
Ibu tak henti menangis,aku pun belum bisa bergerak sedikitpun dari tempat dimana aku berdiri,kaki ini tak lagi mampu berdiri.aku menggapai dinding kamar ibu,aku berjalan perlahan dengan kaki lemas dan gemetar,ibu yang sudah rapuh pun selalu melihat kemana arah langkahku,
tak sanggup aku berjalan jauh ,aku pun ter geletak di pojokan kamar ibu.menangis sejadi jadi nya,aku benci pada diriku sendiri,perasaan sayang berubah menjadi benci kepada ibu .kecewa,menyesal kenapa aku sampai terlahir ke dunia ini,
ibu berjalan ke arah ku,tubuhnya yang sudah tak bertanaga berusaha menghampiri ku,dibantu oleh tongkat kayu yang selalu ada di sebelah tempat tidurnya.
"Raya ibu tau ibu salah nak,ibu benar benar minta maaf ya nak".tutur ibu lirih.
"waktu terassa begitu cepat kau tumbuh menjadi seorang ibu,tiba saat nya kamu harus tau kebenaranya".
"usia ibu sudah tak lama lagi,ibu tidak mau kepergian ibu nanti meninggalkan penyesalan".ucap ibu sambil memeluku
__ADS_1
" kenapa harus kenyataan pahit bu"jawabku sambil tak henti menangis.
"aku sangat menghargai ,menyayangi ibu dan ayah kini semua hilang bu dalam sekejap"triak ku sambil mendorong ibu.
entah setan apa yang merasuki ku,seolah itu bukan diriku sifat keibuanku tiba tiba hilang,rasa benci kini menyelimuti fikiranku,tak lama saudaraku yang ke 3 (dila) datang menghampiri kami dan membawa ibu pergi ke tempat tidur ibu.aris Menghubungi dila untuk datang ke rumah ibu.
"ka udah ka istighfar ka".ucap dila sambil menangis
"ka tenangkan fikiran kaka dulu,sebenarnya ibu sudah sedari kaka belum menikahpun ibu ingin berterus terang,Tapi ibu tidak mau kaka Sedih dan hatimu hancur".
"sadar ka sebenci apa pun kaka terhadap ibu,ibu yang sudah merawat,menjaga seluruh jiwa raga nya untuk mu,kaka ga berhak membenci ibu,seburuk apa pun ibu dia tetap Ibu kita ka". teriak dila sambil menangis
__ADS_1
"kamu ga akan pernah tau dil perasaan kaka seperti apa".
"pantas saja aku berbeda dengan kalian".tegasku ,menyingkirkan tangan dila yang memeluku
keluarga aris yang ada di ruang tamu,menghampiri kami yang ada dalam kamar ibu.ibu aris (mbok inah)dia memegang tanganku dan membawaku ke ruang tamu,mbok inah sebenarnya tahu cerita semua tentangg bagaimana semua ini bisa terjadi.mbok menjelaskan dengan alur cerita yang membuat ku sanggup menerima semua apa yang dilontarkan oleh mbok inah,
setelah aku mood ku tenang mbok inah memulai cerita nya,dulu ketika ibuku masih ber usia 17 thun ,kakek dan nenek juga mempunyai anak banyak kalo ga salah 13 anak.ujar mbok inah,dan kakeku diwaktu itu terkenal dengan kesaktianya yang bisa menyembuhkan orang sakit,kemampuanya akan lebih tidak tertandingi lagi jikalau dia menyetubuhi anaknya sendiri,dan miris nya ibuku lah yang menjadi korban,disaat ibu beranjak dewasa ayah melarangnya berteman atau pun berhubungan dengan lawan jenis nya,ibu pun menuruti nya,sampai lah di bulan purnama,kakek meminta Ibu untuk membuat kan pepes tahu,dan waktu itu posisi malam hari,ibu tidak mengerti mengapa ayah meminta pepes tahu malam malam.
tanpa pikir panjang ibu pun pergi ke belakang rumah untuk mengambil daun pisang,jaman dulu ibu membuat tahu sendiri dari kedelai,kebayang kan lama nya seperti apa,tapi ibu tetap membuat nya karena ibu memang orang yang penurut dibanding saudara saudara nya,na'as ayah mengambil kesempatan itu ketika ibu sedang menggiling kedelai untuk bahan tahu,kakek tiba tiba meremaas bok*ong ibu,dan membawa ibu ke kebun belakang rumah,tanpa sepengetahuan nenek kakek tega mencabuli ibu.
akan tetapi aneh nya ibu dikala sangat menikmati peristiwa itu,dari awal sampai akhir ,ibu tidak melihat sosok kakekyang menggauli nya,melainkan pria yang dicintai nya yaitu ayahku yang sekarang,di kebun yang tidak ada penerangan,hanya diterangi oleh bulan purnama ,semakin membuat kesaktian ayah meningkat,sehingga dia bisa berubah wujud menjadi ayahku,tak heran ibu sangat bahagia.orang yang sangat ibu cintai ada didepan matanya,
__ADS_1
(ingin lebih tau lagi dari kisah Soraya terus pantengin yah)jgn lupa baca terus novel ku,komen,like,n vote,Trimakasih