
"kita mau kemana pak inikan bukan jalan ke rumah pak lurah? "
"kita akan pulang"
"maksud anda kita pulang ke kota??? "
"kamu diam saja kalau kamu capek kamu istirahat saja ya, nanti kalau sudah sampai aku bangunin" tangan radit sambil mengelus kepala fita
dalam hati fita"ini pak radit kenapa ya? apa mungkin salah minum obat kali ya, kenapa dia begitu lembut dan hangat "
setelah percakapan tadi mereka saling diam sampai radit menghentikan mobilnya di rumah yang sederhana tapi tetap terkesan mewah
"kita sudah sampai, ayo kita turun! "
dengan cepat radit membukakan pintu fita dan fita hanya diam mematung hingga tangan radit menyentuh tangan fita dan menuntun untuk turun dengan hati-hati
"ini rumah siapa pak? "
"ini rumah kita"
"HAH... kita pak???? "
"heeem iya kita"
__ADS_1
"ayo masuk di luar dingin kamu juga pasti capek kan?"
dalam hati fita"ya Allah kalau ini mimpi tolong jangan bangunkan aku tapi jika ini nyata semoga ini akan selamanya "
"baik pak silahkan bapak duluan yang jalan"
"kita masuk barengan saja masa suami istri kaya majikan dan tuannya" jawab radit sambil tersenyum
"pak kamar saya di sebelah mana? "
"itu kamar kita, sebentar biar aku ambil barang- barang kamu di mobil"
"maksudnya kita satu kamar pak? "
"iya kita satu kamar lah kan kita suami istri masa tidur terpisah?! "
"oh ya sayang satu lagi jangan pernah kamu panggil bapak karena aku bukan bapak kamu"
"sebenarnya ada apa dengan pak radit kenapa hari ini dia jadi romantis banget " kata fita dalam hati
"tapi pak eh maksud saya mas eh kak "
sebelum fita menyelesaikan omongannya radit sudah mendekat dan itu membuat jarak antara fita dan radit jadi semakin tipis
__ADS_1
dengan gerakan reflek fita memundurkan dirinya dan sialnya belakangnya adalah sofa akhirnya fita jatuh terduduk di sofa dalam hati fita "sial kenapa pake jatuh segala sih jadi gak bisa bangunkan kalau seperti ini"
ya sekarang fita ada dibawah tubuh radit karena tangan radit ada di samping sofa untuk mengunci pergerakan fita
"aku ingin mulai sekarang kamu panggil aku mas atau panggil sayang juga gak masalah" dalam hati radit ingin tertawa saat melihat fita yang kaget
"aku gak mau panggil sayang lebih baik aku panggil kakak saja"
"aku bukan kakak kamu, kalau kamu gak mau panggil aku sayang ya sudah kamu panggil mas saja kalau masih gak mau aku gak izinin kamu kerja lagi"
dengan suara tegas radit mengatakan itu supaya fita mau memanggilnya mas karena fita itu orang yang keras kepala jadi radit harus sedikit mengancam fita
dengan berat akhirnya fita mau memanggil dengan kata mas karena fita masih mau bekerja
"baiklah mas aku akan panggil kamu mas saja"
"nah bagus... jadi istri penurut lah karena aku jadi semakin sayang sama kamu istriku sayang"
setelah perdebatan tadi fita masuk kamar dan membereskan semua bajunya dan membereskan baju radit
setalah selesai beres beres suasana mendadak canggung karena tiba tiba radit berdiri dibelakang fita
authornya lagi bingung ni dari lama banget bingung mau di selesaikan gak ni tapi idenya lagi mampet gak kelar kelar ni....
__ADS_1
tapi author usahain lanjut ....
jangan lupa tinggalkan jejak ya say😍😍