KEPOLOSAN YANG BERBAHAYA

KEPOLOSAN YANG BERBAHAYA
BAB 10


__ADS_3

" hehehe iya nati di tolak sama pak anadra baru nagis hhh " kata karyawan ya g ikut menimpali perkataan dua karyawan yang tadi dan mereka tertawa bersama.


Sedangkan lita yang di bicarakan hanya acuh tak acuh tampa mempedulikan perkataan dan bisik - bisikan di sekitarnya dengan terus berjalan dengan menampilkan muka imutnya dengan di pandu oleh bodyguardnya untuk menuju ke lif khusus ke ruangan anandra tampa melapor terlebih dahulu ke resepsionis.


...****************...


Brak


Suara meja yang di pukul keras oleh anadra saat dia keluar dari ruang istirahatnya dan menemukan seseorang yang tidak di undang berada di dalam ruangannya.


" keluar " kata anadra dengan tatapan tajamnya ke arah perempuan yang ada di depannya.


" Tidak, anandra kita sudah di jodohkan oleh momy kamu dan aku bebas berada di sini " kata perempuan itu yang bernama Sia Alita Pratama dan merupakan keponakan dari Lisa Windiani Praditya yang merupakan ibu tiri dari anadara dan lita.


" keluar " kata anadra lagi dan langsung mengambil telpon yang ada di mejanya untuk menghubungi asistenya.


" bawa pengawal ke sini " kata anadra saat telpon telah tersambung dan langsung memamtikanya saat telah mengatakan apa yang ingin dia katakan.


" aku tidak akan pernah keluar, aku mau kita pergi jalan - jalan bersama anadara " kata sia sambil berjalan mendekat ke anandra dan berusaha meraih tangan anadra tetapi anadra menghindar sehingga dia hanya bisa menggenggam angin saja.


tok tok tok


" masuk " kata anadra yang mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.


" bawa perempuan ini pergi dan jangan biarkan dia masuk ke kantor ini lagi " kata anadra saat melihat jerry dan pengawal yang di bawa nya untuk mengusir sia dari ruangannya.


" baik tuan muda " kata jerry dan langsung mengkode pengawal yang dia bawa untuk menyeret sia dari ruangan anadra.

__ADS_1


" lepas, dasar kurang ajar. anadara suruh mereka melepaskan Ku " kata sia yang berusaha untuk berontak dari pegangan ke dua pengawal yabgdi bawa jerry.


" mohon kerja samanya nona, anda harus keluar dari sini " kata salah satu pengawal yang berusaha untuk membawa sia keluar dari ruangan anadara.


" lepas sialan, kalian tidak tahu siapa aku HAH. Aku calon nyonya kalian, lepaskan tangan kalian di tubuhku sialan. itu menjijikan " kata sia yang terus memberontak dari pegangan kedua pengawal itu.


" bawa dia pergi " kata anadra yang muak dengan apa yang di lakukan sia di ruangannya.


cklek


Bunyi pintu yang di buka tampa mengetuk sama sekali yang membuat semua orang yang ada di sana melihat ke arah pintu karna merasa penasaran siapa orang yang lancang dengan langsung membuka pintu ruangan CEO tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" KAK ANADRA " teriak lita dan langsung berhamburan lari ke dalam Pelukan anadara. Tingkah lita yang manja kepada anadara membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut kecuali jerry yang memang sudah terbiasa dengan tingkat manjanya kepada sang kakak dan anadara yang merasa senang dengan kedatangan lita ke kantornya.


" tata kenapa ke sini dan bukanya pulang? " tanya anadra saat lita berada di pelukannya dan tampa melepaskan pelukan itu.


" tata kangen jadi tata langsung ke sini saja daripada di ruanga tidak ada kak anadra kan " kata lita yang memberitahukan kepada anadara jika dia kesepian di rumah sambil mendongak ke atas untuk melihat ke arah anadara yang tingginya memang hanya sebahu anadara.


" oki doki kakak sayang " kata lita sambil ibu jari dan jari telunjuknya berbentuk lingkaran.


" hihihi ada - ada saja kamu itu " kata anadara sambil .mencubit kedua pipi lita yang sedikit tembem sehingga membuat anadra gemes dengan pipi itu.


" aduh sakit kakak " kata anadara yang ke sakitan sat pipinya di cubit gemes oleh anadara.


" lagian kamu itu lucu banget sih " kata anadra sambil mengelus kedua pipi lita yang agak memerah akibat cubitan dari anadra.


" lihat, pipi tata memerah gara - gara kakak. au ah tata ngambek " kata lita sambil berjalan menuju sofa yang ada di dalam ruangan anadara sambil melihat kedua tangganya di depan dada dengan menampilkan muka cemberut.

__ADS_1


" eh jangan ngambek dong, tatakan tidak cantik lagi kalau mukanya di tekuk kayak gitu " kata anadra sambil menghampiri tata yang duduk di sofa.


" huh " dengus lita sambil membelakangi anadra sehingga lita bisa melihat beberapa orang yang mereka harapkan keberadaannya sedari tadi.


" kak, tata ganggu yah? " tanya lita sambil menghadap ke ali ke arah anadra.


" tidak kok, memangnya kenapa? " kata anadra sambil mengelus kepala lita dan bertanya kembali kepada lita


" tuh mereka tamu kakak yah? " kata lita sambil menunjuk beberpa orang yang masi tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sampai lita menunjuk mereka sehinga mereka kembali sadar dari rasa terkejutnya.


" oh mereka, mereka tidak penting. yang terpenting adalah apakah kalau sudah makan atau belum? " kata anadara tampa melihat ke arah orang - orang yang berdiri di dekat pintu itu dan hanya memfokuskan penglihatannya kepada lita yang ada di sampingnya.


" keluar " kata anadra saat melihat mereka belum juga membawa sia keluar dari ruangannya yang sebenarnya anadara tidak mengingat kalau mereka masi berada di sana karna fokusnya hanya kepada lita saja.


Kedua pengawal itupun tersadar dari lamunannya dan langsung berusaha membawa sia keluar dari ruangan itu.


" lepas, anadra suruh mereka melepaskan ku. seharusnya yang keluar adalah dia, aku tidak terima kamu perlakukan aku seperti ini sedangkan jalan itu kamu manjakan. " kata sia yang tidak terima di perlakukan seperti itu.


" anda harus keluar nona " kata pengawal itu lagi sambil berusaha menyeret sia keluar dari sana dengan kasar sampai mereka membawa sia keluar di terus berkata kasar tampa mempedulikan semua karyawan yang ada di sana melihatnya dengan berbagai bisik - bisikan yang membuatnya tambah marah.


" lihat dia datang lagi, memang dasarnya tidak tahu malu padahal setiap kali dia datang oasti di usir terus seperti itu " kata salah satu karyawan perempuan yang ada di sana saat melihat sia di seret keluar dari kantor.


" iya, dan nanti dia akan melaporkan ini semua ke ibu tirinya tuan sampai mereka datang ke sini untuk membujuk tuan lagi padahal nanti mereka di usir lagi " kata salah satu teman karyawan yang ada di samping karyawan itu tadi.


" huh emang dasarnya dia tidak tahu malu jadi melakukan apa saja untuk mendapatkan tempat tertinggi " kata karyawan itu lagi.


Dan masi banyak lagi bisik - bisikan yang menghina sia dan berlanjut dengan mengosib tentang ibu tiri sekaligus tanta dari sia yang sama - sama tidak tahu malu.

__ADS_1


" kalian..... tunggu saja nanti kalian akan di pecat saat aku sudah resmi menjadi nyonya pemilik perusahaan ini " kata sia yang tidak di tanggapi oleh pengawal itu dan mereka hanya memasang badan di depan pintu kantor sesuai denga. perintah dari anadra yang tidak memperbolehkan sia memasuki kantor itu lagi.


" kalian... awas kalian yah " kata sia yang kehabisan. kata - katanya sehingga dia langsung pergi dari sana karna tidak di hiraukan oleh para pengawal itu


__ADS_2