Kemiskinan Sering Tak Diangap

Kemiskinan Sering Tak Diangap
Episode 4 Kesedihan.


__ADS_3

Wera menatap bingung Abangnya yang terlihat ingin pergi, padahal hari sudah akan malam.


"Kamu mau kemana Bang? tanya Wera, kok malam-malam kelauar, udah bilang Ibu?" lu kok main keluar aja Bang.


Melihat adiknya kawatir Andre mengusap Rambut. Abang mau menginap di rumah teman. Ibu udah tau kok, kamu tenang saja, "


Malam. ini Andre pergi menemui Bagus seperti janji mereka tadi siang. Setelah mendapat penolakan dari saudara-saudara ayahnya untuk membantu, sekarang Dia tak punya pilihan lagi untuk mendapatkan uang.


Bagaimana cara dia lulus tahun ini? Cara satu-satunya adalah tinggal menerima tawaran Bagus. Bagi Andre, ini kesempatan terakhir agar dia bisa menjadi orang yang lebih baik, jika dia berhenti dan tidak mendapatkan Ijazahnya, ia akan berakhir seperti ayahnya juga. Hanya menjadi buruh tani, dan hidup dikampung sepanjang hari.


Setelah Kakaknya pergi Wera kembali masuk ke dalam gubuk renyot itu. Sebelumnya gadis kecil itu juga merasa kawatir juga dengan nasib kakaknya.


Seperti janji mereka teryata di sana Bagus memang telah beekumpul bersama teman-temanya yang dia temui di telepon umum kemaren. Dimana Andre? Kenapa kalian diam saja?"

__ADS_1


Jamanir berteriak pada istrinya. " bikin malu aja. Berani-beraninya dia mencoba meminjam uang pada keluarga ku!! "


Ratna yang mendengar teriakan suaminya buru-buru keluar dari dapur. Wanita yang sedang sibuk mencuci piring itu menghampiri suaminya, sekaligus dengan suara kerasnya.


Ada apa lagi? ucapan lembut pada sang suami. "Kenapa berteriak malam-malam begini? malu pak kalau didengar tetanga.


"Apa kamu bilang!!! " Jamanir terlihat semakin marah, anak laki-laki mu itu tidak tahu diuntung!! Susah payah membesarnya, tapi hanya tahu membuat malu keluarga, menyesal saya membiarkan mereka hidup!! ".


"Memangny Andre melakukan apa? Apa yang membuat Bapak begitu marah?


Ratna mencoba menenangkan suasana, sambil mengusap bahu suaminya, tapi Jamanir langsung menhepaskan tangan istrinya.


"Anak tak bergunamu itu, beraninya dia meminjam uang pada saudara ku,apa dia tidak punya otak. Membuat malu keluarga saja. Bahkan orang sekampung sudah tah, benar-benar mencoreng muka saya.

__ADS_1


Ratna segera menyeringit, sekarang dia mengerti apa yang dimaksud suaminya itu, Hatinya begitu tersentu mendengar pengorban anak-anaknya mau sekolah, dia telah menyesal kenapa dia tidak memilik tabungan, jika dia memiliki tabungan mungkin sekarang tidak akan nerakhir seperti ini.


" Kenapa. kita tidak mampu membiayai uang sekolah Putra kita? sekarang apa salahnya, apa salah kalau mereka. mencari pinjaman.


Emosi yang memucak itu sedikit, tenang, tapi kini semakin swmakin membara setekah mendengar ucapan Ratna. Jamanir merasa terluka harga dirinya mendengar jawaban Ratna. Padahal selama ini wanita bresek itu, selalu setuju dengan ucapan suaminya, tapi lihatlah sekarang dia sudah berani membatah suaminya.


Tanpa tahu malu."


"Apa kau sedang menghinaku? "mata Jamanir merah dengan jari menunjuk wajah Ratna, " Semua orang dikampung ini dia coba pinjam uang, lihat sekarang orang-orang mulai menyebut kita. Diabahkan memohon-mohon pada Helmi mau tarak dimana wajah kita sekeluarga ini.


" Helmi, itu keponakan kamu pak apa salhannya, dia selama ini menghina kita.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2