku pun berkumpul,mereka iba terhadapku,mungkin dalam hati mereka aku tetap lah seorang kaka di mata mereka,
tak lama kemuadian Anton datang menjemputku untuk pulang.
seperti nya anton juga sudah tau apa yang sedang terjadi padaku,rasa kecewa yg amat mendalam msih membekas utuh di hatiku,untuk saat ini aku masih blm bisa untuk menemui ibu dikamar.
"dil jaga ibu yah kaka pulang dulu".tutur Anton
"iya ka anton,tolong jaga ka raya juga,pasti ka raya masih syok dengan kejadian hari ini".ucap dilla.
Anton pun masuk ke kmr ibu dan berpamitan.setelah Anton berpamitan ,Anton menuntunku ke arah motor,tiba tiba ayah datang dari belakang halaman rumah,dia melewati jalan yang ada disamping rumah,ayah memanggil ku,suaranya sangat lirih hampir aku tak mendengarnya,ayah berjalan ke arah ku,ayah memeluku dia membisikan.
__ADS_1
"Raya ayah tau kamu sedih nak,tapi ayah sudah menggapmu lbh dari seperti anak anak kandung ayah".titah nya
"raya juga sayang ayah".jwbku dengan nada sendu tak bertenaga
Anton dan aku pun pulang,setiba dirumah aku melihat tiara dan zaky sedang menunggu ku di teras,
"mah ayo masuk tiara dah buatin mamah wedang jahe susu agar mmh berasa enakan badanya".ujar tiara,sambil mengagandeng tangan ku.
"zaky kangen mamah,kenapa lama banget ketempat nenek".gumam nya
"yang penting ibu sekarang kan sudah dirumah".jawab tiara,seolah mewakili jawabanku.
tiba tiba saja Anton datang dari teras tergesa gesa,
__ADS_1
"mah kamu harus balik lagi ketempat ibu".tuturnya.
"ada apa pah,apakah terjadi sesuatu"?..jwbku
"ibu baru saja neninggal mah yang sabar ya mah".ucap Anton
dadaku berasa sesak se sesak sesak nya,sulit bernafas dan aku pun jatuh pingsan.setelah sadar aku tiba tiba ada di klinik terdekat rumah ku,terpasang selang infus ditanganku ,Anton melarangku untuk kerumah ibu .dia ingin aku istirahat dulu diklinik.Anton pun pergi kerumah ibu bersama zaky,suasana pun menjadi amat menyedihkan dihari itu,tiara yg tak berhenti menangis tersedu sedu disampingku ,terlihat bahwa dia amat sangat takut kehilanganku.
dihari ibu meninggal,seribu penyeselan di benaku tak dapat kubendung,aku sempat mendorong ibu,ketika ibu akan menjelaskan kepadaku,terlebih sakit lagi ketika aku mendengar ibu meninggal dengan cara mengakhiri hidupnya sendiri dengan mengiris nadi tanganya sendiri,karena ibu merasa tidak pantas ada di dunia ini,tak ada seorang pun yang tahu bahwa ibu mengambil pisau didapur,dan naas ibu pun tak tertolong.
penyesalan ,dan rasa bersalahku ku pun semakin menghantuiku,tak kusangaka ibu akan meninggal denga cara yang tragis,bagaimana caraku untuk menebusnya tuhan...
๐
__ADS_1