Kesalahan Adalah Luka

Kesalahan Adalah Luka
Tidak Salah Lagi


__ADS_3

“Katanya kau ingin libur hari ini?” Ujar Key mencuil pinggang Gloria yang tengah asik mengaduk kopinya di pantry.


“Cih….ini semua karena bosmu itu” delik Gloria menghentikan sendok yang ia gunakan untuk mengaduk kopi.


“Hahahah…” Key tertawa terbahak-bahak mendengar dengusan Gloria.


“Siapa suruh jadi karyawan kesayangannya bos, susah libur kan luh.” ejek Key lagi sembari mengambil gelas dan satu sachet kopi dan ikut menuangkan kopi didalam gelas yang ia ambil tadi.


Gloria berbalik menyenderkan tubuhnya di meja pantry sembari menyeruput kopi hangat yang telah ia seduh.


“Ngomong-ngomong gimana kerjaannya? Sudah selesai atau masih banyak? Kalau masih banyak biar aku bantuin.”


“Nah gitu dong dari tadi, bukannya malah nertawain aja,” Gloria tertawa sembari menyeruput kopinya.


“Hahahaah…iye iyee…tenang aja ntar aku bantuin.” Ucap Key ikut menyeruput kopinya.


Ketika mereka berdua tengah asik menikmati kopi tiba-tiba muncul pria menyapa Key. Yah Key cukup akrab dengan beberapa karyawan kantor dari divisi lain, bisa dikatakan Key orang yang mudah bergaul, humble dan friendly itulah alasan yang membuat Key memiliki banyak kenalan dan teman. Berbeda dengan Gloria yang terkesan sombong bagi mereka yang baru mengenal Gloria. Gloria adalah orang yang sedikit berbicara apabila ia belum mengenal orang tersebut, terkesan angkuh, congkak rumor yang biasa Gloria dengar dari karyawan-karyawan lain. Tapi untungnya Gloria tidak pernah mengambil pusing atau bisa dikatakan Gloria tidak perduli. Key adalah teman Gloria dari mereka sama-sama menyandang status mahasiswa. Gloria bertemu dengan Key ketika dia duduk di semester 3 saat ia mengambil kelas hukum. Pada saat itu Gloria yang tengah duduk sendirian fokus dengan buku yang ia baca dan earphone yang menempel ditelinganya dan Key yang terlambat masuk kekelas hingga membuat ia tidak kebagian kursi. Key adalah mahasiswa Manajemen Bisnis sedangkan Gloria mengambil jurusan Administrasi Bisnis.


“Hei…aku Key.” ucap gadis berambut lurus sebahu, warna rambut golden brown sangat cocok untuk kulitnya yang berwarna putih kekuningan seperti warna kulit wanita eropa tetapi kalau ia berada di asia juga cocok. Ah entalah susah mendeskripsikan warna kulitnya yang bisa masuk ke berbagai Negara. Tubuh yang tidak terlalu pendek namun tidak terlalu tinggi juga, kira-kira 160 cm tingginya. Badan langsing membuat ia mengenakan baju apa saja akan terlihat sempurna. Hidung kecil mancung dengan mata bulatnya yang indah. Sangat cocok dengan kepribadiannya yang periang, mungkin apabila Gloria mengingat kebelakang ia hampir tidak pernah melihat Key sedih,muram ataupun menangis. Hidupnya seperti sangat enjoy dan happy.


Gloria mengulurkan tangannya setelah beberapa saat menatap Key


“Gloria.” Ucap Gloria datar dan melanjutkan membaca bukunya. Key tersenyum dan langsung duduk disamping Gloria.


“Aku boleh duduk disini?” tanyanya setelah ia duduk disamping Gloria, atau lebih tepatnya ia sebenarnya tidak menunggu persetujuan Gloria hanya saja berbasa-basi.

__ADS_1


“Oh tentu” ucap Gloria lagi tanpa menoleh. Entah apa yang membuat pertemuan singkat mereka itu menjadi awal muka keakraban mereka hingga sekarang.


“Apakah saya boleh meminta secangkir kopi?” Tanya pria itu setelah menyapa Key.


“Sure Sam,” ucap Key sembari menyingkir sedikit dari posisinya sekarang.


Sam tersenyum dan melangkah menuju pantry. Gloria juga sedikit menepi memberi ruang Sammy untuk lebih leluasa menggunakan pantry.


Gloria memberi kode kepada Key menandakan ia pamit duluan. Keypun mengangguk seolah paham apa yang dikodekan oleh Gloria. Gloria pun berlalu meninggalkan pantry.


Dari kejauhan Gloria bisa menyaksikan Key yang tengah berbincang-bincang dengan pria itu, Sammy namanya. Gloria saja baru mengetahui nama Sam ketika di pantry tadi kalau saja Key tidak menyebut nama Sammy mungkin Gloria tidak akan tahu.


“Huhhh….andai aku bisa seperti Key.” desah Gloria yang terkadang merasakan iri dengan Key. Ia bisa melihat senyum yang selalu terukir diwajah Key hingga membuat semua orang menyukainya. Bukan…bukan Gloria ingin disukai semua orang ia hanya ingin bisa menjadi ramah seperti Key. Walaupun sebenarnya banyak juga yang menyukai Gloria karena Gloria tak kalah populernya dengan segudang prestasi namun banyak juga yang membenci Gloria dengan berbagai alasan yang tidak Gloria ketahui.


Gloria melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya, jam menunjukkan pukul 16.40 menandakan sebentar lagi waktunya pulang sekitar 20 menit lagi. Untung saja seluruh pekerjaan yang harus dikirimkan hari ini sudah Gloria selesaikan, dengan waktu yang tersisa cukup untuk Gloria mengirimkan pekerjaanya ke atasan terlebih dulu sebelum ia pulang.


“Glo… makan dulu yuk sebelum pulang.” ajak Key sembari setelah membersihkan meja kerjanya.


“Lain kali saja Key, sepertinya aku ingin segera pulang. Kau tau aku belum ada beristirahat setelah lembur semalam,” Gloria meregangkan tubuhnya bisa didengar bunyi tulang-tulangnya yang saling bersautan.


“Aaaaa…. Ayolah Glo, kali ini aku deh yang traktir.” Bujuk Key dengan rengekannya layaknya bocah berusia 1 tahun.


Gloria memutar bola matanya malas “Hm… baiklah.”


“Gitu dong.” Key menggandeng tangan Gloria keluar ruangan mereka.

__ADS_1


Pemandangan ini sudah biasa dilihat orang Kantor Gloria yang terkenal berwibawa dengan tatapan tegas seketika berubah ketika ia sedang bersama dengan Key. Bahkan karyawan lain hampir jarang melihat Gloria tertawa lepas ataupun tersenyum manis diluar selain bersama dengan Key. Hanya Key yang mampu membuat Gloria seperti itu padahal senyum Gloria cukup memabukkan bagi yang melihatnya.


Mereka berdua tiba disalah satu Restaurant bintang 5 yang berada tidak jauh dari kantor mereka. Restaurant ini baru saja berdiri mungkin sekitar dua bulan yang lalu. Karena tempat ini selalu ramai membuat mereka selalu saja kehabisan tempat untuk reservasi dan mereka cukup sibuk hingga membuat mereka baru pertama kali kesini.


“Kau pesan apa?” Tanya Key sembari mengulurkan menu dihadapan Gloria.


“Apa aja deh, aku juga tidak terlalu lapar.”


“Cih…. Yakin, aku traktir loh awas aja ntar nyesel gamau pesen yang mahal hahaha.” ledek Key sembari memberikan menu pesanan ke pelayan.


“Glo.” Ucap Key yang tiba-tiba ekspresinya berubah dari yang awalnya tertawa-tawa berubah menjadi serius.


Gloria mengedarkan pandangannya kearah pandangan Key “Itu bukannya pacar adikmu ya Glo?" Tanya Key menatap Gloria.


Gloria makin menyipitkan pandangannya berharap pandangannya semakin jelas.


“Tidak salah lagi Glo, itu pacar adikmu?! Siapa itu.. anu.” Ucap Key mencoba mengingat sebuah nama.


“Brengsek!” Gloria hendak bangkit namun tangannya keburu dicekal oleh Key.


“Glo, ini bukan saat yang tepat untuk kamu berantem disini. Terlebih adikmu tidak akan percaya jika kau mengatakan tanpa bukti.”


Gloria menatap Key, Gloria merasa apa yang diucapkan Key ada benarnya. Apabila ia datang melabrak si pria brengsek itu atau mungkin lebih parah ia menampar atau meninju pria itu ia yang akan terlihat salah. Sedangkan yang sedang ia hadapi ini adalah pria manipulatif bisa saja ia mengada-ngada dengan kejadian aslinya ini.


“Lebih baik kau foto mereka berdua untuk menjadi bukti. Mungkin saja itu adalah teman bisnisnya atau apa gitu?” Ucapan Key ada benarnya, Gloria pun menuruti ucapan Key. Gloria segera memotret Dave yang tengah asik berbincang dengan seorang wanita. Dari gesture tubuh itu bukan hanya rekan bisnis tapi lebih tepatnya seperti sepasang kekasih yang tengah berkencan. Tangan Gloria sangat geram ingin rasanya ia mencakar, mencabik bahkan mengoyak tubuh pria tidak punya malu yang kini dihadapannya itu. Tapi rasa amarah itu harus ia redam karena semua hal tidak akan selesai jika diselesaikan dengan emosi.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2