KEPOLOSAN YANG BERBAHAYA

KEPOLOSAN YANG BERBAHAYA
Memasuki dunia novel


__ADS_3

" Hmm lita tidak tahu, kakak ganteng memangnya siapanya lita? " jawab lita sambil memiringkan kepalanya ke samping dan bertanya kepada laki - laki itu.


" sayang, kamu tidak tau kakak siapanya tata? " tanya balik laki - laki itu.


" iya, lita tidak tau siapa kakak ganteng lalu kakak ganteng kenapa tau nama panggilan kecil lita? " kata lita yang kembali bertanya.


Bukanya menjawab laki - laki itu malah menatap dokter yang ada di depannya untuk meminta penjelasan dari semua ini, walaupun dia sudah menebak apa yang sedang terjadi tetapi dia tetap ingin mendapatkan penjelasan.


menyadari dia mendapatkan tatapan pertanyaan, dokter tersebut menjelaskan situasi yang terjadi sekarang. " dari pemeriksaan yang saya lakukan dan keterangan yang di katakan oleh nona lita bahwa dia tidak mengingat apapun, kini nona lita sedang amnesia ringan. tetapi tuan anandra tidak perlu khawatir karna nona lita hanya amnesia ringan dan akan mendapatkan kembali ingatannya seiring dengan kondisi nona lita membaik nanti. " kata dokter tersebut yang menjelaskan dengan panjang lebar.


" Hmm apakah ada larangan atau sesuatu yang tidak boleh di makan oleh adik saya? " tanya anandra sambil mengusap kepala lita.


"tidak ada tuan anandra, nona talita hanya perlu istirahat dengan baik selama masa pemulihan dan saya akan meresepkan obat untuk nyeri di kepalanya dan beberapa vitamin untuk mengembalikan staminanya. " kata dokter itu lagi dengan menjelaskan secara detail agar tidak ada kesalahan. Setelah menulis resep dan vitamin dokter tersebut memberikan kertas itu ke anandra dan lekas berpamitan.


Setelah dokter tersebut pergi kini tinggal lita dan anandra yang ada di dalam kamar rawat VVIP itu. " tata kakak ke apotik dulu yah, kakak janji tidak akan lama kok " kata anandra sambil terus mengelus kepala lita.


Lita yang masi bingung dengan keadaan yang ada hanya menganggukkan kepalanya, anandra pun mulai beranjak dari duduknya dan pergi ke apotik. Setelah kepergian anandra lita masi melamun memikirkan apa yang sedang terjadi sekarang. Saat sedang memikirkan semua yang terjadi tiba - tiba kepala lita kembali sakit lagi.


" ung..... kenapa kepala lita sakit sekali, ini juga ingatan siapa yang ada di kepala lita? " kata lita yang mendapatkan ingatan yang asing baginya.


" huf... itu tadi apa yah? kenapa ada ingatan seperti itu di kepala lita? " kata lita lagi setelah sakit kepalanya sudah menghilang, begitupun dengan ingatan asing itu sudah berhenti.


Lama memikirkan semua yang di alaminya tiba - tiba lita ingin pipis dan lekas bangun dari ranjang tempat tidur dan menuju ke kamar mandi yang ada di kamar itu. saat selesai dengan kegiatannya tak sengaja lita melirik ke arah cermin dan betapa terkejutnya dia saat melihat muka lain yang dia lihat.


" lah ini muka siapa! bukanya dia orang yang ada di ingatan lita tadi? " kata lita sambil memperhatikan muka yang ada di cermin itu.

__ADS_1


" tapi dia kasihan sekali, masa keluarganya memperlakukan dia seperti itu. Lita kan jadinya sedih, meskipun dady memarahi lita karna tuduhan tapi dady tidak sampai seperti dady dari dia. " kata lita sambil masi memperhatikan muka yang ada di cermin itu.


" tapi kok bukan muka lita yang muncul di cermin? kan yang bercermin sekarang lita bukan dia. " kata lita sambil terus memperhatikan muka yang cantik itu.


" apa jangan - jangan ada orang yah di dalam cermin? " kata lita lagi mempertanyakan yang dia lihat sekarang ini.


" hai kakak, kakak ngapain di situ? " kata lita yang sedang berbicara di depan cermin.


" aha atau kakak sedang terkurung di dalam cermin yah? "


" kalau iyah tunggu yah lita panggil orang buat bantuin kakak. kakak sebentar lita cari orang dulu yah." Setelah mengatakan itu lita pun bergegas keluar dari kamar mandi.


Pada saat lita keluar dari kamar mandi lita melihat laki - laki yang menyebut dirinya kakak anandra itu sudah kembali ke kamar VVIP ini.


" ada apa tata! apa yang bisa kakak bantu? " tanya anandra setelah sampai di depan lita.


" kakak bantuin lita yah, di dalam kamar mandi ada orang terkurung di dalam cermin. " kata lita sambil menarik lengan anandra ke dalam kamar mandi dan menghadap ke arah cermin.


" itu kakak orangnya, kasihan dia kakak kayaknya dia terjebak di dalam cermin. " kata lita sambil menunjuk bayangannya sendiri di dalam cermin.


Anandra pun langsung melihat ke arah cermin yang di tunjuk oleh lita dangan muka cenggohnya dia memperhatikan cermin dan kembali melihat ke arah lita.


" tapi kan tata sayang itukan bayangannya tata bukan orang yang terkurung di dalam cermin, itu juga ada bayangan kakak anandra kok di cermin. " kata anandra sambil menunjuk bayangan lita dan dirinya di cermin.


" eh, iya yah. itukan bayangan kakak anandra, jadi itu bayangan lita di cermin yah? " tanya lita ke anandra sambil menunjuk bayangannya di cermin.

__ADS_1


" iya tata sayang itu tuh bayangan kamu, memangnya kamu tidak kenal dengan bayangan muka kamu sendiri sayang? " tanya anandra kepada lita.


Lita pun hanya bisa terdiam dan kembali memperhatikan bayangannya di cermin. " lah kenapa muka lita berubah? malah makin cantik lagi, mana mungkin lita tau kalau ini muka lita kan selama ini muka lita tidak begini. " kata lita yang tentu saja itu hanya ucapan dalam hatinya.


" hei tata! tata sayang kamu Kenapa? " kata anandra sambil mengguncang bahu lita dengan pelan karna anandra takut menyakiti adiknya.


" eh.. eh lita tidak apa - apa kok kakak " jawab lita saat kesadarannya kembali.


" kakak kepala lita sakit, kita keluar yuk. " kata lita saat kepalanya kembali sakit lagi.


" iya sayang ayo kita keluar, kamu juga harus makan dan minum obat. " kata anandra sambil meraih tubuh lita ke dalam dekapannya dan di tuntun keluar ke kamar mandi.


" kakak kenapa lita bisa masuk ke rumah sakit yah! lita tidak ingat apa yang terjadi sama lita. " tanya lita sambil menaiki ranjang nya.


" oh lita hanya mengalami kecelakaan ringan kok, makanya lita bisa masuk ke rumah sakit. " kata anandra yang tidak mengatakan kebenaran yang terjadi.


" Hmm gitu yah, kakak lita lapar.Tapi lita mau makan bakso sama teopokki. " kata lita sambil mengelus perutnya yang kelaparan dan tidak membahas lagi tetang apa yang terjadi kepadanya karna dia sudah tahu apa yang terjadi karna dia mendapatkan ingatan tentang kejadian yang menimpa tubuh yang di gunakannya sekarang.


" tapi kan tata belum bisa makan yang keras - keras, tata makan bubur saja dulu yah. " kata anandra setelah mendengar keinginan adiknya.


" ih tapi kan yang luka itu kepala lita bukan perut lita, masa tidak bisa makan yang keras - keras sih? " kata lita yang memprotes ke anandra sambil memajukan bibirnya ke depan.


" iya sih tapi kata dokter belum bisa sayang, jadi makan bakso sama teopokkinya nanti yah setelah tata sembuh. " jelas anandra dengan sabar ke lita.


" lita kan mau makan bakso sama teopokki sekarang bukan nanti, pokoknya lita mau protes sama dokter. " kata lita sambil beranjak dari tidurnya dan memencet tombol untuk memanggil dokter ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2