
" Kau apa sih
Helmi itu kakaknya sepupunya. Apa salahnya jika dia membantu anakmu ini, seharusnya yang kamu marahkan keponakan mu itu yang agkuh itu. Dia juga tidak memberi pinjaman uang Pada putra kita, Utuk apa keluarga mu sukses semua, tetapi saja mereka manusia yang sangat kikit, sekaligus mereka juga sering menghina keluarga kita yang miskin.
Ratna yang awalnya seperti wanita gila yang cerewet, sekarang keliahat sedikit lebih punya hati nurani, Pak kenapa kamu selalu memuji keluarga mu, mungkin juga Laki-laki tua itu terkenak hasutan keponakannya.
"Diam...,"
Ngapain kamu marah-marah macam orang gila gitu, ucapan Ratna, Kamh nggak ingin melihat putra kita sukses dalam pendidikanya.
"Lalu laki-laki itu, dengan nada keras, Untuk apa sekolah segala tidak mendatang hasil juga.
" Trus kao saudara mu atau sepupu mu yang sekolah kamu sangat mendukungnya. Bahkan sampai kuliah keluar kota kau dukung kan.
Bertanya dengan serempak.
Seakan-akan ada yang tersayat dihatinya, saat mereka dimarahin suamj tuanya itu, Ratna kembali bertanya kenapa kamu mendukung keponakan kamu, tapi anak mu sendiri kau acuh tak acuh.
__ADS_1
"Wajah wanita tua cerewet itu kembali bodoh. Apa perbedaan itu kamu yang buat. Aku tau keluarga mu orang kaya semua dan aku dulu terlahir dari keluarga yang miskin.
Kenapa kamu menyakita anak mu sendiri? apakah anakmu tidak berhaga, yang lebih berharga itu keponakan mu. Suami tuanya itu memiliki mata yang tajam dan memiliki darah tinggi.
Jamanir tak mampu menjawab pertanyaan itu semu? ".
Teryata laki-laki tua itu baru menyadari, jika mereka telah bertindak keras terhadap anak-anaknya, selama ini mereka telah sering mengabai keluarganya.
Hari demi hari mereka lalui begitu banyak rintangan hidup, 1 minggu yang telah terkewati Andre, telah selesai mengikuti ujian akhirnya. Dan beberapa bulan lagi, ia akan mendapatkan ijazah kelulusan kelak.
Kebahagian melingkupi hatinya saat membayangkan akan mengenggam kertas berharga itu.
Assalamualaikum, "
Rumah sunyi, tak ada jawaban sepatah kata pun menjawab salamnya. Andre berusaha mencari orang, oh mingkin saja orang sedang pergi kesawah atau kekebun, sekaligus mugkin saja sauda perempuanya belum pulang sekolah.
tok....
__ADS_1
"Ketika dia membuka tudung nasi."
Andre terdiam melihat tudung nasi yang isinya kosong.
Mungkin saja orang tuanya hari ini tidak masak? " mukin saja tidak ada tumpukan beras dirumah,
Dia beralih melihat tempat beras yang kosong.
Andre terdiam sambil mengusap perutnya, yang terasa lapar. Dari pagi belum makan apa-apa. Cuma sebuah kerupuk udang yang dimakanya.
" Bagaimana dengan saudara perempuanya, sehabis pulang sekolah apakah mereka menahan perut lapar juga seperti saya, Pikir andre tertunduk lesu.
Tak jelang berapa lama. Andre tergugup membawa cakuk ke belakang rumah untuk mencari singkong, mereka bisa makan ubi remus, sampai keluarganya mendapat pinjam beras.
Dalam hidup Andre sekarang satu hal dia hanya bisa berdoa pada tuhan yang maha kuasa. Semoga nanti dia bisa sukses setelah berkeja, dan tak pernah merasa kelaparan lagi seperti sekarang.
Kehidupan dikampung memang susah, untuk makan saja susah, terkadang harus meminjam pada orang lain atau saudara mereka. Walaupun terkadang mereka mendapat caci maki, tapi sekarang mereka tetap bersyukur jika mereka memberi pinjam.
__ADS_1
kenapa Novelnya nggak mucul diberanda gue.