KEPOLOSAN YANG BERBAHAYA

KEPOLOSAN YANG BERBAHAYA
BAB 9


__ADS_3

" ada apa dengan nona lita, kenapa tatapanya hampir sama dengan tatapan tuan muda anadra jika dia sedang marah besar, tetapi ini tekananya sangat kuat dan seakan mampu untuk membunuh hanya dengan tatapan itu " kata hati para bodyguard yang mengawal lita saat mereka melihat tatapan datar dari lita.


" apakah kepolosannya selama ini hanya topeng untuk menutupi sifat aslinya? tapi itu terlalu mengerikan karna perilaku nona lita seakan tidak bisa di baca " kata hati mereka lagi saat mengingat bagaimana sifat lita selama mereka mengawalnya tadi.


Sahra berniat untuk menampar lita tetapi tangan ya melayang di udara karna lita menangkap tangan sahra yang akan menamparnya.


" Lepas an**ng " kata sahra lirih yang merasa kesakitan karna cengkeraman tangan lita yang kuat.


" kamu mau pukul tata? " tanya lita yang sekarang sudah berdiri dari bangkunya dan masi memegang tangan sahra yang akan menamparnya.


" iya, memangnya kenapa. lo itu memang pantas di perlakukan kasar CUPU " kata sahra dan mengucapkan kata dengan suara sedikit meninggikan suaranya.


" oh, tapi tata yang sekarang tidak suka di ganggu " kata lita yang menampilkan muka dinginnya karna dia mendapatkan ingatan dari lita asli bahwa dià selalu di bully dengan sadis tampa ada yang membantunya sama sekali.


KRAK


Suara tulang yang patah membuat semua orang yang mendengarnya menjadi gilu dan takut kepada lita yang sekarang.


" AAAAAAA sakit lepas ban**t " kata sahra yang kesakitan karna tangganya yang di genggam oleh lita di patahkan dengan sekali gerakan.


" ups tanganku kok nakal sih kan jadinya tangannya pata " kata lita sambil menggoyang - goyangkan tangan sahra yang telah dia patahkan, semua orang yang melihat apa yan sedang di lakukan litapun merasa ngeri dan takut.


" nona, waktu makan siang anda hampir habis " kata ketua bodyguard yang melindungi lita, meskipun dia merasa takut tapi pesan dari anadra membuat dia harus bersuara untuk mengingatkan waktu makan siang lita hampir hàbis.


" what? ih lita ngak like, gara - gara kalian waktu makan siang lita berkurang. Au ah mending pergi makan " kata lita yang mengatakan semua itu tampa beban seakan - akan dia tidak melakukan apapun yang membuat semua orang yang ada di kelas itu menjadi takut dan ngeri secara bersamaan. Saat lita dan kelima bodyguardnya pergi dari kelas semua orang yang ada di dalam kelas merasa lega dan lekas keluar dari kelas itu kecuali ketiga orang yang ingin membuly lita tetapi tidak berhasil tentunya.


...****************...


Setelah kejadian itu tidak ada yang berani mendekati lita termasuk mita and the geangnya, Atares yang merupakan salah satu geng motor yang di segangi dan merupakan perkumpulan mos wanted sekolah itupun juga mendengar apa yang terjadi di kelas lita menjadi bingung akan perubahan lita yang begitu drastis.


" ada apa dengan adek lo ga? " tanya Aldo yang merupakan salah satu inti geng Antares kepada Rangga yang merupakan kakak kedua dari lita dan juga merupakan salah satu inti dari Antares.

__ADS_1


" entah " jawab rangga singkat sambil menaikkan kedua pundaknya dengan acuh tak acuh atas pertanyaan Aldo, Aldo dan ke empat inti Antares yang mendengar jawaban ranggapun menghela nafas malas karna mereka tahu bahwa Keluarga Rangga sangat membenci Lita yang merupakan Klara adik Sulungnya itu.


Sebenarnya anggota inti antares Antares berjumlah tujuh orang yaitu Rangga dan Aldo yang merupakan ahli perang, Andre, Angga dan Anton yang merupakan hacker, Angkasa sebagai ahli strategi dan Glerdin sebagai ketua dan pendiri dari Antares tetapi saat ini Glerdin sudah tidak masuk sekolah selama dua bulan karna di beri tugas oleh ayahnya untuk mengurus sesuatu yang berhubungan dunia bawah yang di pimpin oleh ayahnya sendiri.


" oh iya, pak bos kapan pulangnya Angkasa? " tanya Andra kepada Angkasa saat mengingat soal perang yang akan mereka lakukan dengan geang motor yang menantangnya satu minggu yang lalu karna mereka tahu bahwa Glerdin sedang pergi sehingga mereka mengira bahwa Antares akan melemah tampa pemimpin mereka.


" Satu minggu " jawab Angkasa singkat karna dia dan Glerdin di kenal sebagai kutub utara yang selalu menampilkan ekspresi datar dan irit bicara, Walaupun yang lainya juga akan dingin jika sedang menghadapi musu ataupun di situasi tertentu tetapi mereka selalu pusing jika harus di suruh untuk mengartikan apa yang di katakan oleh kedua manusia irit bicara itu.


" ha maksudnya? " tanya Aldo yang selalu kesal dengan kedua temanya yang irit bicara dan ekspresi itu.


" maksudnya itu pak bos akan pulang satu minggu lagi, iya kan ka? " kata Rangga yang selalu menjadi traslate dari kedua manusia irit bicara itu dan mempertanyakan kebenaran dari perkataannya kepada Angkasa. Angkasa yang mendengarnya hanya menganggukan kepalanya sekali untuk membenarkan perkataan Rangga tanpa memalingkan perhatiannya dari hpnya.


" oh..... gitu " jawab ke empatnya secara serentak setelah mengerti apa yang di maksud dari perkataan Angkasa.


" Berarti nanti pak bos bakalan ikut perang dong kalau begitu, kan perangnya masi dua minggu lagi " kata Andre setelah sekian lama diam dengan memainkan game yang ada di hpnya.


" hmm " deheman Angkasa yang membenarkan perkataan dari Andre dan dia langsung berdiri dari duduknya saat melihat ada panggilan yang masuk ke dalam hpnya sehingga dia pergi menjauh dari teman - temanya untuk mengangkat telpon itu.


" yah kasihan di kacangi, kacang mahal woi. hahahaha " kata Anton yang senang menjahili Aldo yang suka pecicilan dan selalu kepo itu.


" huh ngak asik, mending gue cari makan " kata Aldo dan lekas berdiri dari duduknya dan meninggalkan teman - temanya yang masi menertawakan nasib Aldo yang di Kacangi oleh Angkasa.


...****************...


Di suatu tempat di negara lain yang lebih tepatnya di salah satu kamar hotel presiden swit seorang laki - laki berdiri di depan jendela kaca yang besar sehingga dia dapat melihat padatnya negara yang sedang dia kunjungi itu dia berbicara melalui telpon dengan seseorang yang di hubungi untuk membahas sesuatu yang serius.


" Minggu depan " kata laki - laki itu yang ternyata adalah Glerdin yang sedang menelpon Angkasa untuk membahas kepulangannya yang akan di percepat.


" kenapa? " tanya Angkasa kepada Glerdin yang mempercepat kepulangannya.


" Selesai " kata Glerdin lagi singkat padat dan jelas menurut mereka yang paham dan sefrekwensi dengan kuda orang irit bicara ini dan di balas dehemam oleh Angkasa.

__ADS_1


" Kapan? " tanya Glerdin kepada Angkasa perihal perang yang akan mereka lakukan dengan Geang motor yang menantang mereka.


" Dua minggu " jawab Angkasa singkat dan di balas deheman juga oleh Glerdin dan langsung mematikan telpon yang pastinya akan membuat para pembaca pusing jika kalian yang berbicara dengan salah satu manusia irit bicara itu.


...****************...


Mari kita tinggalkan kedua manusia irit bicara itu dan kita beralih lagi kepada lita yang sedang di perjalanan menuju kembali ke rumah Anandra setelah bel pulang sekolah berbunyi dengan masi di kawal dengan para bodyguard suruhan Anandra sama seperti saat lita berangkat ke sekolah.


" kakak anandra ada di rumah pak? " tanya lita sambil bermain game di hpnya.


" tuan muda masi di kantor nona, kata tuan muda dia tidak bisa pulang selama tiga hari ini atau mungkin lebih karna ada sesuatu yang menimpa perusahaan " kata supir yang di tunjuk oleh anandra langsung untuk menjadi supir pribadi lita.


" apakah seserius itu? " tanya lita lagi sambil mengerinyitkan alisnya saat mendengar apa yang di katakan pak supir tampa mengalihkan pandangannya dari hpnya.


" Sepertinya iya nona karna tuan muda harus sampai turun tangan secara langsung seperti ini nona " kata supir itu lagi yang menjawab pertanyaan lita.


" yes menag, pak antar lita ke kantor kak anandra yah " kata lita dan langsung mengirim pesan kepada anandra untuk memberitahunya bahwa dia akan datang ke kantornya.


" baik nona " kata pak supir itu lagi dan mobil yang di tumpangi litapun berbalik arah menuju ke kantor anandra.


Lama perjalanan yang di tempuh lita untuk sampai ke kantor anadra dari sekolah memerlukan waktu 30 menit lamanya sedangkan dari sekolah ke mansion milik anadra memerlukan waktu 45 menit.


" Kita sudah sampai nona " kata sang supir dan para bodyguard yang mengawal lita lekas membukakan pintu mobil untuk lita, setelah lita keluar banyak yang melihatnya dengan penuh tanda tanya karna ini kali pertama untuk lita ke sana.


" dia siapa? kenapa pakai bodyguard segala untuk masuk ke sini, sudah seperti pemilik perusahaan saja " kata salah satu karyawan yang sempat melintas melihat lita di loby


" iyah sok sekali, palingan juga nanti di tolak sama pak anadra " kata karyawan yang menimpali perkataan karyawan yang tadi.


" hehehe iya nati di tolak sama pak anadra baru nagis hhh " kata karyawan ya g ikut menimpali perkataan dua karyawan yang tadi dan mereka tertawa bersama.


Sedangkan lita yang di bicarakan hanya acuh tak acuh tampa mempedulikan perkataan dan bisik - bisikan di sekitarnya dengan terus berjalan dengan menampilkan muka imutnya dengan di pandu oleh bodyguardnya untuk menuju ke lif khusus ke ruangan anandra tampa melapor terlebih dahulu ke resepsionis.

__ADS_1


__ADS_2