Kesabaran Lufita

Kesabaran Lufita
mulai sakit hati


__ADS_3

6 bulan kemudian....


tidak terasa ternyata pernikahan mereka sudah berjalan selama enam bulan


tapi sayang tidak ada kemajuan yang berarti bahkan sekarang fita sering tidur di kamar iel dengan alasan takut gabriel mencarinya tengah malam


ya seperti malam ini fita kembali tidur di kamar iel, tadinya karena menemani iel tapi sekarang ketiduran


tepat jam sebelas radit pulang dari kantor, ya radit selain jadi dosen dia adalah pemimpin perusahaan ayahnya walau tidak setiap hari datang


malam ini radit pulang dalam keadaan mabuk dan diantar perempuan yang ternyata adalah teman radit


"pak radit kenapa bi? "


i"itu non tuan mabuk"


"apa..... "


fita pun turun kebawah


"bapak apa yang terjadi? kenapa bapak mabuk? "


"diam kamu berani beraninya kamu ceramahin saya... "


"tapi pak.. "


belum selesai fita ngomong radit sudah ngomong lagi


"kamu itu gak usah sok peduli, ingat kamu itu pengasuh gabriel gak lebih" dengan nada dingin sambil berjalan meninggalkan fita yang ada di ruang tamu

__ADS_1


"astagfirullah... sabar fit.. sabar.... " guman fita


setelah sampai kamar fita menyipakan air untuk radit mandi


"pak airnya sudah siap silahakan mandi dulu biar saya siapakan makan malamnya"


"hemm"


"kamu jangan sok peduli sama saya, kamu cuma mau uang saya kan! ingat kamu itu cuma pengasuh gak lebih dan jangan berharap lebih"


"dasar beraninya kamu mengambil posisi raisha" guman radit yang masih bisa di dengar fita


fita akhirnya memutuskan keluar kamar dia langsung kedapur


"bi biar fita saja yang panaskan"


"baik non"


"bi jangan kasih tau siapapun ya perlakuan pak radit sama saya"


"iya non tapu non janji ya jangan pergi dari sini karena kasihan den iel"


"iya bi aku akan bertahan sampai aku lelah bi, tapi saat aku sudah lelah tolong jangan paksa aku untuk tinggal ya bi"


"iya non bibi do'akan non fita bisa mengubah hati tuan yang terlalu dingin dan keras" sambil memeluk fita


lima menit kemudian radit turun


"apa memanaskan masakan butuh waktu sangat lama? " dengan tatapan dingin

__ADS_1


"maaf pak tadi saya bicara dengan bibi dulu"


"dasar perempuan bisanya cuma gosip" dengan tatapan mencemooh


radit pun makan dan fita ke kamar iel, setelah radit selesai makan dia langsung ke ruang kerjanya


semakin hari radit semakin sibuk dan semakin dingin dengan fita, bagi radit fita hanya pengasub sekaligus ibu buat iel hanya itu, sekarang fita sudah mulai semestet 5 dan mulai besok radit sudah tidak jadi dosen dia harus jadi ceo di perusahaan papanya karena radit adalah anak tunggal


pagi ini seprti biasa fita bangun masak madiin iel dan bangunin radit


tapi saat membangunkan radit tiba-tiba radit keluar dari kamar dan berkata


"mulai sekarang jangan pernah kamu bangunkan saya, saya gak mau kamu pegang pegang saya" fita hanya diam saja walaupun dia sakit hatinya tapi fita berusaha untuk tersenyum dia tidak mau sampai menangis di depan iel ataupun radit


akhirnya fita ke kamar mandi dulu dengan alasan mau pipis dulu


"iel sarapan sama ayah dulu ya, bunda mau pipis dulu"


"iya bunda"


"nanti bunda yang antar sekolah kan? " tanya iel


"iya sayang nanti bunda antar"


akhirnya mereka sarapan berdua dan fita menagis sejadi-jadinya di kamar mandi sampai mereka selasai sarapan baru lah fita keluar dari kamar. mandi..


"yuk kita berangkat sayang"


akhirnya mereka berangakt

__ADS_1


***


yuk baca sampai selesai ya makin kesini makin seru deh jangan lup kasih vote sama like ya yang banyak 😍😍


__ADS_2