Kesalahan Adalah Luka

Kesalahan Adalah Luka
Penyebar Vidio


__ADS_3

Bipp….Bip…..


Pesan masuk diaplikasi chat Jane membuat Jane harus terhenti sebentar dari aktifitasnya yang sedang mengukir alisnya.


“Jane, apakah kau sudah melihat video Ana?” isi pesan itu membuat Jane sedikit mengernyitkan alisnya.


‘Video? Video apa.’ Batin Jane. Belum sempat ia membalas pesan untuk menanyakan maksud video Ana yang Mia maksud tiba-tiba ponselnya bordering lagi. Sebuah link yang dikirimkan oleh Mia. Jane berusaha menenangkan dirinya, ia sudah mencium baru sesuatu yang mengganjal.


‘Apakah video Ana di labrak sama istri sahnya Jack?’ batin Ana menerka sebelum jarinya menekan link tersebut.


“What?!!” ketika link itu terbuka, diluar dugaan yang Jane kira, sebuah video Ana dan mantan kekasihnya Alex yang sedang tengah bercinta.


“Mia, kau dapat darimana video ini?” Tanya Jane segera membalas pesan dari Mia.


“Dari blog kelas.” Mia membalas pesan Jane


“Yatuhan, apakah sudah banyak yang mengakses?”


“Entahlah aku tidak yakin tapi sudah ada beberapa yang mengomentari video didalam blog tersebut.”


“Oh tuhan… terimakasih informasinya Mi.” Jane segera menyelesaikan alisnya dan bergegas menuju apartemen Ana.


Sesampainya diapartemen Jane langsung masuk dengan menekan 4 angka sandi apartemen Ana.


“An….” Panggil Jane setelah ia berhasil membuk pintu, namun tidak ada tanda-tanda Ana menjawab panggilan Jane. Jane menelusuri ruangan demi ruangan berharap ia dapat menemukan Ana. Jane memepercepat langkahnya berharap Ana tidak melakukan hal-hal gila.


“Anaaa…!” teriak Jane kali ini sedikit lebih keras. Namun tidak ada juga jawaban. Jane mendengar suara air mengalir dikamar mandi membuat Jane segera menuju kamar mandi. Benar saja Jane mendapati Ana yang sedang merendam tubuhnya didalam bath up hingga menyisakan wajahnya.


“An! Ayolah jangan bertindak gila!” bentak Jane sembari mematikan shower dan membuka keran agar air didalam bath up segera menyusut. Seketika suara tangis Ana pecah.

__ADS_1


“Alex benar-benar jahat Jane…” isak Ana menatap Jane dengan matanya yang bengkak seperti tengah menangis semalaman. Ternyata Ana sudah mengetahui perihal video nya yang sedang melakukan hubungan suami istri tersebar di blog kelas.


“Dia juga mengirimkan video itu kepada kakakku Jane. Kakakku dan keluargaku sekarang sudah tahu betapa kotornya aku. Aku bahkan tidak berani mengangkat telfon mereka..hiks..hiks.” Ana kembali menangis, kedua telapak tangannya menutup wajahnya.


Jane merangkul Ana membiarkan Ana menangis didalam dekapannya.


“Bagaimana aku bisa menghadapi ini semua Jane.”


“Kau bisa menghadapinya berdua dengan ku An, Aku akan tetap disampingmu.” Jane mengusap lembut kepala Ana. Jane berusaha menenagkan Ana walau sebenarnya Jane juga memiliki banyak masalah yang bertubi-tubi namun saat ini dirinya tidaklah penting orang-orang disekitarnya saat ini juga menderita.


“Lalu bagaimana keadaan Ana?” Tanya Dave merangkul Jane yang kini sudah berada dalam pelukannya tanpa menggunakan busana. Yah Dave selalu memanggil Jane apabila ia sedang menginginkannya saja. Apa bedanya Jane dengan budak pemuas nafsunya Dave?. Jane berdiri dan meraih pakaiannya dan segera memakaikan ditubuhnya.


“Yah..dia seprtinya sangat depresi.” Jawab Jane singkat.


“Makanya kau itu jangan bergaul dengan Ana! “ ucap Dave.


‘Apa bedanya Ana dengan diriku yang kau buat menjadi budak pemuas nafsumu hah?’ batin Jane yang sebenarnya geram dengan Dave namun ia tidak memiliki kuasa ataupun kendali atas dirinya sendiri.


“Uang? Kau yang bekerja saja tidak memiliki uang Dave. Apalagi aku yang tidak bekerja dan hanyalah seorang mahasiswa.” Jane berbalik menatap Dave dengan tatapan jengkel.


“Turunkan pandanganmu itu!” bentak Dave seketika “Kau kan memiliki kakak, kau bisa meminta uang pada kakakmu itu.”


“Ya tapi kan tidak mungkin aku meminta uang diluar jatah bulananku Dave. Lagian aku tidak berani meminta uang padanya.”


“Ah ayolah Jane, aku embutuhkan uang, gajian nanti aku ganti kok. Apa kau tega melihat aku tidak makan?” Ancam Dave. “Kau sangat pelit dengan ku Jane, kau sudah berubah tidak seperti dulu. Ternyata Sonya jauh lebih baik darimu, ia selalu memberikanku uang bahkan aku boleh menggunakan ATMnya.”


“Hentikan Dave! Jangan kau sebut lagi nama wanita itu.”


“Karena itu, jika kau tidak ingin aku menghubungi dia lagi kau harus memberiku uang! Aku tidak memiliki uang !”

__ADS_1


“Baiklah Dave, aku akan memberimu uang. Aku cari dulu, untuk hari ini kau bisa menggunakan sisa jatah bulananku dulu.” Jane mengulurkan sebuah kartu yang ia ambil dari dompetnya.


“Sandinya tanggal jadian kita.” Ucap Jane lagi. Dave meraih kartu yang disodorkan oleh Jane dengan senyum lebarnya.


“Terimakasih sayang, aku mencintaimu. Benar kau jauh lebih baik daripada Sonya. Aku beruntung memilihmu.” Dave mengecup kening Jane. Air mata kembali menetes disudut mata Jane. Hatinya ingin menolak namun tubuhnya tidak sejalan. Tubuhnya tetap jatuh didalam pelukan Dave seolah mengetahui pemilik tubuh Jane adalah Dave. Ini semua tentu membuat Jane tersiksa. Terkadang ia sadar ia seperti dimanfaatkan oleh Dave namun ia bingung kenapa sampai saat ini ia selalu menuruti keinginan Dave.


Jane baru ingat perihal kehamilannya. ‘Apa ini saat yang tepat untuk memberi tahu Dave tenang kehamilan ini’ Jane memutar otak untuk memulai percakapan.


“Dave, apakah kau ingin menikahiku?” Tanya Jane sembari mengangkat kepalanya dari pelukan Dave.


“Tentu sayang, aku sangat ingin menikahimu, hidup berdua bahagia. kita akan membangun keluarga kecil kita.” Ucapan yang selalu Dave katakan kepada Jane “Keluarga kecil kita.” Membuat Jane berharap banyak kepada Dave. Sebagai anak yang terlahir broken home memiliki sebuah keluarga lengkap dan harmonis adalah impian mereka, begitupula dengan Jane yang selalu memimpikan keluarga kecil yang bahagia. Terlebih saat ini ia sedang mengandung, ia berharap bisa mewujudkan impian itu.


“Aku hamil Dave.” Ucap Jane dengan mata berbinar. Dave tersentak mendengar ucapan Jane.


“Sungguh? Kau tidak sedang membohongiku kan Jane?” Tanya Dave, Jane menggeleng.


“Ta..tapi, bagaimana bisa?” Dave bingung karena seingatnya ia tidak membuang itu didalam ketika mereka berhubungan, atau ia lupa ketika melakukannya dan tanpa sadar hingga membuat Jane hamil. Mereka telaah melakukan hubungan itu dari mereka sama-sama masih menginjak di bangku senior high school. Bisa dikatakan mereka sudah melakukannya hingga 5 tahun dan tidak pernah kebbolan.


“Aku juga sudah testpack Dave dan hasilnya positif.”


Dave terdiam sejenak mencoba mencerna keadaan ini, “Bagaimana sayang?”


“Kau pasti akan menikahiku kan Dave?” Tanya Jane dengan air mata yang sudah bergelinang.


“Tentu sayang, aku akan bertanggung jawab. Tapi bagaimana dengan kuliahmu?”


“Aku sudah tidak perduli Dave dengan kuliahku, aku ingin kita membangun keluarga kecil kita Dave. Aku ingin menjadi seorang ibu dank au menjadi seorang ayah. Kita akan bahagia dengan keluarga kecil kita.” Mata Jane kembali berbinar ketika menjelaskan keinginannya untuk memiliki keluarga kecil yang bahagia.


“Iya sayang, itu pasti kita wujudkan.” Ucap Dave sembari merangkul kepala Jane kedalam pelukannya. Pelukan hangat yang membuat Jane nyaman. Jane tersenyum bahagia hingga menitikkan air mata.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2